Biang Prostitusi Anak di Banjarmasin, Takut Diantar ke Panti karena Utang Kreditan Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan

Pedofil di Prabumulih Sumsel Cabuli 35 Anak Sejak 1992

- Apahabar.com Selasa, 11 Mei 2021 - 17:26 WIB

Pedofil di Prabumulih Sumsel Cabuli 35 Anak Sejak 1992

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, PALEMBANG – Polres Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap Rusdiono (44) tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur. Kepada penyidik kepolisian, tersangka mengaku sudah mencabuli 35 orang anak sejak 1992.

Kasat Reskrim Polres Prabumulih Ajun Komisaris Abdul Rahman mengatakan penyidik mulai memburu tersangka setelah mendapatkan laporan dari salah satu korbannya pada akhir 2020 lalu. Sejak saat ini, penyidik mulai mencari keberadaan tersangka Rusdiono.

Hingga akhirnya polisi melacak keberadaan tersangka yang tengah bersembunyi di perkebunan kopi perbatasan antara Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dengan Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan, Lampung.

“Tersangka ditangkap di sebuah pondokan di tengah perkebunan kopi milik warga. Kawasan tersebut merupakan perbukitan, anggota menempuh medan yang agak sulit untuk menangkap pelaku,” ujar Abdul, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (11/5).

Berdasarkan pengakuan tersangka Abdul berujar, tersangka merasa bahwa dirinya memiliki perilaku penyimpangan seksual sehingga menyasar anak di bawah umur. Para korbannya berusia 8-15 tahun yang merupakan anak tetangga dan tempat kerja, serta orang tidak dikenal.

Modus tersangka melancarkan aksinya dengan cara mengiming-imingi diajak makan, diberi uang jajan, hingga menawari rokok sehingga mau ke rumah tersangka dan diajak menginap.

“Tersangka mengaku dirinya merasakan punya kelainan orientasi seksual untuk memuaskan hasratnya dengan sesama jenis, terutama anak-anak,” kata dia.

Berdasarkan pengakuan Rusdiono juga, tersangka pernah menjadi korban pencabulan pada umur tujuh tahun oleh kerabatnya. Setelah kejadian itu, tersangka trauma dan terdorong untuk melakukan pencabulan kepada orang lain. Tersangka mengaku pernah menikah dengan wanita untuk menghilangkan kelainan tersebut, tapi istrinya meninggal pada 1998 lalu.

“Sejauh ini penyidik masih akan mendalami kemungkinan korban lain. Sementara pengakuan pelaku ada 35 orang dan akan kami cari identitas korban tersebut,” ujar dia.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Perpustakaan Kota Yogyakarta Operasikan Layanan Silvia
Bandung

Nasional

Sudah Divaksin, Sekda Kota Bandung Positif Covid-19
Otsus

Nasional

Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua
apahabar.com

Nasional

Ketua PP Muhammadiyah: Pemilu Jangan Membuat Retak Bangsa
Rizieq

Nasional

Masa Penahanan Habib Rizieq Berakhir Hari Ini, Langsung Diperpanjang?
apahabar.com

Kalsel

Pemkab Tapin Sangkal Klaim KLHK soal Kawasan Hidrologis Gambut

Nasional

Aturan Perjalanan di Dalam Negeri Diperbarui, Simak Ketentuannya
apahabar.com

Nasional

Jemaah  Haji yang Hilang Karena ke Toilet Masih Belum Ditemukan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com