Jelang Pelantikan, Karangan Bunga Anies Baswedan hingga MHM Hiasi Balai Kota Banjarmasin Belasan Terduga Pelaku Prostitusi Online Diamankan Polres Banjarbaru, 6 Masih di Bawah Umur Jelang Iduladha, Kalsel Siapkan Belasan Ribu Hewan Kurban MK Tunda Sidang, H2D Tetap Pede Diskualifikasi BirinMU Prostitusi Online di Banjarmasin Seret Anak-Anak, Sudah Puluhan Remaja Terjaring!

Siasat Mudik Warga +62: Pakai Jaket Ojol hingga Naik Ambulans

- Apahabar.com Sabtu, 8 Mei 2021 - 14:45 WIB

Siasat Mudik Warga +62: Pakai Jaket Ojol hingga Naik Ambulans

Pengemudi ojek online. Foto-Ilustrasi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Indonesia menetapkan larangan mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Hal itu seiring dengan pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda. Ditambah meningkatnya kasus Covid-19 di India.

Kendati demikian, masih banyak pemudik yang nekat mencoba menembus penyekatan dengan berbagai modus.

Berikut modus pemudik warga +62 seperti dilansir apahabar.com dari kumparan:

Pakai Jaket Ojol

Mudik

Pengemudi ojek online menunggu penumpang di kawasan Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Rabu (11/3). Foto: ANTARA FOTO/Fauzan

Seperti di pos Bundaran Kepuh, Kecamatan Karawang Barat, Karawang, pada Jumat (7/5).

Sebanyak 3 pemudik dengan motor mencoba mengelabui petugas dengan menggunakan jaket ojek online (ojol).

Dalam waktu berbeda, ada tiga pemotor dengan pelat nomor B mengenakan jaket ojek online melintas di Karawang.

“Kami berhentikan karena pelat nomornya B. Saat ditanya oleh petugas mau ke mana dan darimana, pengemudi tersebut menjawab bahwa dia dari Jakarta mau ke Pemalang,” ucap Kepala Pengendali Pos Penyekatan Bundaran Kepuh Karawang, Ipda Jaya A.

Jaya menyatakan ketiganya kemudian langsung di-rapid antigen.

Sebab mereka tidak bisa menunjukkan surat negatif COVID-19.

Hasilnya 2 pemotor bermodus ojek online terpaksa diputar balik ke lokasi asal karena tidak membawa surat perjalanan.

Sementara seorang pemotor lainnya diperbolehkan melanjutkan perjalanan karena mengantongi surat perjalanan.

Selain modus menggunakan jaket ojek online, ada pula belasan pemudik mengenakan atribut instansi atau organisasi tertentu.

Meski begitu, polisi tetap menindak dengan memutarbalikkan kendaraan mereka ke daerah asal.

Numpang Truk Sayur

Mudik

Petugas Kepolisan (kiri) memeriksa truk bermuatan sayur yang membawa pemudik saat melintas di check point penyekatan arus mudik di Tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Masih di Karawang, kali ini di Jembatan Merdeka Kecamatan Pebayuran, sebanyak belasan pemudik ditemukan dalam sebuah truk sayur yang diduga sebagai modus mudik.

“Saat kita berhentikan dan periksa ternyata ada 17 orang di dalam truk, mereka ingin menyeberang ke Karawang,” kata Camat Pabayuran, Hanief Zulkipli.

Hanief mengatakan truk itu diduga berasal dari Bekasi.

Namun Hanief curiga kode pelat yang digunakan adalah AA, kode pelat nomor wilayah Jawa Tengah.
Sehingga, dia menduga truk itu akan menuju ke daerah Jawa.

Hasil pemeriksan yang dilakukan petugas, para pemudik itu mengaku menumpang truk tersebut dengan gratis, sehingga petugas tidak memberikan denda pada sopir truk dan hanya diminta putar balik.

