Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif Skenario Kelolosan di Grup B dan C: Harapan Terakhir Denmark, Ukraina Cari Imbang Isi Tuntutan Lengkap Demo #SAVEKPK di Banjarmasin: Pecat Firli hingga Ketua BKN!

Pembukaan Pasar: Rupiah Stagnan di Rp 14.280/US$

- Apahabar.com Selasa, 18 Mei 2021 - 10:16 WIB

Pembukaan Pasar: Rupiah Stagnan di Rp 14.280/US$

Ilustrasi rupiah. Foto-Suara Pembaruan/Ruht Semiono

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) stagnan pada pembukaan perdagangan pasar spot hari ini, setelah mencatat pelemahan 0,6% kemarin.

Melansir CNBC Indonesia Selasa (18/5/2021), US$ 1 dibanderol Rp 14.280/US$ di pasar spot. Rupiah stagnan alias sama persis dengan penutupan perdagangan kemarin.

Sebelumnya, setelah membukukan penguatan 4 pekan beruntun rupiah akhirnya anjlok melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin kemarin (17/5/2021).

Risiko lonjakan kasus penyakit virus corona (Covid-19) membuat rupiah melemah hingga 0,6% ke Rp 14.280/US$ kemarin. Dengan kondisi tersebut, rupiah masih akan tertekan pada hari ini, Selasa (18/3/2021).

Pasca-libur Lebaran, pelaku pasar malah dibuat cemas akan virus corona. Sebab, meski sudah dilarang, masih banyak warga yang mudik Lebaran, begitu juga tempat-tempat wisata yang penuh. Hal tersebut tentunya berisiko meningkatkan kasus Covid-19.

Apalagi Singapura, Malaysia, dan Taiwan kembali mengetatkan pembatasan sosial bahkan menerapkan lockdown.

Saat kondisi tersebut, dolar AS yang dianggap sebagai safe haven tentunya akan diuntungkan. Apalagi pada pekan lalu data dari AS menunjukkan inflasi yang sangat tinggi.

Jika berlanjut hingga beberapa bulan ke depan, tentunya akan menjadi pertimbangan bagi bank sentral AS (The Fed) untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari proyeksi sebelumnya.

Secara teknikal, rupiah yang disimbolkan USD/IDR kini kembali ke atas rerata pergerakan 100 hari (moving average 100/MA 100). Yang tentunya membuka ruang pelemahan lebih lanjut setelah menguat 4 pekan beruntun.

Rupiah mampu menguat sejak pertengahan April lalu setelah munculnya stochastic bearish divergence. Stochastic dikatakan mengalami bearish divergence ketika grafiknya menurun, tetapi harga suatu aset masih menanjak.

Munculnya stochastic bearish divergence kerap dijadikan sinyal penurunan suatu aset, dalam hal ini USD/IDR bergerak turun, atau rupiah akan menguat.
Namun, pada grafik harian Stochastic sudah memasuki wilayah jenuh jual (oversold).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Artinya, indikator Stochastic akan membatasi penguatan bahkan kemungkinan memicu koreksi. Ditambah dengan posisi rupiah kembali ke atas MA 100 risiko koreksi menjadi lebih besar.

MA 100 di kisaran Rp 14.240 hingga Rp 14.250/US$ kini menjadi support terdekat. Selama tertahan di atasnya rupiah berisiko melemah ke 14.310/US$. Jika level tersebut juga dilewati rupiah akan semakin lemah menuju MA 200 di kisaran Rp 14.360 hingga Rp 14.370/US$.

Sementara jika mampu menembus ke bawah MA 100 lagi, rupiah punya peluang menguat ke 14.200/US$.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ilustrasi. Foto-Istimewa

Ekbis

Kalsel Alami Inflasi, Diduga Akibat Naiknya Harga pada Indeks Pengeluaran
apahabar.com

Ekbis

Jelang Ramadan, Minyak Tanah Mulai Ramai Diburu
apahabar.com

Ekbis

Suku Bunga Turun, Repnas Dukung Jokowi-Ma’ruf
apahabar.com

Ekbis

Tiru Jakarta, Kaltim Andalkan Elektronik Retribusi
apahabar.com

Ekbis

231 Fintech Lending Ilegal Diblokir, OJK: Kalsel Aman dari Fintech Ilegal
apahabar.com

Ekbis

Menaker Minta Investor Amerika Kembangkan SDM Indonesia

Ekbis

Insentif Maskapai Segera Dibahas di Istana, Berapa Usulannya?
apahabar.com

Ekbis

Imbas Covid-19, Boeing PHK 6.770 Pekerja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com