Kecelakaan Maut di Sepagar Kotabaru, 2 Orang Tewas di Tempat Besok Jokowi ke Tanbu, Pangdam VI Mulawarman Turun Cek Pasukan Datang ke Banjarmasin, Jokowi Bakal Disambut Unjuk Rasa Kedok Perusahaan Pinjol Kotabaru Terbongkar: Nagihnya Pakai Ancaman, Kantor Jadi Tontonan Agenda Lengkap Jokowi di Kalsel, Ke Jhonlin Pakai Super Puma hingga Vaksinasi Serentak

Pengalaman Dirawat dengan Biaya 15 Juta, Maria Akui Jaminan dari BPJS Kesehatan

- Apahabar.com     Jumat, 7 Mei 2021 - 07:56 WITA

Pengalaman Dirawat dengan Biaya 15 Juta, Maria Akui Jaminan dari BPJS Kesehatan

Maria saat mengurus administrasi di Kantor BPJS Kesehatan Kandangan Cabang Barabai. Foto: Feri for apahabar.com

apahabar.com, KANDANGAN – Lima tahun sudah Maria Al Qiftiah terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Saat ini status kepesertaannya didaftarkan oleh pemerintah daerah di Hulu Sungai Selatan (HSS). Artinya iuran bulanannya ditanggung pemerintah setempat.

Pengalamannya mengenai JKN-KIS menarik disimak. Maria sempat khawatir dengan biaya rumah sakit belasan juta rupiah.

“Keluarga saya pernah rawat inap juga di RS Hasan Basry (RSHB) Kandangan HSS sampai beberapa hari. Kami diberi info saat itu biayanya kurang lebih sampai 15 juta rupiah,” kata Maria belum lama tadi.

Karena terdaftar JKN-KIS, seluruh biaya ditanggung oleh program BPJS Kesehatan ini.

“Luar biasa semua dijamin. Tidak ada biaya yang dikeluarkan oleh pihak keluarga sama sekali,” terang Maria.

Pengalaman Maria tentang JKN-KIS tidak hanya itu. Pada 2015 silam, dia juga menggunakan KIS untuk proses kelahiran anak di RSHB.

“Sempat bingung juga pada saat dinyatakan harus operasi caesar. Untungnya ada KIS yang menjamin semua layanan dan obat saat saya operasi itu,” kata Maria.

Hingga kini, lanjut Maria, putranya itu sering menggunakan KIS untuk berobat. “Sampai sembuh, seluruh biayanya ditanggung BPJS Kesehatan. Pelayanannya juga sangat baik, tidak ada deskriminasi,” imbuh Maria.

Dari sekian pengalamannya menggunakan KIS, Maria bersyukur seluruh anggota keluarganya tercover program itu.

“Rasanya tenang ketika saya dan keluarga sudah terdaftar. Jadi kalau sewaktu-waktu sakit, dijamin,” kata Maria.

Walaupun dia tak tau persis bagaiamana proses terdaftarnya dia dan anggota keluarganya yang lain, Maria mengucap rasa terima kasihnya kepada pemerintah di HSS.

Sebab dia maupun keluarga pernah menerima manfaat program itu secara langsung.

“Saya sendiri terkadang bingung bagaimana caranya dulu saya bisa didaftarkan. Namun pada saat menambahkan anak untuk masuk jadi peserta, saya langsung ke kantor BPJS Kesehatan,” tutup Maria Maria.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Pelayanan Terkendala, Fathur Tak Mau Telat Bayar Iuran JKN-KIS
Penandatangan perjanjian kerja sama antara BPJS Kesehatan Cabang Barabai dengan RSUD Datu Sanggul Tapin, Selasa (20/4).

BPJS Kesehatan Barabai

RSUD Datu Sanggul Tambah Unit Hemodalisa, Peserta JKN-KIS di Tapin Diuntungkan

BPJS Kesehatan Barabai

Tak Protes Gaji Dipotong, Syaiful Rasakan Manfaat JKN-KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Iuran BPJS Kesehatan Kembali ke Aturan Awal
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Husna Lega Kantongi KIS dari Bantuan Pemerintah

BPJS Kesehatan Barabai

Berkaca Pengalaman Nenek, Gadis 17 Tahun di HST Tenang Pegang KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Merasa Tenang Pegang JKN-KIS, Didik: Manfaatnya Besar
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Upaya BPJS Kesehatan Barabai Jaga Keberlangsungan JKN-KIS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com