Serangan Udara Israel di Gaza, Ratusan Warga Palestina Tewas H+3 Idulfitri, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Masih Sepi Bawa Sabu dari Kaltim, Warga HST Ditangkap di Pos Penyekatan Jaro Tabalong Banjir Satui Tanbu, Ratusan Warga Masih Mengungsi, Puluhan Ribu Terdampak Cuaca Cerah, Banjir di Satui Tanbu Berangsur Surut

Prinsip Gotong Royong pada JKN-KIS, Simak Paparan Guru SD di HSS

- Apahabar.com Sabtu, 1 Mei 2021 - 07:42 WIB

Prinsip Gotong Royong pada JKN-KIS, Simak Paparan Guru SD di HSS

Hariyandi menunjukkan JKN-KIS miliknya./Foto: Feri for apahabar.com.

apahabar.com, KANDANGAN – Hariyandi, salah satu guru SD di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menilai program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memiliki prinsip gotong royong.

Menurut Hariyandi, prinsip pada program yang digawangi BPJS Kesehatan itu ada pada pembayaran iuran bulanannya.

“Ada saling tolong menolong dalam pemenuhan kebutuhan jaminan kesehatan ini, antara satu peserta JKN-KIS dengan peserta lainnya ,” kata Hariyandi belum lama tadi.

Ambil contoh, seorang peserta JKN KIS pada suatu segmen kepesertaan membayar rutin iuran perbulannya. Dia jarang menggunakan KIS nya untuk berobat.

Kemudian salah satu peserta JKN-KIS lainnya sering menggunakan manfaat program tersebut. Anggap dia menderita gagal ginjal dan diharuskan cuci darah secara berkala tiap pekan.

Umumnya, biaya prosedur ini berkisar antara Rp800 ribu – Rp1,5 juta percuci darah.

Jika dihitung-hitung, misal peserta JKN-KIS ini terdaftar pada segmen Peserta Mandiri Kelas III, iurannya tidak mencukupi untuk biaya itu.

“Karena itu maka perlunya subsidi silang iuran dari peserta lain,” kata Hariyandi.

Dengan adanya iuran dari peserta lain dari berbagai segmen, kata Hariyandi, prosedur perawatan dan pengobatan peserta tersebut akhirnya bisa terjamin dan terlayani kesehatannya.

“Menurut saya, inilah wujud nyata prinsip kegotongroyongan pada program dari BPJS Kesehatan ini,” terang Hariyandi.

Prinsip gotong royong itu pernah dirasakan sendiri oleh Hariyandi yang sudah memegang KIS selama 2 tahun. Iuran bulanan JKN-KIS miliknya ditanggung pemerintah atau PBI.

Dia kerap menggunakan KIS ke Faskes Tingkat Pertama (FKTP) di Puskesmas Baruh Jaya. Dia sering mendatangi Poli Penyakit Dalam di sana.

“Kalau hanya iuran atas nama saya saja rasanya tidak mencukupi untuk menjamin saya. Maka perlunya subsidi silang iuran dari peserta lain tadi sehingga saya bisa terlayani,” kata Hariyandi.

BPJS Kesehatan pun dinilai Hariyandi juga sudah cukup baik. Terutama dalam menjalankan program JKN-KIS.

Kendati demikian, dia berharap BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program itu ada peningkatan dari segala aspek sehingga pelaksanaan program itu semakin komprehensif.

“Filosofinya sangat mulia. Penyelenggaraannya juga sudah cukup baik. Harapannya BPJS Kesehatan terus memberikan inovasi dalam pelayanan yang diberikan,” tutup Hariyandi.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

HSS

Pemkab HSS Gelar Bimtek Adipura Tahap 1
apahabar.com

HSS

Peringati Isra Mi’raj, PGRI HSS Diminta Solid
apahabar.com

HSS

Pemkab HSS Gandeng KSS
apahabar.com

HSS

Semarak Karnaval Pembangunan dan Mobil Hias di HSS
apahabar.com

HSS

Ahmad Fikry Buka Porseni Korpri
apahabar.com

HSS

Achmad Fikry : Agama dan Negara Harus Saling Menguatkan
apahabar.com

HSS

Luar Biasa, Napi Narkoba  40 Kali Khatam Alquran
apahabar.com

HSS

Pemkab HSS Menuju Teknologi Terintegrasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com