BREAKING! Warga “Bagandang Nyiru” Cari Ibu Muda yang Hilang di Cukan Lipai HST Kades-BUMDes Saradang Tabalong Ancam Polisikan Warga Penyebar Berita Bohong Kalah 39 Ribu Suara, H2D Pinta MK Kesampingkan Ambang Batas Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas Polemik Dugaan Penyelewengan Dana Bumdes Saradang Tabalong Kembali Meruncing

Pj Gubernur Kalsel Dukung Pengelolaan KRB Jadi Pusat Pengembangan Tanaman

- Apahabar.com Minggu, 30 Mei 2021 - 10:28 WIB

Pj Gubernur Kalsel Dukung Pengelolaan KRB Jadi Pusat Pengembangan Tanaman

Kebun Raya Banua milik Pemprov Kalsel. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Pemprov Kalsel terus meningkatkan pengelolaan Kebun Raya Banua (KRB) menjadi salah satu pusat pengembangan tanaman dan sekaligus sebagai lokasi wisata yang menarik.

“Kita kembangkan juga tempat ini menjadi pusat studi keanekaragaman hayati yang sangat menarik. Di pulau Jawa sudah ada, yakni Kebun Raya Bogor. Kita harus punya juga yang hebat di Kalimantan,” ujar Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, Minggu (30/5).

Agar diminati wisatawan, kata Safrizal, secara perlahan pemerintah bakal mengembangkan infrastruktur pendukung di KRB.

“Aspek bisnisnya juga dihidupkan. Misalnya ada pembibitan yang bisa dijual,” singkat dia.

Sebelumnya, Kebun Raya Banua (KRB) kini telah resmi dibuka kembali, setelah mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 Banjarbaru.

KRB milik Pemprov Kalsel ini sempat tutup selama satu tahun lebih karena pagebluk Covid-19.

Kepala UPTD KRB, Agung Sriyono mengatakan, kebun yang lokasinya tak jauh dari Setdaprov Kalsel itu dibuka setelah pihaknya mendapatkan izin dari Satgas Penanganan Covid-19 Banjarbaru.

“Kemarin waktu Ramadan sempat dibuka. Namun ditutup lagi. Karena ada arahan Wali Kota Banjarbaru, lalu kami buka lagi,” ujarnya, Minggu (30/5).

Namun, Kebun Raya Banua ini dibuka untuk umum hanya saat hari kerja. Dari Senin hingga Jumat, pukul 08.00 sampai 16.00 Wita. Sedang Sabtu dan Minggu ditutup.

“Ini dikarenakan pandemi Covid-19 di Kalsel, khususnya di Banjarbaru belum melandai. Jadi tidak bisa langsung membuka KRB ini setiap hari,” bebernya.

Selain membatasi jadwal kunjungan, Agung bilang, pihaknya juga menjaga protokol kesehatan di area Kebun Raya Banua dengan ketat.

“Apalagi sekolah sudah dibuka kembali nanti, banyak anak yang berkunjung,” imbuhnya.

Dibangun secara bertahap sejak 2013, Kebun Raya Banua kini menjadi lokasi konservasi tanaman, tempat penelitian, penyelidikan, jasa lingkungan dan destinasi wisata.

Mengenai konservasi, kebun raya itu lebih menekankan untuk pelestarian tumbuhan berkhasiat obat dan tumbuhan lainnya, yang memiliki nilai ilmu pengetahuan dan potensi ekonomi.

Selain tumbuhan obat, di kawasan itu juga menjadi lokasi penanaman buah-buahan dan tanaman yang mulai langka. Misalnya, beragam jenis durian Banua serta anggrek endemik Kalimantan.

Saat ini sudah ada banyak jenis tanaman di kebun raya yang terbagi menjadi 12 zona. Mulai dari zona tanaman obat, buah, kayu, tanaman air tawar dan sebagainya. Di samping itu, ada banyak spot menarik untuk berfoto. Seperti, taman labirin, embung dan lain-lain.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pemprov Kalsel

DP3A Dorong Percepatan PUG di Kalsel
APBN

Pemprov Kalsel

Realisasi DAK Fisik Kalsel dari APBN Baru 6 Persen
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Siap Ekspor, Pemprov Kalsel Bangun Nursery Kopi Semi-Modern
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Wamen LHK Resmikan Market Tahura Sultan Adam
ternak mati

Pemprov Kalsel

Puluhan Ribu Ternak Mati Akibat Banjir, Pemprov Kalsel Gencar Lakukan Pemulihan
Ekonomi Kalsel

Pemprov Kalsel

Kontraksi Saat Pandemi, Daerah Mesti Kolaboratif Bangun Ekonomi Kalsel
pemprov kalsel

Pemprov Kalsel

Posisi Pj Wali Kota Banjarmasin dan Pj Bupati Kotabaru Kosong, Pemprov Kalsel Tunggu Mendagri

Pemprov Kalsel

Gandeng Kepolisian Daerah, Dispersip Kalsel Akan Gelar Webinar Promosi Minat Baca
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com