Golkar Banjar Terbelah, Antung Aman & H Rusli Saling Klaim Kepemimpinan INNALILLAHI, Nelayan Kerumputan Kotabaru Ditemukan Tak Bernyawa Geger Api di Liang Anggang, Relawan Sulit Jangkau Titik Api Kisah Istri Alm Brimob Kalsel Jadi Sopir Travel Demi Hidupi 8 Anak, Gaji Habis Bulan Depan Walau Ditentang, Pemkot Banjarmasin Ngotot Tertibkan Reklame

Sakit Hati Sering Diomeli Bangun Kesiangan, Suami Cekik Istri hingga Tewas

- Apahabar.com     Minggu, 9 Mei 2021 - 15:35 WITA

Sakit Hati Sering Diomeli Bangun Kesiangan, Suami Cekik Istri hingga Tewas

Ilustrasi pembunuhan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Achmadi (27), aktor utama pembunuhan sadis yang terjadi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menangis saat diinterogasi Polisi.

Warga Jalan Mufakat, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan itu tega menghabisi nyawa istrinya, Diyah (50).

Jasad Diyah ditemukan membusuk di dalam rumahnya di Jalan Desa Jonggon, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada 20 April lalu.

Dalam melancarkan aksinya Ahmadi tak sendiri, dia dibantu dua rekannya Fahmi (21) dan Syahrul (41) yang saatnya itu menginap di rumahnya.

Usai melakukan pembunuhan, ketiga tersangka itu kemudian melarikan diri ke Kalimantan Selatan. Hingga akhirnya mereka berhasil diringkus di mess salah satu pabrik arang di daerah Banjarbaru pada 30 April lalu.

Ketiga tersangka itu diringkus Tim Gabungan Macan Kalsel, Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Kalsel, Tim Aligator Polres Kukar, Buser Polres Banjarbaru dan Buser Polsek Banjarbaru Barat saat tertidur pulas sekitar pukul 23.00 Wita.

“Alhamdulillah kita berhasil ungkap kasus. Kasus pembunuhan korban istrinya,” ujar Kanit II Subdit III, Jatanras (Macan Kalsel), Ditreskrimum Polda Kalsel, AKP Gita Suhandi Achmadi.

Dari hasil interogasi Polisi, Achmadi mengakui telah membunuh istrinya. Dia mengaku membunuh Diyah dengan cara mencekik leher menggunakan seutas tali.

Adapun motif pembunuhan itu terjadi lantaran Achmadi sakit hati atas sikap Diyah yang sering mengomel gara-gara dia sering bangunan kesiangan.

“Setelah dia marah-marah langsung saya ikat lehernya pakai tali,” kata Achmadi menjawab interogasi Polisi.

Karena merasa kerepotan saat melakukan pembunuhan tersebut, Achmadi kemudian meminta Fahmi dan Syahrul tidur di luar untuk membantunya.

Diketahui kedua rekannya itu bertugas membelenggu kaki korban agar tak meronta. “Saat itu Fahmi dan Syahrul tidur di luar. Saya panggil untuk membantu,” katanya.

Sebelum meninggalkan lokasi pembunuhan, ketiga tersangka itu sempat membakar tali yang digunakan untuk mencekik korban dengan cara dibakar.

“Talinya seperti kain berwarna kuning. Iya saya bakar di dapur. Achmadi yang nyuruh,” kata Fahmi menyahut interogasi Polisi.

Usia ditangkap ketiga tersangka itu pun kemudian dibawa ke Polres Kukar, Kalimantan Timur guna dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

560 ASN Sumringah, Pemkab Kotabaru Lantik Besar-besaran
apahabar.com

Kalsel

Curi Motor Saat Mabuk, Perantau di Tapin Dibekuk
Kabar Baik

Kalsel

Kabar Baik, 6 Pasien Covid-19 Kotabaru Sembuh
Tarif Sewa Meter

Kalsel

Polemik Penyesuaian Tarif Sewa Meter, Wali Kota Banjarmasin Buka Suara
95 Persen

Kalsel

H-1, Kalsel 95 Persen Siap Laksanakan Pilkada Serentak 2020
apahabar.com

Kalsel

Geger! Pria Renta Terbujur Kaku di Kebun Karet Tanah Bumbu
Banjarmasin Sekumpul

Kalsel

BREAKING! Satgas Covid-19 Rilis Imbauan Haul Guru Sekumpul di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Angka Kesembuhan di Kalsel 40,2 Persen, Total 2.034 Pasien Negatif Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com