IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok Pesona Danau Sentarum Kalbar Bikin Takjub, Tertarik Berkunjung? Mimpi Ibnu Sina, Masyarakat Banjarmasin Lepas Masker Awal Tahun 2022 Bocah 8 Tahun Hilang di Samarinda, Pencarian Selami Selokan Genangan Banjir Target Vaksinasi di Tanah Laut Terkendala Stok Vaksin

Mahasiswa Asal Kalsel Bongkar Fakta Mengerikan Covid-19 di India: Proses Kremasi Antri!

- Apahabar.com     Kamis, 6 Mei 2021 - 15:27 WITA

Mahasiswa Asal Kalsel Bongkar Fakta Mengerikan Covid-19 di India: Proses Kremasi Antri!

Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Mahasiswa asal Martapura, Kalimantan Selatan, Mohd Agoes Aufiya mengungkap sederet fakta mengerikan terkait perkembangan Covid-19 di India.

“Saya berada di India, Kota New Delhi, salah satu episentrum dari Covid-19,” ucap Mohd Agoes Aufiya melalui kanal YouTube pribadinya, Kamis (6/5) siang.

Dia mengaku mendapat WhatsApp langsung di grup India terkait kelangkaan oksigen, obat, kematian profesor dan WNI yang ada di India karena Covid-19.

“Secara psikologis membangun rasa kekhawatiran dan ketakutan. Tentu apa yang disampaikan pemberitaan tersebut bisa saya katakan benar sebegitu mengerikan,” katanya.

Dia membenarkan jika sejumlah rumah sakit di New Delhi, India penuh atau overload.

Begitu pula ketersediaan oksigen yang sangat terbatas dan sulit dicari.

“Lalu proses kremasi yang sampai antri, itu benar adanya,” jelasnya.

Dia meminta kepada masyarakat Indonesia agar berhati-hati menerima informasi dari media massa ihwal perkembangan Covid-19 di India.

“Kata pertama, hati-hati itu benar. Apakah reporter Indonesia harus berada di India agar mendapatkan informasi yang benar, tepat, sesuai fakta? Menurut saya, tidak harus!” bebernya.

Dengan arus globalisasi dan informasi di internet yang begitu luas, dia meyakini masih bisa menemukan informasi sesuai fakta di lapangan.

“Namun yang berbahaya ketika ada akun media sosial di Indonesia yang belum pernah ke India, lalu disampaikan ke warga Indonesia. Sehingga sebenarnya yang saya sesalkan itu tidak sesuai dengan apa yang saya rasakan,” tambahnya.

Seharusnya, sambung dia, yang lebih layak menyampaikan informasi ini adalah mereka yang ada di India.

“Jadi yang berbahaya itu sebenarnya orang Indonesia mencoba menceritakan tentang India, namun dia memiliki pendapat yang sebenarnya berbeda dan jauh dari apa yang dirasakan,” tegasnya.

Dia pun menyarankan cara mendapatkan informasi yang benar sesuai dengan fakta di lapangan.

“Kalau Anda mengambil pemberitaan yang benar, independen dan terpercaya, maka Anda akan mendapatkan informasi tersebut.”

“Kalau Anda takut dengan pemberitaan internasional di bawah kaum globalis mungkin seperti CNN, BBC dan kawan-kawan itu. Cobalah untuk mengakses pemberitaan langsung dari pemberitaan India,” cetusnya.

Dengan alasan, menurutnya, media massa di India langsung melakukan Grown Report.

Grown Report adalah pemberitaan langsung di tempat kejadian.

“Hanya jurnalis India yang dapat melakukan itu. Melalui Grown Report itu lah dapat melihat fakta yang ada, benar atau tidak, salah atau tidak, hoaks atau tidak,” pungkasnya.

Covid-19

Mahasiswa asal Martapura, Kalimantan Selatan, Mohd Agoes Aufiya di India. Foto-YouTube

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Ada Kabar Baik Vaksin, WHO: Tak Ada Waktu Berpuas Diri Terhadap Virus Corona

Internasional

‘Paman Legend’ Ng Man-tat Meninggal Dunia
Pesta Seks

Internasional

Parah! Pesta Seks di AS, 41 Orang Positif Covid-19
apahabar.com

Internasional

WHO: Pemulihan Bisa Lebih Cepat Bila Vaksin Covid-19 Merata
apahabar.com

Internasional

99 Hari Bebas Virus Corona, Vietnam Laporkan Kematian Pertama Covid-19
Vaksin

Internasional

Usai Diberi Vaksin Uji Coba, Menkes India Positif Covid-19
Sayid Hassan Nasrallah

Internasional

Sayyed Hassan Nasrallah Nyatakan Serangan ke Yerusalem Berarti Perang Regional
apahabar.com

Internasional

Ilhan Omar, Muslimah Anggota Kongres AS Sasaran Ancaman Bom
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com