Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Memanas Lagi, 7 Mahasiswa Dirawat! Gugatan Korban Banjir Vs Gubernur Kalsel, Pemprov Sibuk Siapkan Tangkisan Investasi Rp 300 Triliun Oman di Kotabaru Dinanti Ratusan Pencari Kerja Prostitusi Online di Banjarmasin Seret Anak-Anak, Sudah Puluhan Remaja Terjaring! Buka-bukaan ABG Pelaku Prostitusi di Banjarbaru, Open BO Demi Ortu

Pakar Teliti Dampak Temuan 26 Mutasi Varian Baru Covid-19 di Indonesia

- Apahabar.com Jumat, 21 Mei 2021 - 13:57 WIB

Pakar Teliti Dampak Temuan 26 Mutasi Varian Baru Covid-19 di Indonesia

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Para pakar tengah meneliti temuan mutasi varian baru Covid-19 di Indonesia.

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa ada 26 mutasi virus Covid-19 baru yang masuk ke Indonesia.

Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan saat ini para pakar tengah menganalisa sejumlah dampak dari temuan tersebut.

“Mutasi dan berbagai hal lain tentang Covid-19 nampaknya masih mungkin berkembang dan berubah. Dan tentunya perlu kita waspadai dan antisipasi,” kata dia dalam keterangan tertulis dilansir Antara, Jumat (21/5/2021).

Mutasi Covid-19 baru itu terdiri atas 14 kasus asal Inggris B117, dua kasus B1351, dan sepuluh kasus B1617.

“Kalau ada varian atau mutasi baru Covid-19 maka para pakar selalu menganalisa dampaknya terhadap empat hal,” katanya.

Analisa dampak tersebut di antaranya kemampuan diagnosis dengan PCR, kemungkinan peningkatan penularannya, kemungkinan penyakit menjadi makin berat serta serta apakah ada dampaknya terhadap efikasi vaksin.

Sehubungan yang terjadi, kata Tjandra, ada tiga hal yang dapat dibahas para pakar.

“Pertama, 26 mutasi kasus mutasi baru ini tentu berdasar temuan sejauh ini. Kalau jumlah yang diperiksa makin banyak maka bukan tidak mungkin akan ditemukan lagi kasus-kasus yang lain,” ujarnya.

Kedua, sebagian dari 26 kasus mutasi baru di Indonesia adalah pekerja migran yang pulang ke Indonesia dengan pesawat terbang.

“Sudah menjadi semacam best practice kalau ditemui seorang kasus penyakit menular seperti COVID-19 ini di pesawat maka semua yang duduk dua baris di depan dan dua baris di belakangnya juga turut diperiksa,” ujarnya.

Situasi itu persis seperti kasus yang dialami atlet nasional badminton All England pada Maret 2021 yang di pesawatnya ada kasus Covid-19.

Di mana akhirnya mereka terpaksa harus dikarantina walau semua terbukti sehat dan sudah siap untuk bertanding.

Ketiga, kata Tjandra, akan dilakukan analisa genomik lebih mendalam terhadap varian baru virus Covid-19.

“Sehingga yang B1617 misalnya, dapat diketahui apakah termasuk sub tipe B1617.1, B1617.2 dan B1617.3, yang masing-masing berbeda perangainya dan kemungkinan bahayanya bagi manusia,” ujarnya.

Di Inggris, jumlah B1617.2 meningkat dua kali lipat, mulai dari 1.313 kasus pada Kamis (13/5) menjadi 2.323 kasus pada Senin (17/5).

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pasangan Prabowo-Sandi Unggul di Ternate
KRI Banjarmasin

Nasional

KRI Banjarmasin Angkut 400 Personel Pasukan Setan ke Papua

Nasional

Menkumham Nilai RUU KUHAP Penting Beri Kepastian Hukum
apahabar.com

Nasional

Saudi Stop Umrah, Kemenag Turunkan Petugas di Bandara
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri
apahabar.com

Nasional

Tahun 2019, 164 Ribu Rumah Kesulitan Bayar Biaya Sambungan Listrik
Jenderal

Nasional

Hari Ini, 2 Jenderal Akan Divonis Terkait Kasus Suap Djoko Tjandra
apahabar.com

Nasional

4 Fakta Penemuan Sekarung E-KTP di Pondok Kopi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com