Kapten TNI Tewas Ditembak OTK di Aceh Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Satu Sekarat Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Pria Tewas Bersimbah Darah Jalan Tambang Sisakan Lumpur di Tapin, Warga Ngadu ke DPRD Kalsel Penyerangan Brutal Jurkani di Tanbu, Komnas HAM hingga LSPSK Turun Tangan

Pegawai KPK Kritik Penanganan Staf Tak Lolos TWK: Tak Jelas

- Apahabar.com     Sabtu, 15 Mei 2021 - 21:56 WITA

Pegawai KPK Kritik Penanganan Staf Tak Lolos TWK: Tak Jelas

Ilustrasi gedung KPK. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Pegawai fungsional di Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Benydictus Siumlala mengkritik ketidakjelasan konsep penataan kepegawaian bagi 75 pegawai yang dinonaktifkan karena tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).

Menurut Beny, SK penonaktifan yang ia terima tak jelas menyebutkan status dirinya di lembaga antirasuah. Menurut dia, SK pemberhentian hanya memintanya menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsung.

“Kami ini akan dipecat, dididik, dites ulang, atau malah diputuskan melanggar kode etik, atau bagaimana? Tidak jelas. Kami ini akan tidak bekerja hingga kapan? Tidak jelas juga,” kata Beny dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (15/5).

Dia menilai pernyataan Juru Bicara KPK terkait hal itu juga tak menyebutkan dengan jelas. Kata Beny, Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam rilisnya hanya meminta 75 pegawai yang tak lulus, termasuk dirinya menyerahkan tugas dan “tanggung jawab”, namun hak dan “tanggung jawab” mereka masih berlaku aktif.

“Kami diperintahkan menyerahkan tugas dan ‘tanggung jawab’, sementara dikatakan juga bahwa hak dan ‘tanggung jawab’ kami masih berlaku aktif,” ucapnya.

Tak lupa, Beny pun menilai TWK–sebagai bagian dari proses alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN)– yang dilakukan dengan proses yang tertutup dan mendadak berbahaya bagi lembaga antirasuah.

Misalnya, kata dia, TWK baru disosialisasikan seminggu sebelum tes. Menurutnya, kartu ujian peserta yang diberikan Badan Kepegawaian Negara (BKN) tanpa sepengetahuan SDM KPK. Ketidakjelasan itu termasuk hasil tes yang disegel dan baru sepekan kemudian dibuka.

“Hasil yang disegel enggak jelas begitu dan butuh satu minggu lebih baru dibuka, banyak,” kata dia.

Dia turut menilai proses wawancara juga janggal. Kata Beny, ia diwawancara oleh dua orang. Sementara, orang lain diwawancara satu orang. Pewawancara pun, kata dia, tak memperkenalkan diri, dan proses wawancara juga tak direkam.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan bahwa nasib 75 pegawai yang dinonaktifkan karena tak lulus TWK akan diputuskan lebih lanjut. Saat ini, katanya, KPK telah meminta mereka menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan.

“Dapat kami jelaskan bahwa saat ini pegawai tersebut bukan nonaktif karena semua hak dan tanggung jawab kepegawaiannya masih tetap berlaku,” katanya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Viral Kasus Intip Payudara Pelanggan via CCTV, Apa Kata Psikolog
apahabar.com

Nasional

Titi Wati Berbobot 350 Kg, Bakal Dibedah Dokter RS Udayana
apahabar.com

Nasional

Ketinggian Banjir di Bekasi Capai 2 Meter
Rachmad Gobel Serahkan Seluruh Gajinya Atasi Covid-19

Nasional

Rachmad Gobel Serahkan Seluruh Gajinya Atasi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Djoko Tjandra Ditangkap di Malaysia!
apahabar.com

Nasional

Pergub DKI Tidak Atur Operasi Yustisi Masker di PSBB Transisi Jakarta
Marzuki Alie dan AHY. Foto-Net

Nasional

Marzuki Alie Gugat AHY, Sidang Perdana Digelar Hari Ini
RSD Wisma Atlet

Nasional

Nyaris Penuh, RSD Wisma Atlet Tidak Terima Pasien Covid-19 Tanpa Gejala
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com