Belasan Terduga Pelaku Prostitusi Online Diamankan Polres Banjarbaru, 6 Masih di Bawah Umur Jelang Iduladha, Kalsel Siapkan Belasan Ribu Hewan Kurban MK Tunda Sidang, H2D Tetap Pede Diskualifikasi BirinMU Prostitusi Online di Banjarmasin Seret Anak-Anak, Sudah Puluhan Remaja Terjaring! 8 Tuntutan Mahasiswa Kalsel Saat Aksi #SaveKPK Sampai ke Sekretariat Presiden

Perang Meriam Karbit Desa Pekauman vs Mekar, Warga: Tradisi yang Harus Dipertahankan!

- Apahabar.com Kamis, 13 Mei 2021 - 18:01 WIB

Perang Meriam Karbit Desa Pekauman vs Mekar, Warga: Tradisi yang Harus Dipertahankan!

Ramai warga Desa Pekauman Ulu "perang" meriam karbit dengan Desa Mekar. Keduanya bersebrangan dibatasi Sungai Martapura, Kamis (13/5) sore. Foto-apahabar.com/hendralianor

apahabar.com, MARTAPURA – Dalam suasana lebaran Idulfitri 1442 H, Warga Desa Pekauman Ulu melakukan “perang” meriam karbit di bantaran Sungai Martapura, Kamis (13/5) sejak siang hingga sore.

Suara keras menggelegar silih berganti. Perang meriam karbit dilakukan oleh dua kelompok warga yang saling bersebrangan, yang dibatasi Sungai Martapura.

Yakni antara warga Desa Pekauman Ulu dan Desa Mekar, Kecamatan Martapura Timur.

Kelompok Pekauman Ulu tampak belasan meriam yang terbuat dari besi itu berjejer menghadap ke arah Desa Keramat. Begitu juga sebaliknya.

Ukuran meriam bervariasi, dari yang kecil yang panjangnya tidak lebih dari 3 meter, hingga yang agak besar dengan panjang kurang lebih 5-6 meter berdiameter antara 20-25 centimeter.

Tampak warga antusias menonton pertempuran meriam karbit tersebut. Bahkan ada emak-emak yang berani menyalakan meriam karbit.

Menurut Hanafi, salah satu tokoh pemuda desa setempat mengatakan kegiatan meriam karbit ini sudah menjadi kebiasaan warga sejak ratusan tahun lalu, yang dilakukan tiap Ramadan dan puncaknya di hari lebaran.

Sehingga, menurutnya, sudah sangat melekat dengan masyarakat bahkan menjadi tradisi tahunan.

Perihal larangan menyalakan meriam karbit, ia berujar larangan hanya sampai malam hari lebaran saja.

“Tradisi ini patut dilestarikan, karena ini salah satu kearifan lokal. Warga sini pun antusias, ini buktinya kan banyak orang berdatangan untuk melihat langsung,” ujarnya kepada apahabar.com.

Selain itu, tambah Hanafi lagi, kegiatan meriam karbit ini juga berdampak positif bagi perekonomian warga sekitar.

“Lihat saja kios sampai dagangan di pinggir jalan semuanya dikerumuni pembeli,” katanya.

Ia berharap, ke depannya pemerintah tidak menghapus kegiatan meriam karbit ini, namun mengatur sedemikian rupa agar tetap berjalan dan aman.

Perang’ Meriam Karbit Dibubarkan Polisi, Satu Ditenggelamkan ke Sungai Martapura

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tak Larang Mahasiswa Demo UU Cipta Kerja, ULM Banjarmasin: Itu Hak Konstitusional!
apahabar.com

Kalsel

DPRD Banjarmasin Sahkan Perda Pertanggungjawaban Anggaran 2018
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Gelar Diklat, Sekdaprov Ingin Peningkatan Tata Kelola Administrator
Dekat dengan Pemukiman, Warga Telawang Tolak Pembangunan TPS

Kalsel

Dekat dengan Pemukiman, Warga Telawang Tolak Pembangunan TPS
Pegawai Kontrak

Banjarmasin

Miris, Pegawai Kontrak Dinkes Banjarmasin 4 Bulan Belum Gajian
apahabar.com

Kalsel

Banjir Sampanahan Kotabaru: Air Surut, Gagal Panen Mengancam
Guru Besar ULM

Kalsel

Bak Main Yoyo, Guru Besar ULM Banjarmasin Soroti PPKM Besok
apahabar.com

Kalsel

Mengenal Lebih Dekat Duta Bahasa Kalsel dan Tantangannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com