Jurkani Dibacok, Tim Macan Kalsel Turun Gunung Advokat Jurkani Dibacok OTK di Angsana Menguji Klaim Jembatan Sei Alalak Antigempa hingga Tahan Seabad Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan

Meski Dipotong Gaji, JKN-KIS Jadi Berkah Bagi Luthfi

- Apahabar.com     Selasa, 18 Mei 2021 - 08:04 WITA

Meski Dipotong Gaji, JKN-KIS Jadi Berkah Bagi Luthfi

Luthfi, peserta JKN-KIS yang terdaftar pada segmen PPU./Foto-BPJS Kesehatan Barabai

apahabar.com, BARABAI – Bagi Luthfi (22), menjadi peserta JKN-KIS merupakan panggilan mulia. Karena itu, dia memastikan agar terdaftar pada Program BPJS Kesehatan tersebut.

Menurut dia, hal itu sesuai pada Pasal 6 Ayat 1 Perpres RI Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Di dalamnya diamanatkan, setiap penduduk Indonesia wajib ikut serta dalam program jaminan kesehatan.

Sebagai karyawan swasta, Luthfi mengaku penting agar dirinya dan keluarga terdaftar menjadi peserta JKN-KIS.

Saat ini Luthfi terdaftar pada segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU). Iuran bulanannya ditanggung dan dibayarkan oleh pemberi kerja.

“Kepesertaan BPJS Kesehatan saya ditanggung dari kantor tempat saya bekerja sejak setahun terakhir ini,” ungkap Luthfi belum lama tadi saat mengurus administrasi di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai.

Luthfi merasa bersyukur karena dirinya bisa terdaftar di BPJS Kesehatan. Dia merasa memiliki perlindungan tentang kesehatannya.

“Yang paling saya syukuri, sampai saat ini saya dan keluarga sehat selalu sehingga belum pernah menggunakan KIS. Saya pun bisa beraktivitas dan terus bekerja dan tentunya terus terdaftar pada BPJS Kesehatan yang iurannya dipotong dari gaji saya,” papar Luthfi.

Mengenai proses terdaftarnya Luthfi dan keluarga pada JKN-KIS bermula saat masuk kerja dulu. Perusahaan tempat kerjanya langsung meminta kelengkapan data untuk mendaftarkan Lutfi dan keluarga menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Karena terdaftar pada segmen kepesertaan PPU, persentase pembayaran iuran bagi Luhfi adalah sebesar 5 persen dari gaji yang diterima. Kemudian, 4 persen dibayarkan oleh pemberi kerja dan 1 persen dipotong dari gaji pekerja.

“Dari awal saya diberitahu meknismenya. Dan saya terima demi kepentingan saya dan keluarga,” terang Luthfi.

Kepesertaan BPJS Kesehatan tersebut menurut Luthfi sesuatu hal yang sangat baik. Bahkan dia lebih suka menyebut program dari pemerintah itu sebagai berkah.

“Ketika saya diberi kesehatan untuk terus bekerja, iuran jaminan kesehatan saya ini bisa membantu yang lain. Bisa jadi itu untuk keluarga saya yang dekat atau jauh, atau bagi siapapun yang membutuhkan. Begitu pun ketika mungkin nanti saya membutuhkan pelayanan kesehatan, tetapi tentu berharap untuk terus sehat,” tandas Luthfi.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

BPJS Kesehatan Barabai

Biaya Melahirkan Istri Alfianur Dijamin, si Bayi Langsung Didaftarkan ke JKN-KIS
BPJS Kesehatan Barabai

BPJS Kesehatan Barabai

Menegakkan Kepatuhan BU di HSS, BPJS Kesehatan Barabai Gandeng Jaksa
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Distirbusikan Kartu JKN-KIS, Simak Curhat Petugas TKSK di HST

BPJS Kesehatan Barabai

BPJS Kesehatan Luncurkan Program layanan JKN-KIS Terbaru

BPJS Kesehatan Barabai

Kehadiran Bayi Laki-Laki, Rasminah Terbantu KIS PBI APBN
BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Barabai

Jamkes Pasutri di Balangan Mendadak Tak Aktif, Begini Penjelasan BPJS Kesehatan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Tunggu Kelahiran, Mukminah Pastikan Cicitnya Terdaftar JKN-KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Sadar JKN, Ghofar Curhat Pentingnya Kantongi KIS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com