Tiba di Banjarbaru, Presiden Jokowi Bertolak ke Banjarmasin Pak Jokowi! Siswa Peserta Vaksinasi Banjarmasin Tak Mau Sepeda Jokowi Tiba di Kalsel, Panggung Alalak Jadi Tontonan Warga BREAKING! Presiden Jokowi Tiba di Kalsel Jelang Peresmian, Jembatan Sei Alalak Belum Ditutup Total

Pengawasan Selama Ramadan, Loka POM Balikpapan Temukan 5 Ritel Jual Pangan Rusak dan Kadaluwarsa

- Apahabar.com     Rabu, 12 Mei 2021 - 16:43 WITA

Pengawasan Selama Ramadan, Loka POM Balikpapan Temukan 5 Ritel Jual Pangan Rusak dan Kadaluwarsa

Loka POM Balikpapan bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan membeberkan hasil pengawasan selama Ramadan. Foto-Riyadi

apahabar.com, BALIKPAPAN – Selama bulan suci Ramadan hingga menjelang lebaran, Loka POM Balikpapan bersama pihak Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan melakukan pengawasan terhadap 20 sarana ritel atau distributor.

Hasil dari pengawasan tersebut ditemukan 5 ritel atau distributor yang tidak memenuhi ketentuan, alias menjual barang yang rusak dan kadaluwarsa.

“Dari 20 sarana ritel atau distributor ini, ada 15 sarana ritel yang memenuhi ketentuan, namun ada 5 ritel yang tidak memenuhi ketentuan yakni karena 50 persem pangan rusak dan 50 persen pangan kadaluwarsa namun masih tetap dijual dan dipajang pada etalase,” kata Kepala Loka POM Balikpapan, dr Sumiaty Haslinda.

Alhasil pihaknya bersama Dinas Perdagangan meminta pihak ritel menarik kembali barang yang dijual tak layak dan kadaluwarsa tersebut agar diganti dengan yang layak. Selain itu pihak ritel juga diberi pembinaan.

“Kita lakukan pembinaan dalam bentuk pemusnahan ditempat atau bisa diretur kalau punya perjanjian dengan distributor. Kita lakukan juga pembinaan di tempat,” tambahnya.

Hal tersebut dilakukan lantaran barang yang rusak atau kadaluwarsa, selain merugikan konsumen juga berbahaya bagi kesehatan tubuh. Sebab kondisi barang yang rusak mudah terkontaminasi bakteri.

“Barang rusak itu biasanya penyok karena kebanyakan ditumpuk di gudang. Kalau sudah penyok, berlubang dan berkarat biasanya sudah terkontaminasi bakteri. Jadi tidak layak dijual,” terangnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

APBD Kaltim 2019, Wagub: Warga Hanya Dapat Rp 3,5 Juta/Tahun

Kaltim

Operasi Patuh Mahakam 2021 Dimulai, Ini Sasarannya
covid-19 balikpapan

Kaltim

Kasus Covid-19 Balikpapan Tertinggi di Kaltim, Gubernur: Itulah Nasib
Kebakaran Gunung Bugis

Kaltim

Polisi Olah TKP Kebakaran Gunung Bugis, Tim Labfor Bakal Tiba di Balikpapan

Kaltim

Terseret Arus, Pelajar di Balikpapan Ditemukan Meninggal
apahabar.com

Kaltim

Kunjungan Wisman ke Kaltim Capai 2.963 Orang
apahabar.com

Kaltim

Update Covid-19 Kaltim: Positif Bertambah 113 Kasus
Tanah Grogot

Kaltim

Dikira Asap dari Pembakaran Sampah, Ternyata 1 Rumah di Tanah Grogot Ludes
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com