Jadwal Penumpang Banjarmasin Tujuan Bali Transit di Surabaya Berubah, Begini Respons Lion Air Mulai Berlaku, Syarat Wajib PCR Bikin Warga Kalsel Terbang ke Bali Berpikir Dua Kali Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi Jasad Wanita Muda Banjarmasin dengan Luka Tusuk di Dada Itu Ternyata… Sosok Pembacok Advokat Jurkani di Tanah Bumbu, dan Detik-Detik Penganiayaan

Nyaris 100 Ribu ASN ‘Siluman’ Terima Gaji Buta, Bagaimana Banjarmasin?

- Apahabar.com     Selasa, 25 Mei 2021 - 16:19 WITA

Nyaris 100 Ribu ASN ‘Siluman’ Terima Gaji Buta, Bagaimana Banjarmasin?

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap banyak data misterius aparatur sipil negara (ASN). Namun pemerintah masih membayar gaji mereka.

Terungkap data ‘siluman’ sebanyak 97.000 data PNS karena kumpulan data para abdi negara itu selama ini ada yang palsu.

Hal itu membuat pemerintah hanya membayar gaji kepada mereka tanpa mendapat kontribusi apapun katena ketika setelah ditelusuri tidak ada orangnya.

Lantas adakah ASN ‘siluman’ di Pemkot Banjarmasin?

Plh Sekdakot Banjarmasin, Mukhyar menjamin Pemkot Banjarmasin bebas data ASN ‘siluman’. 

Dirinya mengaku sudah mengecek langsung ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Tapi kami akan data lagi nanti,” ujarnya kepada apahabar.com, Selasa (25/5).

Mukhyar mengancam apabila ada temuan ASN ‘siluman’ maka mereka harus mengembalikan upah selama diperolehnya.

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) turut bertanggung jawab menangani permasalahan tersebut.

Hal ini jika kedapatan ASN bermasalah serta ‘siluman’ saat dilakukan pendataan dan diperiksa oleh Inspektorat Banjarmasin.

“Kami akan data lagi nanti kalau memang tidak bekerja untuk apa dibayar? Kalau ditemukan itu harus wajib dibayar loh. Tidak boleh tidak dikembalikan dan menjadi tanggungjawab SKPD yang menggaji ASN siluman tersebut,” ucapnya.

Mukhyar membeberkan bahwa pendataan ulang pada ASN di lingkup Pemkot Banjarmasin rutin dilakukan setiap tahunnya untuk pemeriksaan dan terakhir kali dilakukan pada 2020 lalu.

“Kita lihat lagi lah pendataan kalau mereka bermasalah yang pasti mereka dihentikan gajinya tidak mungkin tidak dilakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin mempertanyakan adanya ASN ‘siluman’ yang gajinya selalu dibayarkan pemerintah. Totalnya 97 ribu.

Senator muda tersebut berharap agar program Pemutakhiran Data Mandiri (PDM) dapat segera memperbaiki kualitas data ASN se-Indonesia.

“Semoga program PMD dapat menjadi sistem database yang akurat. Tidak boleh lagi ke depan pemerintah kebobolan membayar gaji dan iuran lainnya yang nyatanya ASN-nya fiktif,” ujar Sultan dilansir JPNN.

Selain itu Sultan minta agar pembayaran dari pemerintah selama ini kepada ASN fiktif dapat ditelusuri dan diaudit.

“Ke mana uang pembayaran gaji sebanyak 97 ribu ASN misterius dan tidak ada orangnya tersebut,” katanya.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap banyak data PNS belum diperbarui.

Bahkan, banyak data PNS yang juga tidak jelas atau misterius. Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan ada 97.000 data PNS yang setelah ditelusuri, tidak ada orangnya.

Namun pemerintah masih membayar gaji mereka. Hal itu terungkap setelah BKN mendata PNS secara online pada 2014. M Saat itu para PNS diminta mengisi sendiri data mereka.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

vaksin covid-19

Banjarmasin

Ratusan Anggota Kodim 1007/Banjarmasin Divaksin
Banjarmasin

Banjarmasin

Jadi Atensi, Ketua KPU RI Tinjau Langsung PSU Pilwali Banjarmasin
Banjarmasin

Banjarmasin

BREAKING! Kompleks Cendana Banjarmasin Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin

Kebutuhan Warga Isoman di Banjarmasin Masih Jadi Perhatian
Banjarmasin

Banjarmasin

Kendala Utama Pencarian Polisi yang Tenggelam Saat Memburu Buron Penganiayaan
Banjarmasin

Banjarmasin

Kala Balai Kota Banjarmasin Bersolek Sambut HUT RI di Tengah Pembatasan Level IV
ETLE

Banjarmasin

Siap-Siap, ETLE Mulai Diberlakukan di Kalsel Akhir April

Banjarmasin

RS Rujukan di Banjarmasin Penuh, Ibnu Sina: Tidak Ada Sesak Nafas, Cukup Isoman
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com