Update Pemakaman Istri Guru Ijai: Sekumpul Lengang, Polisi Berjaga di Puluhan Titik Banjarmasin PPKM Berjilid-jilid: Prokes Malah Jeblok, Kematian Pecah Rekor! Ditegur Saat Minum Miras, Dua Pemuda Banjar Bacok Pria di Banjarmasin Timur Hoaks Jenazah Covid-19 di Banjarbaru Diburu Polisi, Kadinkes Doakan Pelaku Insyaf “Kalsel Lagi Sakit”, Aktivis Lingkungan Beri Catatan Kritis ke BirinMU

5 Fakta Virus Corona Varian Lambda, Gejala hingga Bahayanya

- Apahabar.com     Selasa, 29 Juni 2021 - 00:11 WITA

5 Fakta Virus Corona Varian Lambda, Gejala hingga Bahayanya

Corona varian Lambda. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Varian lambda, varian terbaru virus Covid-19, kini tengah jadi sorotan. Varian dengan nama resmi C37 ini memiliki berbagai mutasi yang perlu diwaspadai, seperti L452Q dan F490S.

“Mutasi F490S sebelumnya telah dikaitkan dengan penurunan kerentanan terhadap netralisasi antibodi,” kata peneliti Priscila Wink dari Hospital de Clínicas de Porto Alegre di Rio Grande do Sul dan rekan-rekannya, dikutip dari Medical News.

Sudah menyebar ke mana saja dan apa saja gejala varian lambda? Berikut rangkumannya.

1. Nama resminya C37

Varian dengan berbagai mutasi ini memiliki nama resmi C37. Varian ini pertama kali ditemukan di Peru pada Agustus 2020 lalu.

2. Sudah menyebar ke 29 negara

Varian ini sudah menyebar ke berbagai negara di dunia, sebagian besar berada di Amerika Latin. Di antaranya adalah Argentina, Brasil, Kolombia, Ekuador, dan Meksiko.

“Sejauh ini kami tidak melihat indikasi bahwa varian lambda lebih agresif,” kata ahli virologi WHO Jairo Mendez-Rico, dikutip dari DW.

3. Gejala varian lambda

Dikutip dari DNA India, varian lambda juga telah teridentifikasi di Inggris. Menurut Public Health England (PHE), hingga saat ini tak ada bukti varian Corona tersebut dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Gejalanya pun serupa dengan virus Corona penyebab Covid-19 lainnya, seperti demam tinggi, batuk secara terus-menerus, dan kehilangan indra penciuman atau perasa.

4. Varian lambda belum masuk VOC

WHO mengkategorikan varian lambda sebagai variant of interest (VOI), bukan variant of concern (VOC). Artinya, virus Corona jenis ini belum menunjukkan tanda-tanda menyebabkan peningkatan keparahan penyakit atau menular lebih cepat.

“Ada kemungkinan bahwa itu menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi, tetapi kami belum memiliki cukup data yang dapat diandalkan untuk membandingkannya dengan varian Gamma atau Delta,” ucap Mendez.

5. Vaksin Covid-19 masih efektif

Mendez meyakinkan bahwa semua vaksin Covid-19 yang ada saat ini mampu melawan varian lambda, bahkan semua varian baru Corona. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera mendapat vaksinasi Covid-19.

“Semua vaksin yang telah kami setujui di seluruh dunia umumnya efektif melawan varian virus Corona yang beredar, dan tidak ada alasan untuk mencurigai mereka kurang efektif terhadap varian lambda,” jelasnya.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Rencana Detail Vaksinasi Covid-19 Siap dalam 2 Pekan
apahabar.com

Nasional

Istri Ustaz Maulana Wafat, Berikut Kisah Cinta Keduanya
Covid-19

Nasional

Kasus Kematian Capai Puluhan Ribu, Satgas Ingatkan Covid-19 Bukan Konspirasi
Sinovac

Nasional

Vaksin Sinovac Diizinkan Untuk Lansia, Berikut Syaratnya
Pasien Covid-19

Nasional

Kembali Terjadi, Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Paksa dari Rumah Sakit
apahabar.com

Nasional

Rusuh Papua, Ratusan Napi Lapas Sorong Masih Kabur
FPI

Nasional

Ramai di Media Sosial, FPI Dibubarkan Pemerintah
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Kapolri Pengganti Tito Selesaikan Kasus Novel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com