Gelar Aksi Saat Jokowi ke Banjarmasin, BEM Kalsel: Hanya Kebetulan Kecelakaan Maut di Sepagar Kotabaru, 2 Orang Tewas di Tempat Besok Jokowi ke Tanbu, Pangdam VI Mulawarman Turun Cek Pasukan Datang ke Banjarmasin, Jokowi Bakal Disambut Unjuk Rasa Kedok Perusahaan Pinjol Kotabaru Terbongkar: Nagihnya Pakai Ancaman, Kantor Jadi Tontonan

8.000 Butir Double L Dikirim Lewat Jasa Pengiriman di Balikpapan, Pemilik Diringkus

- Apahabar.com     Rabu, 30 Juni 2021 - 21:40 WITA

8.000 Butir Double L Dikirim Lewat Jasa Pengiriman di Balikpapan, Pemilik Diringkus

Pemilik paket 8.000 butir dobel L diringkus polisi. Hendak diedarkan kepada para pelajar di Balikpapan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Polisi berhasil menggagalkan peredaran obat keras terlarang yakni double L di Balikpapan. Sebanyak 8.000 butir double L berhasil diamankan saat tiba di Balikpapan melalui jasa pengiriman.

Bermula saat polisi mendapatkan informasi dari Loka POM Balikpapan dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda, terkait adanya pengiriman obat keras jenis Double L ke Balikpapan lewat jasa pengiriman. Polisi pun langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat jasa pengiriman di Jalan Mayjen Sutoyo, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota.

“Sampai di lokasi, tim melakukan pemeriksaan dan membuka paket yang dicurigai. Benar ditemukan barang bukti berupa obat keras jenis dobel L sebanyak 8.000 butir,” kata Waka Polresta Balikpapan, AKBP Sebpril Sesa.

Polisi pun bergerak menuju alamat pemilik paket yakni Jalan Handil Sulawesi, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur (Baltim) pada Minggu (27/6). Seorang pemuda berinisial JS (27) pun diringkus di rumahnya. Di dalam rumah pelaku ditemukan barang bukti lainnya yakni 87 butir dobel L yang disimpan di dalam 21 kantong plastik.

“Jadi total barang bukti ada 8.087 butir. Barang bukti lainnya ada satu bundel plastik klip bening, satu buah buku tabungan bank BRI Simpedes, satu buah Kartu ATM bank BRI dan satu buah handphone,” tuturnya.

Hasil interogasi pelaku, bahwa sudah kelima kalinya ia memesan obat keras terlarang ini melalui jasa pengiriman. Rencananya double L tersebut akan diedarkan di wilayah Balikpapan.

“Dijual oleh pelaku dengan harga Rp 10 ribu per tiga butir. Sasarannya para remaja khususnya pelajar,” sebutnya.

Sepbril pun mengimbau kepada masyarakat terutama para orang tua agar lebih meningkatkan kewaspadaannya terhadap aktivitas anaknya. Sebab sasaran pelaku dalam mengedarkan double L ini ialah para pelajar.

“Sasaran peredaran Double L ini pelajar. Bahkan kita pernah lakukan penangkapan di depan sekolah. Mungkin karena harganya murah jadi bisa dijangkau,” pungkasnya.

Pelaku pun dijerat Pasal 197 UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman paling lama 15 tahun atau denda paling banyak Rp 1.500.000.000.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Penajam Jadi Ibu Kota, Wabup Hamdam: Budaya Lokal Wajib Bertahan

Kaltim

PNS DLH Kaltim Ditemukan Meninggal di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Kaltim

Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Kaltim, Begini Kata Kuasa Hukumnya

Kaltim

Update Kasus Covid di Balikpapan, Sejumlah Klaster Bermunculan
apahabar.com

Kaltim

Gubernur Kaltim Sambut Baik Pembangunan Pabrik Semen di Kutim
Karang Joang Balikpapan

Kaltim

Pengeroyokan di Eks Lokalisasi KM 17 Karang Joang Balikpapan, 2 Orang Diamankan Polisi
Ledakan Kapal

Kaltim

Cari Korban Tenggelam, Tim SAR Dikejutkan Ledakan Kapal di Mahakam Samarinda

Kaltim

Diduga Masalah Lahan, Kawasan Batu Ampar Balikpapan Sempat Memanas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com