Eks Sekretaris Baramarta Buka-bukaan: Nama Ajudan Eks Bupati hingga Oknum DPRD Terseret Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan Duh, Nelayan Dirgahayu Kotabaru Lenyap di Perairan Samber Gelap Rujuk Ditolak! Pemuda di Kelua Tabalong Jambret Ibu Muda

167 Ton per Hari, Produksi Sampah di Banjarbaru Meroket

- Apahabar.com Jumat, 4 Juni 2021 - 18:49 WIB

167 Ton per Hari, Produksi Sampah di Banjarbaru Meroket

Lokasi TPA Gunung Kupang Banjarbaru. Foto-DLH Kota Banjarbaru For apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Produksi sampah di Kota Banjarbaru terus meroket. Meminjam data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, kenaikan produksi sampah mencapai 40 ton per harinya.

Terhitung pada Mei 2021 ini, total produksi rata-rata sampah harian di Kota Banjarbaru sudah mencapai 167 ton. Melonjak jika dikomparasikan dengan tahun 2020 lalu yang masih di angka 125 ton.

“Itu data yang masuk ke TPA (Tempat Pemprosesan Akhir) Gunung Kupang Banjarbaru, artinya yang diangkut oleh armada-armada kita setiap harinya. Terakhir rata-ratanya adalah 167 ton sehari, ini memang terjadi lonjakan,” kata Kasi Pengelolaan Sampah DLH Banjarbaru, Hafid Jumat (4/6).

Kata Hafid, sampah-sampah yang mendominasi masih tak berubah, yakni sampah rumah tangga. Namun dari analisanya, lonjakan juga dipicu dengan makin maraknya usaha kuliner maupun kafe-kafe yang kian bermunculan.

“Salah satu pemicunya ya makin banyaknya kafe-kafe dan juga aktivitas manusia tentunya. Perumahan yang juga makin banyak kita analisa turut memengaruhi, karena memang yang mendominasi ini sampah rumah tangga,” bebernya.

Dengan lonjakan sedemikian rupa, maka kapasitas atau daya tampung TPA Gunung Kupang kata Hafid diperkirakan hanya mampu hingga tiga sampai empat tahun ke depan.

Hal ini pun katanya usai pihaknya melakukan perluasan lahan TPA seluas 4,5 hektare.

“Lahan awal kita sekitar 10 hektare, namun ini sudah hampir penuh dan hanya sekitar lima hektare yang berstatus zona aktif (bisa menampung). Kita perluas 4,5 hektare untuk cadangan karena lonjakan memang tinggi,” ujarnya.

Prakiraan TPA Gunung Kupang menampung tiga sampai empat tahun ini kata Hafid bisa saja makin berkurang apabila lonjakan produksi sampah makin tak terkendali.

Maka dari itu, pihaknya katanya juga terus berupaya melakukan berbagai inovasi guna bisa mengolah sampah menjadi bermanfaat dan bernilai ekonomis.

“Cuman kita juga tidak bisa serta merta bergantung pada inovasi pengolahan ini, karena mungkin mampu menekannya hanya sekian persen. Jadi memang, yang sangat penting adalah kesadaran warga untuk tidak berlebihan dalam menciptakan sampah,” tuntasnya.

Sampah di Banjarbaru

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Maling

Banjarbaru

Maling Satroni Rumah Kosong di Banjarbaru Gasak Motor Berujung Bui
Bangunan Pasar Bauntung Lama yang akan dibongkar. Foto-apahabar.com/Hasan

Banjarbaru

Pasar Bauntung Lama Akan Dibongkar, DLH Siap-siap Angkut Sisa Material
Lihan

Banjarbaru

KRONOLOGI Lengkap Meninggalnya Lihan Mantan Bos Intan ‘Putri Malu’
KMHDI Banjarbaru

Banjarbaru

KMHDI Banjarbaru Galang Donasi untuk Korban Banjir Bandang di NTT dan NTB
apahabar.com

Banjarbaru

Positif Covid-19, 3 Anggota DPRD Banjarbaru Dikarantina
KNPI Banjarbaru

Banjarbaru

KNPI Banjarbaru Bagikan Kitab Fiqih dan Hadis ke Majelis Al-Misbah
Test Antigen

Banjarbaru

Test Antigen Massal, 19 Pegawai Pemprov Kalsel Positif Covid-19
WBK

Banjarbaru

Kantor Imigrasi Kelas I Banjarmasin Teken Komitmen Zona Integritas WBK dan WBBM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com