Eks Sekretaris Baramarta Buka-bukaan: Nama Ajudan Eks Bupati hingga Oknum DPRD Terseret Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan Duh, Nelayan Dirgahayu Kotabaru Lenyap di Perairan Samber Gelap Rujuk Ditolak! Pemuda di Kelua Tabalong Jambret Ibu Muda

60% Produknya Dianggap Tak Sehat, Nestle Beri Penjelasan

- Apahabar.com Senin, 7 Juni 2021 - 21:37 WIB

60% Produknya Dianggap Tak Sehat, Nestle Beri Penjelasan

Foto: Ilustrasi Nestlé. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Sebuah laporan baru-baru ini menggegerkan jagat media terkait Nestlé yang melaporkan bahwa lebih dari separuh produk perusahaannya tidak sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.

Dokumen internal Nestlé yang bocor itu beredar dan diterima oleh Financial Times, Minggu (6/6/2021). Disebutkan bahwa lebih dari 60% produknya tidak bagus untuk tubuh jika dikonsumsi terlalu banyak dan setiap hari.

Bahkan, dari dokumen tersebut diketahui bahwa hanya 37% dari produk makanan dan minuman Nestlé yang memperoleh rating atau bintang di atas 3,5 dari Australia Health Rating System.

Rating 3,5 adalah ambang batas untuk mengakui kesehatan produk. Dokumen tersebut juga menuliskan bahwa beberapa produk perusahaan tidak akan pernah sehat meski dilakukan banyak pembaharuan.

Head of Corporate Communication Nestle Indonesia Stephan Sinisuka memberi tanggapan. Ia bilang berita yang tersebar di media hanya sekitar setengah dari portofolio penjualan global produk-produk Nestle.

“Kami merujuk pada beberapa artikel di media yang mempertanyakan profil gizi produk-produk Nestlé, yang didasarkan pada laporan media Financial Times. Laporan tersebut didasarkan pada analisis yang mencakup hanya sekitar setengah dari portofolio penjualan global produk-produk kami,” kata Stephan dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (7/6/2021).

Ia juga mengatakan bahwa analisis itu tidak mencakup produk -produk gizi bayi atau anak, gizi khusus, makanan hewan peliharaan, dan produk kopi.

Menurutnya berdasarkan total penjualan global, kurang dari 30% tidak memenuhi standar kesehatan eksternal yang ketat. Itu didominasi produk-produk indulgent (memanjakan), seperti cokelat dan es krim, yang bisa dikonsumsi dalam jumlah yang cukup sebagai bagian dari pola makan sehat, seimbang, dan menyenangkan.

Berikut pernyataan resmi PT Nestlé Indonesia

Kami merujuk pada beberapa artikel di media yang mempertanyakan profil gizi produk-produk Nestlé, yang didasarkan pada laporan media Financial Times. Laporan tersebut didasarkan pada analisis yang mencakup hanya sekitar setengah dari portofolio penjualan global produk-produk kami.

Analisis itu tidak mencakup produk -produk gizi bayi/anak, gizi khusus, makanan hewan peliharaan, dan produk kopi. Jika dilihat dari keseluruhan portofolio produk-produk kami berdasarkan total penjualan global, kurang dari 30% tidak memenuhi standar “kesehatan” eksternal yang ketat yang didominasi produk-produk indulgent (memanjakan), seperti cokelat dan es krim, yang bisa dikonsumsi dalam jumlah yang cukup sebagai bagian dari pola makan sehat, seimbang, dan menyenangkan.

Kami percaya portofolio merek dan kategori produk-produk kami berkontribusi secara positif untuk kesehatan dan keafiatan komunitas yang kami layani di seluruh dunia. Nestlé memiliki proyek di dalam perusahaan untuk memperbarui standar gizi, kesehatan, dan keafiatannya. Kami melihat secara menyeluruh semua portofolio produk kami di berbagai fase kehidupan manusia demi memastikan bahwa produk-produk kami membantu para konsumen memenuhi kebutuhan gizi dan mendukung pola makan dengan gizi seimbang.

Sebagai bagian dari kegiatan bisnis kami, Nestlé senantiasa melakukan penilaian terhadap portofolio produk kami dan merenovasi serta memformulasi ulang produk-produk kami.

Upaya-upaya kami ini dibangun di atas fondasi kerja yang kuat selama beberapa dekade untuk meningkatkan kualitas gizi produk-produk kami. Contohnya, kami telah mengurangi gula dan garam pada produk-produk kami secara signifikan dalam dua dekade terakhir.

Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah meluncurkan ribuan produk-produk untuk anak-anak dan keluarga yang memenuhi standar gizi eksternal yang ketat. Kami juga telah mendistribusikan milyaran dosis mikronutrien (zat gizi mikro) melalui produk-produk bergizi kami dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, kami telah menambahkan produk-produk bergizi ke dalam portofolio Nestlé Health Science kami dan telah meluncurkan berbagai macam makanan dan minuman nabati, yang memperkuat pertumbuhan bisnis kami.

Di Indonesia kami memproduksi dan mendistribusikan produk-produk sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, termasuk persyaratan gizi, kualitas dan keamanan dari BPOM, serta peraturan Halal. Kami menjamin kualitas dan keamanan produk-produk untuk para konsumen kami.

Kami menambahkan bahan-bahan seperti serealia utuh, protein, serat dan mikronutrien (zat gizi mikro) serta mengurangi gula, garam, lemak jenuh dan kalori pada produk-produk kami yang ada saat ini. Pada 2020, Kami juga telah mendistribusikan 4.5 miliar sajian mikronutrien (zat gizi mikro) melalui produk-produk bergizi kami di Indonesia dengan harga yang terjangkau.

Kami percaya bahwa pola makan sehat berarti menemukan keseimbangan antara gizi dan kenikmatan. Ini termasuk adanya ruang untuk makanan indulgent (memanjakan), yang dikonsumsi secara bertanggung jawab. Tujuan kami tidak berubah dan jelas: kami akan terus membuat produk-produk kami menjadi lebih enak dan lebih sehat.

Dan saat kami melakukannya, kami akan mengkomunikasikannya secara transparan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Survei Indo Barometer: Erick Thohir Sosok Menteri dengan Kerja Nyata
apahabar.com

Nasional

Bareskrim Polri Tolak Laporan Eks-Komandan Tim Mawar, Ini Alasannya
apahabar.com

Nasional

TKD Kalsel Tuding Bawaslu Banjarbaru Tak Netral
apahabar.com

Nasional

PT. Maming Enam Sembilan Dukung Piala Dunia Basket 2023
apahabar.com

Nasional

Kontroversi Jumlah Halaman UU Cipta Kerja, Mensesneg Beri Penjelasan
apahabar.com

Nasional

Antisipasi Corona, Istana Kepresidenan Periksa Suhu Tubuh Setiap Tamu dan Pejabat
apahabar.com

Nasional

7 Orang Kena OTT KPK Terkait Korupsi Distribusi Pupuk, Ada Direksi BUMN yang Dijerat
apahabar.com

Nasional

Kantor Hanura di Cipayung Jakarta Disegel, Ada Apa?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com