“Mereka mengaku tidak bayar, jadi kami minta untuk kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

Naik Ambulans

Mudik

Mobil Ambulans. Foto-Ilustrasi

Sedangkan modus lain terjadi di Cikarang, Bekasi. Ditlantas Polda Metro Jaya mendapati pemudik dengan modus menggunakan ambulans di Gerbang Tol Cikarang dengan tujuan ke Subang, Jawa Barat. Dalam ambulans terdapat 7 pemudik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan saat terjaring razia, pemudik beralasan ingin melihat ibunya meninggal.

“Ada satu buah ambulans yang coba mengelabui. Ini salah satu modus operandi. Ini kan karena ada pengecualian ya bagi ambulans. Ini satu ambulans isinya 6 orang. 7 sama sopirnya,” kata Yusri.

“Yang memang menyampaikan ada yang sakit dan meninggal dunia yang mau dijenguk di luar daerah,” sambungnya.

Yusri menyebut pemudik itu tak bisa menunjukkan bukti surat keterangan terkait meninggalnya orang tua mereka. Bahkan saat ditanyai hasil swab, juga tak bisa menunjukkan ke petugas.

“Tapi pada saat ditanya persyaratannya termasuk swab antigen ini tidak bisa dia tunjukkan. Setelah dicek ternyata ambulans ini dijadikan modus operandi untuk mudik padahal persyaratannya tidak sesuai dengan aturan,” ujar Yusri.

“Ke Subang mau ke Subang dengan alasan ibunya meninggal dunia,” tambah Yusri yang menyebut ambulans telah diputar balik.

Naik Rakit

Mudik

Pemudik melewati jalan tikus penyeberangan di Kabupaten Bekasi.
Foto: Dok. Istimewa

Cerita lain terjadi Pabayuran, Kabupaten Bekasi. Namun kali ini pemudik berhasil menghindari penyekatan.

Jalan tikus di Pabayuran telah dijaga polisi, tepatnya di sebuah jembatan.

Demi menghindari penyekatan di jembatan, para pemudik menumpang rakit dengan membayar Rp 3.000.

“Saya mau ke Karawang mengunjungi sanak keluarga di sana,” kata Kosasih salah seorang penumpang rakit.

Dia mengaku keberatan apabila perahu eretan harus ditutup. Sebab, hal itu sangat dibutuhkan warga.

“Kalau lewat jembatan kan ada petugas yah tidak boleh melintas, jadi satu-satunya pakai perahu eretan,” ucapnya

Sementara itu, pemilik perahu eretan, Suhandi, mengaku telah diimbau untuk tidak mengoperasikan perahunya oleh polisi.

“Tapi kan kita butuh duit buat lebaran, satu-satunya penghasilan saya untuk bisa menafkahi keluarga melalui bekerja pengayuh perahu,” ujar Suhandi.

Dia berharap pemerintah bisa mempertimbangkan kembali penutupan usaha perahu eretan.

Dia meminta kalau pun ditutup hanya malam saja, untuk siang hari biarkan beroperasi.

“Karena juga pemudik sudah tidak terlalu ramai,” tutupnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gerhana Matahari Cicin Terlihat Sempurna di Simeulue
apahabar.com

Nasional

Usai Bentrok Polisi-FPI, LPSK Siap Lindungi Korban dan Saksi
Hambalang

Nasional

Mangkrak, Jokowi Bakal Sulap Hambalang Jadi ‘Surga’ Atlet
Covid-19

Nasional

Mendikbud: Risiko Peserta Didik Terinfeksi Covid-19 Lebih Rendah
apahabar.com

Nasional

Polisi Jemput Paksa Nikita Mirzani
apahabar.com

Nasional

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Pilkada Kalsel 2020 Jalan Terus
apahabar.com

Nasional

Jelang Kedatangan UAS, Jalan Mesjid Raya Banjarmasin Akan Dialihkan
apahabar.com

Nasional

Prabowo Subianto Sambangi Kediaman Surya Paloh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com