Raisya, Gadis Kelua Tabalong yang Hilang Sempat Ingin Mondok Alokasi Rp 1,5 M, Kawasan Siring Piere Tendean Banjarmasin Bakal Dipagar Dimotori Arul Efansyah, Eks Power Metal Dirikan Band XREAL Ditertibkan, Belasan Supeltas di Alalak Batola Diingatkan Jangan Pungli Kecelakaan Beruntun Berujung Maut, Pengemudi Diduga Konsumsi Miras

Tak Ada Aduan Masuk, Pos Pengaduan THR Disnaker Tapin Besok Ditutup

- Apahabar.com Senin, 17 Mei 2021 - 16:34 WIB

Tak Ada Aduan Masuk, Pos Pengaduan THR Disnaker Tapin Besok Ditutup

Pos pengaduan THR 2021 Disnaker Tapin. Foto-Istimewa

apahabar.com, RANTAU – Sebulan beroperasi, Pos Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tapin, Selasa (18/5/2021) besok ditutup.

Kadisnaker Tapin, Hj Fauziah mengatakan selama pembukaan pos pengaduan sampai saat ini tidak ada laporan yang masuk.

“Alhamdulillah tidak ada laporan, artinya perusahaan sudah memenuhi kewajibannya untuk memberikan THR

kepada karyawannya,” ucapnya, Senin (17/5/2021).

Dari data yang didapat apahabar.com, ada sebanyak 17.838 buruh atau pekerja dari 132 perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tapin.

“Kita sempat memantau, perusahaan sudah patuh. Bahkan, ada karyawan yang dirumahkan, tapi ia juga dapat THR,” jelasnya.

Sebelumnya, Fauziah menekankan bahwa perusahan harus memberikan THR kepada buruh saat H-7 sebelum Idulfitri 1442 H dan paling lambat H-1.

Disnaker

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tapin, Hj Fauziah saat diwawancara. Foto: Apahabar.com/Sandy

“Kalau misalnya dia (buruh) bekerja sudah beberapa tahun bekerja, THR nya disesuaikan dengan gajih pokok yang diterima terakhir,” ungkapnya.

Fauziah mengatakan dalam aturan baru buruh harian juga mempunyai hak mendapatkan THR. Namun nilai sesuai dengan kesepakatan perusahaan.

“Buruh harian juga berhak mendapatkan THR, namun nilainya hasil kesepakatan dengan perusahaan,” ujarnya.

Selain meminta data penerima THR dari perusahaan, pijaknya juga mempertanyakan langsung kepada para buruh untuk memastikan apakah mereka mendapat hak yang harus diterima.

“Apabila ada perusahan tidak memenuhi kewajibannya, pertama diberikan peringatan dari Disnaker Tapin dan sanksi paling berat perusahaan terancam ditutup,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, Fauziah menyarankan kalau perusahaan tidak mampu membayar sesuai dengan waktu yang ditetapkan, terlebih dahulu bisa melakukan dialog dengan karyawannya.

“Tujuannya untuk sama-sama mencari solusi secara kekeluargaan,” jelasnya.

Selain berunding kepada para pekerjanya, perusahaan juga harus menunjukkan bukti bahwa tidak bisa membayar THR tepat waktu.

“Bisa diberitahukan bagaimana situasi laporan keuangan terkini dari perusahaan,” lanjutnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Camat Tapin Utara, Ibu Rini Yusnita saat diwawancarai. Foto: Apahabar.com/Sandy

Tapin

Permudah Pelayanan, Kecamatan Tapin Utara Luncurkan Aplikasi Simpel_kan

Tapin

Penyandang Disabilitas Asal Tapin Meratapi Nasib: Akibat Pandemi, Hasil Kerajinan Tangan Tak Laku
apahabar.com

Tapin

3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran
apahabar.com

Tapin

Giat Sehari, Polres Tapin Ungkap Dua Kasus Sabu Sekaligus

Tapin

Gelar Pelatihan Tata Cara Mengurus Jenazah, IPNU Tapin Minta Pemuda Lebih Berperan di Masyarakat
Tengelam

Kalsel

Pria 61 Tahun Diduga Tengelam di Sungai Margasari Tapin
Ground Breaking

Tapin

Ground Breaking Pembangunan RSUD Baru, Bupati Tapin Akan Siapkan Dokter Spesialis
BPBD Tapin

Tapin

BPBD Tapin Semprot Disinfektan ke Ratusan Lokasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com