Kapten TNI Tewas Ditembak OTK di Aceh Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Satu Sekarat Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Pria Tewas Bersimbah Darah Jalan Tambang Sisakan Lumpur di Tapin, Warga Ngadu ke DPRD Kalsel Penyerangan Brutal Jurkani di Tanbu, Komnas HAM hingga LSPSK Turun Tangan

100 Hari Kinerja Bupati HST, Dewan Pertanyakan Penanganan Pascabanjir

- Apahabar.com     Selasa, 29 Juni 2021 - 17:58 WITA

100 Hari Kinerja Bupati HST, Dewan Pertanyakan Penanganan Pascabanjir

Penetapan Bupati-Wakil Bupati HST terpilih, Aulia-Mansyah pada Januari 2021 lalu. Foto-dok apahabar.com.

apahabar.com, BARABAI – Anggota Komisi II DPRD Hulu Sungai Tengah (HST), Yajid Fahmi AS menyoroti 100 hari lebih masa kerja kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Priode 2021-2024.

Hal yang disorotinya mengenani penanganan pascabanjir bandang Januari 2021. Yajid menyayangkan hingga saat ini penanganan itu tertunda.

Padahal menurut Yajid, hal itu komitmen dari Bupati Wakil Bupati HST, H Aulia Oktafiandi-H Mansyah Sabri.

“Itu sudah komitmennya dan sudah disampaikan Aulia pada pidato awal di DPRD HST. Tapi sampai saat ini belum terlihat kerja nyata,” kata Yajid, Selasa (29/6).

Sesuai penyampaiannya waktu itu, kata Yajid, bupati mengedepankan refokusing untuk penanganan banjir.

“Tapi ini kenapa harus ditunda? Kita akan tagih itu, dana APBD murni hasil refokusing,” terang Yajid.

Yajid menilai, kinerja pemerintahan terkesan lamban dalam mengambil kebijakan terkait penanganan banjir. Sementara penangan pascabanjir itu sangat penting bagi masyarakat.

Terutama di wilayah yang rawan terdampak banjir seperti di Desa Alat Hantakan dan Desa Baru-Waki Batu Benawa.

Harusnya, kata Yajid, bantuan dari BNPB untuk rumah warga yang terdampak banjir sudah dicairkan dan direalisasikan.

“Saya juga mendengar, pembebasan lahan untuk pembangunan rumah tersebut belum selesai,” aku Yajid.

Selain itu, dia juga menyoroti rencana pembangunan jembatan permanen di dua desa terdampak, Alat dan Waki.

Nyatanya, kata Yajid, rencana pembangunan itu belum direalisasi. Masih pada tahap peninjauan kontur tanah.

Padahal jembatan itu sangant vital bagi masyarakat. Sebagai akses jalan sebagai roda perekonomian masyarakat.

“Jembatan itu sangat urgent menjadi akses masyarakat untuk pergi bertani dan berkebun. Bahkan warga bersama relawan harus patungan beli bahan beberapa kali dalam membangun jembatan darurat yang hancur setiap kali air sungai Hantakan meluap,” terang Yajid

Yajid menyebut, warga di sekitar sana jenuh dan mengeluh menunggu realisasi dari pemerintah. Mereka berpikir tidak diperhatikan dan tidak menjadi prioritas pemerintahan saat ini.

Jangankan kedua desa yang paling terdampak banjir itu, lanjut Yajid, hal sederhana saja yang tidak membutuhkan anggaran terlalu banyak juga terkesan lamban. Bahkan belum dilakukan.

Misalnya, normalisasi sungai yang tertutup lumpur dan sampah pascabanjir di beberapa desa yang mengakibatkan warga tidak bisa bertani.

“Itu di sungai Desa Aluan, Kasarangan dan Kayu Rabah,” papar Yajid.

Karena itu, lanjut Yajid, pihaknya mempertanyakan kinerja pemerintah saat ini yang terkesan lamban dalam mengambil kebijakan.

“Jangan hanya terlihat tegas dalam memutus kontrak para tenaga kontrak di beberapa SKPD,” tegas Yajid.

Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, Ainur Rafiq tidak menepis terkait belum ada pembangunan fisik yang dilakukan oleh pemerintah. Terutama terkait penanganan pascabanjir, selain hunian sementara (Huntara).

Namun Pemkab HST, tekan Rafiq telah melakukan penaganan masa transisi pemulihan pascabencana. Agar penanganannya lebih fokus dan berlanjut.

“Terkait pembangunan rumah bantuan dari BPBD itu masih berproses dan teknisnya sudah berjalan. Yang pastinya Pemerintah terus melakukan pembenahan secara bertahap. Tidak mesti harus 100 hari kinerja Bupati masalah itu langsung selesai, namun tetap berlanjut secara simultan” terang Rafiq.

Rafiq menegaskan, saat ini masih di posisi pertengahan anggaran. Sehingga belum bisa melakukan pembangunan dengan Biaya Tak Terduga (BTT).

“Yang pastinya bupati kita berkomitmen membantu warga dalam melakukan pembenahan pascabanjir ini,” tutup Rafiq.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

HST

Sebulan Penyelidikan, John Lee CS Bongkar Peredaran Sabu di LAS HST
CPNS 2021

HST

Hanya PPPK, Tak Ada Rekrutmen CPNS 2021 di HST

HST

Pakai JKN-KIS, Kesehatan 9 Anggota Keluarga di HSU ini Terjamin

HST

Tenang! Selama PPKM di HST, Warga yang Isoman Dapat Bantuan Sembako
apahabar.com

HST

Bikin Resah Masyarakat, Pemkab HST Minta Aruh Adat Tidak Disusupi Judi

HST

Perjuangan Ridwan Temani Istri Melahirkan, dari Meratus ke Pusat Kota HST
Elpiji 3 Kg

HST

Elpiji 3 Kg Mahal dan Langka, Disdag HST Angkat Bicara

HST

Dini Hari, John Lee CS Ringkus 3 Pengedar Sabu di Batang Alai HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com