Siapkan Kejutan di Gugatan MK Jilid II, H2D: Mohon Bersabar Sebulan… Raisya, Gadis Kelua Tabalong yang Hilang Sempat Ingin Mondok Alokasi Rp 1,5 M, Kawasan Siring Piere Tendean Banjarmasin Bakal Dipagar Dimotori Arul Efansyah, Eks Power Metal Dirikan Band XREAL Ditertibkan, Belasan Supeltas di Alalak Batola Diingatkan Jangan Pungli

Positif Covid di Indonesia Tambah 4.871 Kasus, Meninggal Dunia 192 Orang

- Apahabar.com Rabu, 19 Mei 2021 - 17:56 WIB

Positif Covid di Indonesia Tambah 4.871 Kasus, Meninggal Dunia 192 Orang

Ilustrasi Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Kasus baru positif virus corona (Covid-19) di Indonesia pada hari ini, Rabu (19/5) naik sebanyak 4.871 kasus.

Itu membuat kasus positif di Indonesia sejak awal pandemi sebanyak 1.753.101 kasus.

Satgas Pengendalian Covid-19 juga mencatat pada hari ini sebanyak 4.364 pasien dinyatakan sembuh, membuat total kasus sembuh berada di angka 1.616.603 pasien.

Sementara itu sebanyak 192 orang meninggal hari ini, membuat angka kematian secara kumulatif mencapai 48.669 kasus.

Jumlah spesimen yang diperiksa Satgas hari ini berada di angka 84.979 unit. Sementara itu total kasus aktif per hari ini sebanyak 87.829 kasus.

Pemerintah tengah mengantisipasi potensi lonjakan kasus imbas libur dan cuti lebaran pekan lalu.

Satgas Penanganan Covid-19 meminta agar satgas di daerah memastikan para pelaku perjalanan saat libur Lebaran yang baru berlalu untuk melakukan karantina diri selama 5 hari.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan karantina penting dan harus dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan terdekat pelaku perjalanan.

“Saya ingin mengingatkan kepada seluruh pelaku perjalanan untuk melakukan karantina lima kali 24 jam setelah kembali dari kampung halaman,” kata Wiku dalam konferensi pers virtual di Graha BNPB, dikutip dari CNN Indonesia, Jakarta, Selasa (18/5).

Selain pengendalian mobilitas warga, wacana penambahan vaksin juga dikuatkan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadwalkan kedatangan vaksin virus corona (covid-19) Novavax akan datang di bulan Juni dan dilanjutkan vaksin Pfizer yang akan didatangkan di Juli 2021.

Kedatangan dua merek vaksin itu diharapkan dapat membantu upaya akselerasi program vaksinasi nasional di semester dua atau Juni-Desember 2021. Sementara saat ini untuk program vaksinasi pemerintah hanya mengandalkan vaksin Sinovac dan AstraZeneca.

“Rencana di Juni Novavax ya, tapi ini masih dipastikan. Kalau Pfizer rencana Juli,” kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (19/5).

Indonesia sendiri sejauh ini telah mengamankan sebanyak 75,9 juta dosis vaksin yang telah tiba di tanah air. Rinciannya, sebanyak 68,5 juta dosis vaksin Sinovac, 6,4 juta dosis AstraZeneca melalui Covax Facility, 500 ribu dosis Sinopharm untuk program Vaksin Gotong Royong, dan 500 ribu dosis Sinopharm sumbangan Uni Emirat Arab.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Usulan RUU Permusikan Ditarik, Ini Alasan Anang Hermansyah
Ribuan Pekerja Migran Indonesia Pulang Melalui Batam

Nasional

Ribuan Pekerja Migran Indonesia Pulang Melalui Batam
apahabar.com

Nasional

Jokowi Ungkap Sederet Masalah Food Estate Penyelamat Pangan RI di Kalteng dan Sumut
Penjual Takjil

Nasional

Viral! Dagangan Tak Laku, Penjual Takjil Kolaka Pilih Baca Alquran
apahabar.com

Nasional

Afsel Konfirmasi Satu Penularan Lokal Covid-19
apahabar.com

Nasional

Gibran-Kaesang Masuk Bursa Wali Kota Surakarta, Jokowi: Maju Saja
apahabar.com

Nasional

Angkasa Pura I Raih PenghargaanThe 6th Indonesia Law Awards 2019
apahabar.com

Nasional

Andai Ibu Kota ke Kalimantan, Repnas: Kalsel Berpotensi Kembangkan Wisata Religi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com