Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

Warga Desa Kambat Batola Keluhkan Air Bersih

- Apahabar.com     Senin, 10 Mei 2021 - 10:35 WITA

Warga Desa Kambat Batola Keluhkan Air Bersih

Karli Hanafai foto bersama warga Desa Sungai Kambat, Kecamatan Cerbon, Barito Kuala (Batola). Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Warga Desa Sungai Kambat, Kecamatan Cerbon, Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan mengeluhkan belum tersedianya air bersih di tempat mereka.

Mereka mengaku, air akan lebih sulit didapat jika sudah memasuki musim kemarau. Janji pemasangan jaringan air bersih pun sudah lama dijanjikan tapi belum terealisasi.

“Di musim kemarau seperti sekarang ini, kalau masih bisa mengandalkan air sungai, kami pakai air sungai untuk semua keperluan, tapi kalau sudah asin, terpaksa beli air bersih,” kata Kepala Desa Sungai Kambat Hj Wahidah saat menghadiri reses anggota DPRD Kalsel H Karli Hanafi Kalianda, Senin (10/5).

Dia bilang, saat musim hujan kebutuhan air bersih akan terbantu dengan menampung air hujan. Tapi itu tak bertahan lama.

Mendengar aspirasi itu Karli, pihaknya akan memilah-milah permasalahan yaitu masuk kewenangan provinsi atau kewenangan kabupaten, demikian juga yang masuk ranah pribadi, seperti permintaan bantuan peralatan Maulid Habsyi, dan lain-lain.

Aspirasi yang sudah masuk, kata Ketua Fraksi Golkar ini, akan diperjuangkan sesuai kewenangan. “InsyaAllah semua aspirasi yang masuk akan saya perjuangkan sesuai kewenangannya,” ujarnya.

Sejak melaksanakan reses 3-6 Mei 2021, penghobi musik ini mengatakan, ada sepuluh titik yang didatangi. Aspirasi dan keluhan yang masuk bukan hanya soal air bersih, tapi juga menyangkut kelangkaan pupuk bersubsidi.

Jika biasanya pupuk bersubsidi bisa didapat dengan harga Rp120 ribu per karung. Tapi lantaran langka, mereka rela membeli dengan harga non subsidi di kisaran Rp250.000-Rp320.000 per karung.

“Ada masukan dari warga, kalau bisa pupuk bersubsidi itu dikoordinir oleh kepala desa di wilayah masing-masing,” pungkas Karli.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

DPRD Kalsel

Tips Jitu Sekretariat DPRD Kalsel Tingkatkan Kinerja
Mahasiswa

DPRD Kalsel

Asrama Mahasiswa Semarang Kini Tidak Memadai
Pansus

DPRD Kalsel

Ke Balikpapan, Pansus III Jasa Lingkungan DPRD Kalsel Kunjungi P3EK
DPRD Kalsel

DPRD Kalsel

Reses di Tanbu, Paman Yani Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan
apahabar.com

DPRD Kalsel

Lewat Reses, Yani Helmi Atensi Desa Tak Dialiri Listrik

DPRD Kalsel

Esok, Paman Birin Pidato Perdana di DPRD Kalsel
apahabar.com

DPRD Kalsel

Rapat Singkat Ala Supian HK Tunjuk Ketua Pansus Tatib
apahabar.com

DPRD Kalsel

Komisi IV DPRD Kalsel Tinjau Lokasi Pembangunan Stadion di HSS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com