Jurkani Dibacok, Tim Macan Kalsel Turun Gunung Advokat Jurkani Dibacok OTK di Angsana Menguji Klaim Jembatan Sei Alalak Antigempa hingga Tahan Seabad Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan

Penipu Berkedok Sumbangan Masjid dan Pesantren Digulung Polres Kotabaru

- Apahabar.com     Senin, 10 Mei 2021 - 19:41 WITA

Penipu Berkedok Sumbangan Masjid dan Pesantren Digulung Polres Kotabaru

Wakapolres Kotabaru bersama Kasat Reskrim, Ketua MUI dan Kabag Kesra Setda Kotabaru dalam press rilis pengungkapan jaringan peminta sumbangan bodong. Foto: apahabar.com/Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Kerap meresahkan masyarakat, jaringan penipuan berkedok sumbangan masjid dan pesantren disergap Macan Bamega Satreskrim Polres Kotabaru.

Total lima pelaku diamankan Macan Bamega di tempat berbeda. Dalam melancarkan aksi, mereka mengatasnamakan Masjid Agung Husnul Khotimah dan salah satu pondok pesantren di Kotabaru.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang curiga dengan gerak-gerik pelaku. Selanjutnya mereka diamankan di tempat berbeda,” jelas Wakapolres Kotabaru, Kompol Yuliannoor Abdi, Senin (10/5).

Dalam sehari, pelaku yang merupakan warga Kabupaten Paser di Kalimantan Timur ini dapat mengumpulkan dana sebesar Rp4 juta per hari.

Lantas setelah beberapa hari beraksi di Kotabaru, mereka telah menyetor dana senilai Rp80 juta kepada seseorang yang disebut sebagai koordinator.

“Kelima orang tersebut memiliki perang masing-masing. Empat orang sebagai peminta sumbangan, sedangkan seorang lagi menjadi koordinator,” beber Yuliannoor Abdi.

“Aksi pelaku tidak hanya merugikan masyarakat. Namun juga nama baik pengurus masjid dan pesantren yang dicatut dalam kotak amal, disertai surat dan stempel palsu,” tambahnya.

Sementara Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kotabaru memastikan sumbangan tempat ibadah dan pesantren telah jelas diatur dalam regulasi.

“Kegiatan menjalankan atau permintaan sumbangan di tingkat kabupaten maupun kecamatan, sudah memiliki aturan tersendiri dan mesti mengantongi rekomendasi Sekda,” tegas Zabidi, Kabag Kesra Setda Kotabaru.

Selain lima pelaku, beragam barang bukti penipuan berkedok sumbangan amal itu telah diamankan di Mapolres Kotabaru untuk diproses hukum lebih lanjut.

Jaringan pelaku dikenakan Pasal 378 KUHP junto Pasal 55 dengan ancaman pidana paling lama empat tahun penjara.

“Aksi yang dilakukan pelaku merupakan penipuan, serta melanggar aturan hukum dan agama,” seru Mukhyar Darmawi, Ketua MUI Kotabaru.

“Ramadan semestinya dijadikan sebagai ajang berlomba meraih pahala yang berlipat, bukan menipu sesama dengan dali aman,” pungkasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kota Baru

Warga Pulau Laut Tengah Kotabaru Akui Bekantan di Wilayahnya Masih Banyak
bantuan

Kota Baru

Bank Syariah Indonesia Sumbang Rp10 Juta untuk Pembangunan Masjid Yazidatul Ula Kotabaru

Kota Baru

Hari Kemerdekaan RI, Destinasi Wisata Kotabaru Sepi Pengunjung
Bupati Kotabaru

Kalsel

Pemekaran DOB Tanah Kambatang Lima Diberi Lampu Hijau Bupati Kotabaru
lapas kotabaru

Kalsel

Petugas dan Ratusan Warga Binaan Lapas Kotabaru Jalani Vaksinasi
PT Bersama Sejahtera Sakti

Kalsel

Dimediasi Kapolres, Ratusan Warga Akhirnya Sepakat Membuka Portal Jalan di Kotabaru
Korban

Kota Baru

Sedap, Bantuan Ikan Asin dan Produk Asli Kotabaru untuk Korban Banjir Kalsel Mulai Disalurkan

Kota Baru

Diguyur Hujan, Permukiman Warga di Jalan Borneo Kotabaru Longsor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com