Warga Banjarmasin Terpesona Menikmati Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Duh! Anggaran Pembinaan Atlet Banjarmasin Tertunggak 6 Bulan Isu Lemahnya KPK Digaungkan, Mahasiswa Siap Geruduk DPRD Kalsel Kritik PSU Kalsel, Dosen Uniska Uhaib ‘Dihadiahi’ Somasi Tim BirinMu Heboh Dikira Disembunyikan Makhluk Gaib, Ibu Muda di HST Akhirnya Ditemukan

Awal Pekan, Rupiah Menguat ke Rp14.265 per Dolar AS

- Apahabar.com Senin, 7 Juni 2021 - 17:38 WIB

Awal Pekan, Rupiah Menguat ke Rp14.265 per Dolar AS

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.265 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (7/6) sore.

Melansir CNN Indonesia, posisi tersebut menguat 0,21 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya pada level Rp14.295 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.271 per dolar AS, atau menguat dibandingkan posisi hari sebelumnya yakni Rp14.316 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau perkasa terhadap dolar AS. Kondisi ini ditunjukkan oleh yen Jepang naik 0,06 persen, dolar Singapura menguat 0,05 persen, dolar Taiwan naik 0,01 persen, won Korea Selatan bertambah 0,32 persen, peso Filipina menguat 0,17 persen, dan rupee India naik 0,21 persen.

Sedangkan, ringgit Malaysia turun 0,09 persen, bath Thailand koreksi 0,13 persen, dan yuan China stagnan.

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju keok di hadapan dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris turun 0,22 persen, dolar Kanada melemah 0,08 persen, dan franc Swiss berkurang 0,04 persen. Namun, dolar Australia berhasil menguat 0,08 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menuturkan penguatan rupiah ditopang oleh meredanya kekhawatiran pasar pada potensi inflasi AS yang tinggi. Pasalnya, data tenaga kerja AS dari sektor non pertanian (non farm payrolls) periode Mei 2021 naik 559 ribu masih berada di bawah ekspektasi pasar, yaitu meningkat 650 ribu.

Meskipun, angkanya lebih tinggi dari April 2021 yakni 278 ribu.

“Angka yang lebih rendah dari perkiraan meredakan kekhawatiran investor tentang potensi inflasi yang tidak terkendali dan kenaikan suku bunga yang lebih awal dari perkiraan,” ujarnya dalam riset resmi.

Selanjutnya, fokus investor adalah angka indeks harga konsumen (CPI) AS yang akan dirilis akhir pekan ini. Angka-angka tersebut dapat mempengaruhi langkah bank sentral AS, Fed selanjutnya.

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih menunggu rilis cadangan devisa (cadev) periode akhir Mei 2021 pada Selasa (8/6) pagi. Sejumlah analis memperkirakan angka cadangan devisa Mei meningkat menjadi US$140 miliar.

Sebelumnya, BI melaporkan angka cadangan devisa per akhir April 2021 sebesar US$138,8 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Maret 2021 sebesar US$137,1 miliar. “Ini adalah rekor tertinggi sepanjang Indonesia merdeka,” tuturnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Polbangtan Banjarbaru Raih Penghargaan PWMP Kementan
apahabar.com

Ekbis

Kemajuan Vaksin Covid-19, Picu Harga Minyak Dunia Naik lebih dari 2 Persen
apahabar.com

Ekbis

Mau Jadi Pengusaha Tangguh di Masa Pandemi? Intip Kiat Jitu Ketum Hipmi
apahabar.com

Ekbis

Huawei Siapkan Empat Skenario Menuju Implementasi 5G
apahabar.com

Ekbis

Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan Gelombang 2 Cair Minggu Ini, Nantikan dan Siap Cek Saldo
apahabar.com

Ekbis

Penjelasan Luhut Terkait Utang Indonesia Bertambah
apahabar.com

Ekbis

Kementerian PUPR Tunda Kenaikan Tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi
Wabah Corona Dijamin Tak Ganggu Investasi di Kalsel

Ekbis

Wabah Corona Dijamin Tak Ganggu Investasi di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com