Biang Prostitusi Anak di Banjarmasin, Takut Diantar ke Panti karena Utang Kreditan Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan

Tangkap Bupati Nganjuk, KPK Sita Tumpukan Duit Rp 50-100 Ribu

- Apahabar.com Senin, 10 Mei 2021 - 06:38 WIB

Tangkap Bupati Nganjuk, KPK Sita Tumpukan Duit Rp 50-100 Ribu

KPK turut menyita tumpukan duit sebagai barang bukti dalam penangkapan Bupati Nganjuk Novi Rahman. Foto: Detik.com

apahabar.com, JAKARTA – Satu lagi kepala daerah yang harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lembaga antirasuah itu menjaring Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dalam operasi tangkap tangan (OTT).

“Benar, KPK melakukan tangkap tangan di Nganjuk” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada Kompas.com, Senin (10/5).

Namun Ghufron tak merinci di mana dan kapan Novi ditangkap.

“Siapa saja dan berapa uang yang diamankan kami sedang melakukan pemeriksaan,” kata Ghufron.

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status Novi.

Saat ini, mengutip laporan Detik.com, pemeriksaan awal Novi dilakukan di Nganjuk.

“Ini kerja sama dengan Bareskrim,” bisik seorang sumber kepada media tersebut.

Novi Rahman menjabat Bupati Nganjuk untuk periode 2018-2023.

Ia juga politikus Partai Kebangkitan Bangsa yang juga wakil ketua DPW Jawa Timur.

Kuat dugaan penangkapan Novi berkaitan dengan jual-beli jabatan di lingkup Pemkab Nganjuk.

Novi disebut menetapkan tarif tertentu bagi jajarannya untuk mendapatkan jabatan tersebut.

“Untuk camat Rp 100 juta, untuk staf hingga Rp 50 juta,” ujar sumber Detik.com.

Ratusan juta rupiah disita oleh KPK sebagai barang bukti.

KPK belum mengumumkan angka pastinya.

Tumpukan uang itu diletakkan di atas laci.

Duit tersebut terdiri dari pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.

Menariknya, OTT KPK kali ini dipimpin oleh Harun Al Rasyid, salah satu dari puluhan pegawai KPK yang dikabarkan tidak lulus tes wawasan kebangsaan.

OTT kali ini dilakukan KPK di tengah sorotan hasil tes wawasan kebangsaan terhadap lebih dari seribu pegawai KPK. Selain Harun, ada juga nama penyidik senior Novel Baswedan yang dikabarkan tak lulus.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Lagi Asik Rekap Judi Kupu, Pria Mambulau Kapuas Kalteng Diciduk Polisi
apahabar.com

Kalsel

Pengakuan Korlap Demo Omnibus Law di Banjarmasin yang Diamankan Polisi: Bogem Mentah hingga Sumpah Serapah
apahabar.com

Kalsel

Pembunuh Sadis di Kelumpang Kotabaru Akhirnya Diringkus ‘Macan Bamega’!
apahabar.com

Tak Berkategori

HMJ Klaim Berhasil Tangani Covid-19, Berikut Tanggapan 2 Paslon Lainnya
apahabar.com

Tak Berkategori

Malaysia Open 2020, Wakil Kalsel Torehkan Prestasi Juara

Tak Berkategori

Digempur Hujan, Ribuan Massa Anti-Omnibus Law di Banjarmasin Tetap Bertahan
apahabar.com

Kalsel

Tak Digubris, Warga di Kelumpang Kotabaru Kembali Adang Truk Perusahaan Sawit
Banjir

Tak Berkategori

Puluhan Ribu Rumah di Banjarmasin Terendam, Berikut Data Lengkapnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com