Megaproyek Kereta Api Kalsel Belok ke Jorong: Tak Mudah Mengintegrasikan KEK Breaking News! Bangunan Pasar Lima Ambruk, 4 Orang Sempat Terjebak Pengemudi Ojol Lebih Memilih Pakai Motor Konvensional Dibanding Motor Listrik, Terungkap Alasannya Samsung Galaxy A23 5G Dirilis, Spesifikasinya Dirancang untuk Generasi Milenial Di Tengah Krisis Pangan, Jokowi Sentil Kecilnya Porsi Startup Agrikultur

Salat Ied di Lapangan Terbuka Dibolehkan, Gubernur: Yang Penting tak Najis

Setelah sebelumnya pernyataan dari Wali Kota Balikpapan terkait larangan pelaksanaan Salat Ied di lapangan terbuka, rupanya pernyataan berbeda
- Apahabar.com     Rabu, 5 Mei 2021 - 16:51 WITA

Salat Ied di Lapangan Terbuka Dibolehkan, Gubernur: Yang Penting tak Najis

Gubernur Kaltim Isran Noor menjelaskan kepada awak media terkait larangan mudik dan salat ied di Lapangan SPN, Balikpapan. Foto-apahabar.com/Riyadi

apahabar.com, BALIKPAPAN – Setelah sebelumnya pernyataan dari Wali Kota Balikpapan terkait larangan pelaksanaan Salat Ied di lapangan terbuka, rupanya pernyataan berbeda kembali dilontarkan oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor.

Dimana untuk pelaksanaan Salat Ied di lapangan terbuka rupanya dibolehkan oleh Isran dengan beberapa catatan. Bahkan Isran mendukung pelaksanaan Salat Ied di lapangan terbuka lantaran lebih luas dan dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19.

“Di lapangan terbuka boleh, malah boleh karena kan lebih luas. Lapangan bola bisa, sepanjang lapangan bolanya bersih dan tidak ada najis, tapi tetap protokol kesehatan,” kata Isran usai menghadiri Apel Operasi Ketupat di Lapangan SPN, Balikpapan pada Rabu (5/5).

Isran mengatakan bahwa pelaksanaan Salat Ied harus betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Bahkan ia menyarankan agar masyarakat mempertimbangkan betul-betul pelaksanaan Salat Ied agar tidak menjadi penularan Covid-19.

“Tetap protokol kesehatan, salat Idulfitri itu sunnah, nggak wajib tapi setahun sekali dilaksanakan dengan kondisi Covid-19 ini tentu dengan persyaratan protokol kesehatan yang sudah disampaikan dan sudah dilakukan payung hukumnya, larangannya dalam pelaksanaan tertentu tidak boleh dilakukan. Seperti biasanya jarak antara satu orang dengan yang lainnya di barisan saf itu kan rapat, nah ini nggak,” jelasnya.

Isran juga menanggapi perihal wanita dan anak-anak yang disarankan untuk tidak salat ied di Masjid. Menurutnya hal tersebut juga sangat baik lantaran kesehatan umat lebih penting.

“Bukan hanya anak-anak, orang tua pun dianjurkan untuk tidak ikut melaksanakan. Kalau pun ikut ya harus dipertimbangkan betul-betul protokol kesehatannya,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Lirik Dakwah di Media Sosial, LDNU Banjar: Tetap Mengutamakan Kesantunan
apahabar.com

Tak Berkategori

Regulasi IMEI Memungkinkan Blokir Ponsel Hilang
apahabar.com

Tak Berkategori

Ma’ruf Amin Buka-bukaan Soal Pencalonannya
apahabar.com

Tak Berkategori

6 Bulan Tutup, Wilayah Adat Desa Haratai Akhirnya Dibuka untuk Umum

Tak Berkategori

Ganti Rugi Belum Dibayar, Pemilik Lahan Bakal Tutup Akses Menuju Pulau Balang Balikpapan

Tak Berkategori

Presiden Jokowi: Smelter Freeport di Gresik Buka 40 Ribu Lapangan Kerja

Tak Berkategori

PSU Pilwali Banjarmasin, Pemilik Suara Tetap Antusias
apahabar.com

Tak Berkategori

Sambut Kapolda, Polres Banjar Siap Wujudkan WBBM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com