[ANALISIS] Bisakah Gugatan UU Kalsel Dicabut di Tengah Jalan? Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom
agustus

Zang Hong, Pendaki Tunanetra Asia Pertama Penakluk Puncak Everest

- Apahabar.com     Senin, 31 Mei 2021 - 13:09 WITA

Zang Hong, Pendaki Tunanetra Asia Pertama Penakluk Puncak Everest

Zhang Hong menjadi pendaki tunanetra Asia pertama atau ketiga di dunia yang berhasil mencapai Puncak Everest. Foto: Morning Post

apahabar.com, JAKARTA – Keterbatasan penglihatan tak menghalangi penyandang tunanetra asal China, Zhang Hong, mencapai puncak Gunung Everest.

Pria berusia 46 tahun itu pun resmi menjadi tunanetra pertama di Asia atau ketiga di dunia yang sukses mendaki puncak tertinggi di dunia tersebut.

Zhang Hong mencapai puncak Pegunungan Himalaya setinggi 8.849 meter itu, Senin (24/5), bersama dengan tiga pemandu. Kemudian selamat kembali ke base camp, Kamis (27/5).

Nepal sendiri membuka kembali Gunung Everest untuk pendaki mancanegara sejak April 2021, setelah ditutup sepanjang 2019 akibat pandemi Covid-19.

“Tidak peduli penyandang disabilitas atau normal, kehilangan penglihatan atau tidak memiliki kaki atau tangan,” ungkap Zhang Hong seperti dilansir CNN, Senin (31/5).

“Itu menjadi tidak masalah, selama seseorang memiliki pikiran yang gigih. Orang selalu dapat menyelesaikan sesuatu yang dikatakan orang lain tidak bisa,” tegasnya.

Lahir di Chongqing, barat daya China, Zhang kehilangan penglihatan dalam usia 21 tahun akibat penyakit glaukoma.

Selanjutnya Zhang Hong terinspirasi Erik Weihenmayer yang sukses mencapai puncak Everest di pertengahan 2001.

Lantas untuk mengikuti jejak pendaki dari Amerika Serikat itu, Zhang Hong mulai berlatih di bawah bimbingan pemandu gunung bernama Qiang Zi.

“Saya masih sangat takut, karena tidak dapat melihat arah jalan. Saya juga tidak dapat menemukan pusat gravitasi saya, sehingga kadang-kadang merasa akan jatuh,” cerita Zhang Hong.

“Tapi saya terus berpikir harus menghadapi kesulitan-kesulitan itu. Lagipula kesulitan dan bahaya merupakan komponen pendakian,” tandasnya.

Sementara Erik Weihenmayer yang juga telah mendaki tujuh puncak tertinggi di dunia atau Seven Summits, mengidap kebutaan sejak usia 13 tahun akibat mengidap retinoschisis.

17 tahun berselang atau tepatnya pertengahan 2017, prestasi Erik Weihenmayer dilanjutkan Andy Holzer dari Austria.

Berbeda dengan Erik Weihenmayer dan Zhang Hong, Andy Holzer mengidap kebutaan sejak lahir. Namun keterbatasan itu juga tak menghalangi Andy mencapai puncak dari semua Seven Summits dunia.

Sedangkan orang pertama yang berhasil mencapai puncak Everest adalah Edmund Hillary dan Tenzing Norgay di awal 1953.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Baramarta

Tak Berkategori

Dituntut 9 Tahun, Harta Benda Eks Dirut Baramarta Terancam Disita
apahabar.com

Tak Berkategori

Enam Poin yang Ditekankan Bupati kepada ASN HSS, Begini Tanggapan Warga
apahabar.com

Tak Berkategori

Empat Jawara Dunia Games Campus League Banjarmasin
apahabar.com

Tak Berkategori

Kalsel Diguyur Hujan, Desa Miawa Tapin Ikut Terendam
apahabar.com

Tak Berkategori

Waspada! Penyakit ISPA Paling Banyak Menyerang di Musim Hujan
apahabar.com

Tak Berkategori

Fakta-Fakta Terbaru di Balik Pembunuhan Waria di Salon Agnes Banjarmasin

Tak Berkategori

Pernah Terdampak, Warga Batola Galang Bantuan Korban Banjir Kalteng
apahabar.com

Tak Berkategori

Bawa Kalteng Putra ke Liga 1, Nasib Kas Hartadi Tak Tentu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com