Motor Vs Motor di Paharuangan Kandangan, Pemuda Simpur Tewas Seketika Duduk Perkara Viral Pria Bersajam Ngamuk di Nagasari Banjarmasin hingga Bergumul dengan Polisi Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Setinggi 500 Meter Kepung Serda Nurhadi, Belasan Pelaku Diamankan Polisi dan TNI Jalan Tikus Masuk Kalteng di Kapuas Juga Dijaga Ketat Petugas

Pasar Membeludak Jelang Idulfitri, Pakar ULM Soroti Satgas Covid-19 Banjarmasin

- Apahabar.com Selasa, 4 Mei 2021 - 19:12 WIB

Pasar Membeludak Jelang Idulfitri, Pakar ULM Soroti Satgas Covid-19 Banjarmasin

Pengunjung pasar tradisional yang membeludak di Kota Banjarmasin mendapatkan sorotan dari Pakar Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pengunjung pasar tradisional yang membeludak di Kota Banjarmasin mendapatkan sorotan dari Pakar Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Anggota Tim Pakar Covid-19 dari ULM Hidayatullah Muttaqin mengatakan bahwa peningkatan aktivitas masyarakat itu perlu diantisipasi. Terutama ibu rumah tangga berbelanja di pasar tradisional.

Menurutnya pasar tradisional pada umumnya memiliki ruang yang sempit, kumuh, dan sirkulasi udara yang kurang baik.

Sehingga jika terjadi peningkatan jumlah pengunjung yang datang secara bersamaan, maka pasar akan menjadi sangat padat.

Kondisi itu berpotensi memicu penularan masif di pasar di mana setiap orang yang terpapar Covid-19 baik dengan gejala ataupun tidak.

“Mereka akan menjadi pembawa virus di tengah-tengah keluarganya,” ujarnya.

Atas itulah, ia menjelaskan bahwa masih ada waktu untuk menata sebelum menjadi lebih parah.

Sebaiknya, kata dia, secepatnya Pemerintah Kota, Aparat Penegak Hukum dan Satgas Covid-19 melakukan operasi yustisi terhadap pedagang dan pengunjung yang tidak memakai masker dan berkerumun.

Berbagai fasilitas yang perlu disediakan di pasar untuk mendukung penerapan protokol kesehatan juga harus dipastikan tersedia.

Kemudian, terapkan pengkondisian agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan mengurangi tingkat kepadatan pasar.

Seperti, pedagang dan pengunjung yang masuk ke dalam pasar tradisional dibatasi bagi mereka yang hanya menggunakan masker.

“Tempat keterisian parkir roda 2 dan roda 4 hanya diisi maksimal 50 persen dari kapasitas parkir. Sehingga jika sudah terisi pengunjung yang datang diminta untuk kembali di lain waktu,” ucapnya.

Sementara itu kampanye penerapan protokol kesehatan dan membangun kepedulian masyarakat atas bahaya dan dampak Covid-19 harus gencar dilakukan.

Karena pada saat ini terdapat indikasi masyarakat yang semakin abai terhadap Covid-19.

Ada yang tidak percaya dengan Covid-19 karena termakan informasi hoaks dan ada juga yang pasrah dan bosan dengan pandemi yang terlalu lama sehingga mereka kemudian menjadi kurang peduli dengan protokol kesehatan.

“Apalagi jika ada informasi kasus di Banjarmasin turun drastis sehingga “alarm kewaspadaan” semakin melemah,” tuturnya.

Khusus untuk jangka menengah dan panjang, digitalisi pasar tradisional perlu dilakukan untuk mengurangi tingkat kepadatan di pasar tradisional di masa pandemi.

Pihaknya juga agar di tengah pandemi, para pedagang dan pemasok tetap dapat berjualan dengan pasar yang lebih luas serta mampu bersaing dengan toko-toko online yang menggunakan marketplace.

“Pengkondisian ini tidak hanya untuk pasar tradisional tetapi juga bagi pusat perbelanjaan seperti Mal, Supermarket dan Hypermarket. Semuanya harus dilakukan secara adil,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Torehan Sejarah (1): Kalsel Pertama Kali Miliki Rel Kereta Api di Indonesia?
apahabar.com

Kalsel

Haul Guru Sekumpul, Polresta Banjarmasin Kerahkan Ratusan Personel
apahabar.com

Kalsel

9.180 Kasus Covid-19 di Kalsel Berujung Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Teror Kebakaran Sekolah di Barabai, Mabes Polri Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Kasus Eks Pemred Banjarhits.id, Jaksa Tegaskan Bebas Intervensi
apahabar.com

Kalsel

Kodim 1007/Banjarmasin Gelar Pembinaan Tata Ruang Wilayah Pertahanan Darat
Datu Kelampayan

Kalsel

Kubah Datu Kelampayan Sudah Dibuka untuk Peziarah, Makam Guru Sekumpul Kapan?
apahabar.com

Kalsel

Asap Masih Terasa, Hujan Intensitas Ringan dan Sedang Pun Mewarnai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com