Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Ada Ramalan Covid-19 RI Tembus 50 Ribu per Hari, Ini Strategi Jokowi

- Apahabar.com     Sabtu, 26 Juni 2021 - 14:29 WITA

Ada Ramalan Covid-19 RI Tembus 50 Ribu per Hari, Ini Strategi Jokowi

Presiden Jokowi. Foto-Setkab

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta adanya percepatan proses vaksinasi Covid-19 di berbagai daerah.

Dalam waktu dekat, ia meminta jajarannya untuk meningkatkan target vaksinasi. Tujuannya agar herd immunity bisa lebih cepat tercapai.

“Saya berharap dimulai hari ini target 1 juta vaksin untuk seluruh Indonesia betul-betul terus kita jaga sampe nanti Juli. Agustus kita beri target 2 kali dari yang ada sekarang ini,” kata Jokowi ketika memantau proses vaksinasi Covid-19 di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (26/6/21).

Saat ini Polri melalui Kapolda yang tersebar di 34 Provinsi menggelar vaksinasi masal ini. Targetnya ada 1 juta lebih masyarakat yang ikut vaksinasi per hari.

“Seluruh pimpinan daerah Kapolda, Pangdam, Gubernur, seluruh pimpinan daerah, Bupati, Wali Kota, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas acara vaksinasi massal di hari ini yang dikerjakan secara serentak di seluruh Polda, Kodam dan bekerjasama dengan Pemda,” kata Jokowi, dilansir dari CNBC Indonesia.

Proses vaksinasi memang harus cepat dikebut, pasalnya hingga kini angka kasus kian melonjak tinggi. Kemarin, ada tambahan 18.872 kasus konfirmasi positif sehingga total menjadi 2.072.867. Sehari sebelumnya, kasus terkonfirmasi tembus 20.574. Akibatnya, rumah sakit kewalahan.

“Sekarang pun Rumah Sakitt kita sudah tidak mampu, makanya sudah waktunya membuat RS Darurat, dengan tenda-tenda IGD yang dilakukan sekarang secara cepat. Khususnya di Jawa,” kata Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman kepada CNBC Indonesia, Jumat (25/06/2021).

Apalagi, dia menilai saat jumlah kasus yang tercatat secara resmi tidak mewakili angka sebenarnya. Artinya jumlah pasien yang akan diterima oleh RS kemungkinan bisa lebih banyak dibandingkan yang diperkirakan, jika menggunakan data resmi.

“Jumlah sebenarnya bisa lebih besar, bisa 50 ribuan tergantung jumlah yang dites,” tambah Dicky.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kota Jayapura Diterjang Banjir dan Longsor Pasca-Hujan Deras
apahabar.com

Nasional

Lonjakan Penumpang di Soetta, Pelaku Perjalanan Dinas Mendominasi
Divaksinasi

Nasional

Kemenkes: 3,9 Juta Penduduk Indonesia Sudah Divaksinasi Tahap Pertama
Lakalantas

Nasional

Penyebab Lakalantas Menewaskan Ibu Muda di Jakarta Terkuak, Dipantik Cekcok Polisi Versus Pegawai Bank
Gisel

Nasional

Bikin Video Syur 19 Detik, Gisel Mengaku untuk Koleksi Pribadi
apahabar.com

Nasional

Cegah Covid-19, IDI Sarankan Masyarakat Makan Masakan Rumah
Imbau Warga Tak Mudik, MUI Menunggu Ketegasan Pemerintah

Nasional

Imbau Warga Tak Mudik, MUI Menunggu Ketegasan Pemerintah
Presiden Jokowi: Pastikan Apotek dan Toko Bahan Pokok Tetap Buka

Nasional

Presiden Jokowi: Pastikan Apotek dan Toko Bahan Pokok Tetap Buka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com