Kucurkan Rp2 Miliar, Banjarmasin Tancap Gas Perpanjang PPKM Mikro Lagi, Polres Tabalong Tangkap Pemilik Senjata Api Ilegal Blakblakan Duta Mall Banjarmasin Terpaksa Tutup Selama Lebaran Viral Pria Bersajam Vs Polisi-Warga di Nagasari Banjarmasin, Pelaku Diancam Pasal Berlapis! Sidang Kedua, Eks Dirut Baramarta Kukuh Hasil Korupsi Dinikmati Berjemaah

Sempat Melambung Tinggi, Harga Cabai di Tapin Mulai Turun

- Apahabar.com Sabtu, 1 Mei 2021 - 08:46 WIB

Sempat Melambung Tinggi, Harga Cabai di Tapin Mulai Turun

Ilustrasi cabai. Foto-Ist

apahabar.com, RANTAU – Harga cabai di Kabupaten Tapin mulai turun setelah sempat melambung tinggi.

Di Pasar subuh Keraton Raya, Sabtu (1/5), harga cabai rawit tiung eceran yang sebelumnya dijual Rp140 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 60 ribu.

Sedangkan rawit taji Rp140 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram.

“Sejak 5 hari lalu, alhamdulillah harga mulai turun. Menjualnya jadi lebih mudah. Cabai ini datang dari Barabai dan Kandangan,” ujar Mida, pedagang setempat.

Di pasar yang sama, harga cabai merah keriting juga mengalami penurunan. Sebelumnya Rp 60 ribu, tapi sekarang menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

“Cabai hijau sempat kosong beberapa hari lalu. Namun, sekarang sudah tersedia. Harga eceran nya sekitaran Rp 50 ribuan perkilogram,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Tapin, H Harliansyah mengungkapkan, harga cabai berangsur naik sejak Januari 2021 tadi, terutama harga cabai rawit segar.

“Untuk cabai rawit bisa mencapai Rp120 ribu perkilo gramnya. Untuk yang jenis cabai lainnya harga relatif normal,” timpalnya.

Kenaikan itu, menurut dia, dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya karena musim penghujan yang membuat produksi menurun. Itu belum ditambah dengan suplai yang terhambat karena banjir.

“Faktor yang memengaruhi naiknya harga, karena banyak lahan yang terendam air. Dan produksi menurun,” ungkap dia.

Di Tapin, pasokan cabai rawit mendapat pasokan dari luar Kalsel seperti dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah.

Senada dengan Kadisdag Tapin, Ketua Kelompok Tani Karya Baru, Junaidi, menerangkan faktor cuaca membuat lahan tidak bisa ditanami.

Lebih jauh dia mengungkapkan jadwal tanam untuk sentral cabai rawit di Tapin, tepatnya di Desa Hiyung, diperkirakan baru bisa dilakukan pada bulan April dan bisa dipanen pada Juli atau Agustus 2021.

“Di tempat kita sementara untuk cabai rawit hiyung basah tidak ada. Tapi kalau stok cabai kering untuk produksi abon cabai masih banyak,” ujarnya.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Liburan ke Yogyakarta? Berikut 6 Penginapan di Yogya dengan Harga Terjangkau dan Lokasi Strategis

Kalsel

Dugaan Korupsi Retribusi Parkir Ulin Raya: Jaksa Kantongi Dokumen “Emas”
apahabar.com

Tak Berkategori

Kabar Duka, Jurnalis PDP Corona di Kalteng Tutup Usia
apahabar.com

Tak Berkategori

FIFAPro Pertanyakan Langkah PSSI Soal Pangkas Gaji Pemain

Tak Berkategori

Lapas Banjarbaru Panen Jagung Hasil Pemberdayaan Warga Binaan
apahabar.com

Tak Berkategori

Mau Liburan dengan Jet Pribadi, Begini Cara dan Harga Sewanya

Tak Berkategori

Mahfud MD: 92 Persen Calon Kepala Daerah Dibiayai Cukong
apahabar.com

Tak Berkategori

Malaysia Open 2020, Wakil Kalsel Torehkan Prestasi Juara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com