Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

Zakat Jelang PSU Pilgub Kalsel, Gerindra: Kami Butuh Tindakan, Tak Sekadar Imbauan!

- Apahabar.com     Minggu, 9 Mei 2021 - 15:56 WITA

Zakat Jelang PSU Pilgub Kalsel, Gerindra: Kami Butuh Tindakan, Tak Sekadar Imbauan!

Paslon Gubernur Kalsel, H2D dan BirinMu. Foto-dok/apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Belum lama tadi Bawaslu Kalimantan Selatan mengeluarkan surat imbauan kepada Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur agar menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, yakni Badan Amil Zakat (Bazis.

Surat yang ditandatangani 6 Mei 2021 oleh Erna Kasypiah bertujuan untuk mencegah pelanggaran PSU Pilgub Kalsel berupa politik uang, khususnya dengan modus zakat.

Iimbauan ini mendapat apresiasi dari Tim Pemenangan Haji Denny-Difri. Meskipun demikian, sebatas imbauan dirasa kurang efektif di tengah fakta uang yang sudah beredar di wilayah PSU dengan modus zakat.

“Kami mengapresiasi Bawaslu Kalsel, namun sedikit kurang pas jika hanya sekadar imbauan. Karena faktanya hampir di seluruh wilayah PSU, modus zakat ini sudah dilancarkan. Kami butuh Bawaslu Kalsel untuk melakukan tindakan konkret,” sindir Ilham Nor, Sekretaris DPD Partai Gerindra Kalsel.

Pernyataan Ilham Nor bukan tanpa dasar, ia melihat beranda media sosial seringkali dipenuhi dengan laporan-laporan warga mengenai peristiwa pembagian uang atau beras dengan modus zakat. Tak lupa, selalu diingatkan nama pemberi zakat kepada para penerima zakat. Kuat dugaan hal itu dalam rangka kepentingan PSU 9 Juni mendatang.

“Kami menerima laporan dari warga sekitar, ada pengusaha dari Batulicin, Tanah Bumbu, tiba-tiba membagi zakat di Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar. Ada keperluan apa tiba-tiba membagi zakat di wilayah PSU,” ungkap Ilham.

“Imbauan dari Bawaslu ini menjadi pengakuan, bahwa di tengah pandemi dan bulan suci Ramadan, politik uang bisa dilakukan dengan modus zakat. Sekarang kami menagih kepada Bawaslu Kalsel, bagaimana selanjutnya jika modus zakat tersebut sudah kadung beredar di masyarakat wilayah PSU,” tegas Ilham.

Sebelumnya, pembagian uang dan beras dengan modus zakat juga beredar di wilayah Kecamatan Banjarmasin Selatan, tepatnya di Kelayan. Warga setempat menyatakan ada oknum RT yang mencatat nama-nama warga yang menerima zakat Rp100 ribu.

“Kami harap bawaslu tidak hanya sekadar memberi imbauan, namun juga melakukan tindakan nyata. Hal ini semata-mata demi banua yang lebih baik,” tutup Ilham.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bertambah 79 Positif, Covid-19 di Kalsel Sudah 4.146 Kasus
ODGJ

Kalsel

Geger! ODGJ Bersajam Ngamuk Rusak Mobil di Sungai Raya HSS
Ramadan

Kalsel

Salat Tarawih dan Bukber di Masjid Banjarmasin Diperbolehkan, Catat Syaratnya!

Ekbis

Cek Harga Bawang-Telur di Pasar Sentra Antasari Saat PPKM Level IV Banjarmasin
Demo BEM se Kalsel

Kalsel

Aksi Demo BEM se-Kalsel Depan Kantor DPRD Disambut Barikade Polisi
apahabar.com

Kalsel

Karhutla di Desa Cindai Alus, Api Hampir Jilat Rumah Warga
apahabar.com

Kalsel

PWI Balangan akan Segera Dibentuk
apahabar.com

Kalsel

Tiga Pilar Sidak Pasar Tanjung, Bupati Anang Bagikan Masker
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com