MK Tunda Sidang, H2D Tetap Pede Diskualifikasi BirinMU Prostitusi Online di Banjarmasin Seret Anak-Anak, Sudah Puluhan Remaja Terjaring! 8 Tuntutan Mahasiswa Kalsel Saat Aksi #SaveKPK Sampai ke Sekretariat Presiden Belasan Terduga Pelaku Prostitusi Online Diamankan Polres Banjarbaru, 6 Masih di Bawah Umur Cuaca Kalsel Hari Ini, 11 Wilayah Waspada Hujan Disertai Petir

Waspada! Debit Air Pasang di Banjarmasin Terus Meningkat Seiring Gerhana Bulan

- Apahabar.com Senin, 31 Mei 2021 - 14:34 WIB

Waspada! Debit Air Pasang di Banjarmasin Terus Meningkat Seiring Gerhana Bulan

Namun fenomena air pasang kali ini berbeda dari banjir yang melanda ibu kota Kalsel, Januari 2021 lalu. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Debit air pasang di Kota Banjarmasin terus meningkat. Terpantau di sejumlah wilayah, ketinggian air sudah setinggi mata kaki.

Penelusuran apahabar.com, fenomena tersebut beriringan dengan kemunculan gerhana bulan purnama.

Hal itu diperkuat dengan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Situasi demikian berlangsung tidak hanya di Banjarmasin.

“Pada saat gerhana muncul biasa terjadi debit air pasang. Malam ini mungkin bulan purnama, jadi terjadi peningkatan lebih dari biasanya,” ujar Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Doyo Pudjadi, Senin (31/5).

Menurutnya fenomena air pasang kali ini berbeda dari banjir yang melanda ibu kota Kalsel, Januari 2021 lalu.

Kala itu, banjir lebih karena air pasang yang disertai curah hujan tinggi mengguyur bagian hulu Sungai Martapura.

Ketika bagian di sana hujan, praktis sungai-sungai kecil meluap hingga mengairi sungai di Banjarmasin.

“Diiringi dengan pasang bulan purnama tadi. Kondisi yang dikatakan di luar kebiasaan dan siklus 5 tahunan jadi menyebabkan banjir,” pungkasnya.

Berbeda dengan sekarang, intensitas hujan tampak kurang mengalami peningkatan.

Jadi, menurutnya pasang surut air saat ini murni dampak dari gerhana bulan purnama.

Dampak air pasang diperkirakan hanya berlangsung sesaat. Naik mulai sore dan surut ketika malam hari.

“Tidak ada hujan lalu dari air Kabupaten Banjar tidak ke Banjarmasin,” ucapnya.

Lebih jauh, dampak terparah diperkirakan bakal terasa di Banjarmasin Barat, terutama kawasan Jalan Jafri Zam Zam.

Ketinggian air di kawasan Stadion 17 Mei itu sudah mencapai 20 hingga 30 centimeter dari aspal.

“Itu daerah cekung aja. Kalau dari datar tidak sampai setinggi itu, kami prediksi hanya sepekan, tuturnya.

Doyo meningarkan dampak fenomena alam ini bakal mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat. Khususnya mereka yang bermukim di bantaran sungai.

Dengan begitu, pihaknya turut mengantisipasi agar kejadian tersebut tidak begitu mengganggu masyarakat.

Mulai dari mengerahkan puluhan pasukan turbo ke titik sungai Banjarmasin. Hingga bekerja lembur untuk mengajak masyarakat bergotong royong mengatasi drainase yang tersumbat.

“Ayo membersihkan dan mengeruk untuk menghindari tinggi air di permukiman,” katanya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Komisi IV DPR RI

Kalsel

Datang ke Kalsel, Komisi IV DPR RI Tinjau Kondisi Lahan dan Hutan
apahabar.com

Kalsel

Bersama Cegah Covid-19, Tempat Ibadah dan Jalan Umum Disemprot Disinfektan
apahabar.com

Kalsel

Tren Penularan Meningkat, Waspada Ledakan Kasus Covid-19 di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran di Pekauman, Dua Pria Tewas Terpanggang!
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Diperketat, Tak Berkepentingan Disuruh Pulang
apahabar.com

Kalsel

Pleno Terbuka KPU di Banjarbaru: Gerindra Dominan, Prabowo Unggul
apahabar.com

Kalsel

Mantan Kepala Rutan Marabahan Jabat Kakanwil Kemenkumham Kalsel
infrastruktur

Kalsel

Kerusakan Infrastruktur Pascabanjir di Banjarbaru Diinventarisir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com