Lakalantas Depan BRI Unit Padang Tala, 1 Orang Tewas Gegara Rapid Antigen Bekas, Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Brakkkk!! Mobil Relawan Kebakaran di Banjarmasin Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas Lakalantas di Angkinang HSS, Warga Haruyan HST Tewas di Tempat H+4 Idulfitri, Arus Balik Mudik dari Kalsel ke Kaltim Meningkat

Perkasanya Rupiah Lawan Mata Uang Dunia

- Apahabar.com Minggu, 2 Mei 2021 - 12:30 WIB

Perkasanya Rupiah Lawan Mata Uang Dunia

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Pekan ini nilai tukar rupiah sukses membukukan penguatan melawan dolar Amerika Serikat (AS).

Tidak hanya itu, rupiah juga berjaya melawan mayoritas mata uang dunia. Aliran modal yang mulai masuk ke Indonesia membuat mata uang garuda perkasa.

Melansir CNBC Indonesia, Minggu (2/5) rupiah menguat 0,55% ke Rp 14.440/US$ sepanjang pekan ini. Dengan demikian, rupiah sukses membukukan penguatan dua pekan beruntun setelah sebelumnya tak pernah menguat selama sembilan pekan. Catatan tersebut merupakan yang terburuk sejak September 2015, saat itu rupiah melemah 11 pekan beruntun.

Sementara itu melawan mata uang Eropa, rupiah juga berjaya. Euro dibuat melemah 1,22%, sementara poundsterling turun ke bawah Rp 20.000/GBP lagi. Krona Swedia menjadi mata uang yang paling merosot melawan rupiah di Eropa, sebesar 1,6%.

Dari Asia, rupiah paling kuat melawan yen Jepang. Penguatan selama lima hari perdagangan tercatat sebesar 1,71%. Persentase tersebut juga merupakan yang terbesar dibandingkan mata uang lainnya di dunia.

Meski demikian, rupiah masih melemah melawan beberapa mata uang, bahkan nyaris 1% melawan dolar Kanada. Rupee India, baht Thailand dan dolar Taiwan menjadi mata uang yang juga mampu menguat melawan rupiah.

Aliran modal mulai masuk lagi ke dalam negeri di pasar obligasi. Di pasar sekunder, melansir data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, sepanjang bulan ini hingga 28 April terjadi capital inflow di pasar obligasi nyaris Rp 10 triliun. Hal tersebut tentunya menjadi kabar bagus, setelah terjadi capital outflow Rp 20 triliun sepanjang bulan Maret.

Dari pasar primer, hasil lelang Surat Utang (SUN) pemerintah Selasa lalu mulai ramai peminat. Incoming bid mencapai Rp 52,75 triliun, sedangkan pada lelang SUN sebelumnya sebesar Rp 42,97 triliun.

Pemerintah menetapkan target indikatif sebesar Rp 30 triliun dan yang dimenangkan sebesar Rp 28 triliun lebih baik dari lelang sebelumnya Rp 24 triliun.

Hal tersebut terjadi setelah yield obligasi (Treasury) Amerika Serikat (AS) yang mulai turun dari level tertinggi sejak Januari 2020. Penurunan tersebut membuat selisih yield dengan SUN kembali melebar, sehingga aliran modal perlahan kembali ke Indonesia.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ekbis

Harga Minyak Naik 6% Dalam Seminggu, Ternyata Ini Penyebabnya
apahabar.com

Ekbis

Gegara Pandemi, Penjualan Motor Diprediksi Anjlok hingga 45 Persen
apahabar.com

Ekbis

Berkah Ramadan, Rp10 Juta Bawa Pulang Mobil!
Rupiah

Ekbis

Kembali Perkasa, Rupiah Sentuh Level Psikologis Rp 14.000 per Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Penuhi Kebutuhan Gas Pembangkit Listrik, PGN Genjot Utilasi LNG
Dolar AS

Ekbis

Sore Ini, Dolar AS Tekan Rupiah ke Rp14.595
The Fed

Ekbis

Indikasi Kebijakan Longgar The Fed, Rupiah Berpeluang Menguat
apahabar.com

Ekbis

Penjualan Emas Freeport Turun 24 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com