Kapten TNI Tewas Ditembak OTK di Aceh Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Satu Sekarat Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Pria Tewas Bersimbah Darah Jalan Tambang Sisakan Lumpur di Tapin, Warga Ngadu ke DPRD Kalsel Penyerangan Brutal Jurkani di Tanbu, Komnas HAM hingga LSPSK Turun Tangan

Bambang Trihatmodjo Merasa HAM-nya Dilanggar Setelah Ditagih Utang SEA Games 1997

- Apahabar.com     Senin, 28 Juni 2021 - 20:07 WITA

Bambang Trihatmodjo Merasa HAM-nya Dilanggar Setelah Ditagih Utang SEA Games 1997

Bambang Trihatmojo. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Bambang Trihatmojo merasa negara telah berbuat tendensius dan diskriminatif kepada dirinya. Ungkapan ini dikeluarkan putra Presiden Soeharto itu setelah Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menagih utang sebesar Rp 54 miliar terkait pelaksanaan SEA Games 1997.

“Bahwa adanya peristiwa yang dialami oleh penggugat sejak 2017 hingga saat ini secara pribadi terkesan subjektif, tendensius terhadap pribadi penggugat yang bersifat diskriminatif kepada penggugat, terlanggar hak-hak asasinya sebagai warga Negara Indonesia yang bebas dan bertanggungjawab, negara Republik Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia sebagai hak yang secara kodrati melekat pada dan tidak terpisahkan dari manusia yang harus dilindungi, dihormati, dan ditegakkan demi peningkatan martabat kemanusiaan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecerdasan serta keadilan,” tutur Bambang Trihatmodjo dalam berkas gugatan ke PTUN Jakarta yang dilansir dari detikcom, Senin (28/06).

Bambang juga mengutip Alquran surat Almaidah ayat 8:

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kami untuk berlaku tidak adil. Berlaku adil-lah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Atas dasar itu, Bambang Trihatmodjo meminta PTUN Jakarta menyatakan batal dan tidak sah ‘Surat Penyelesaian Piutang Negara a.n KMP SEA Games XIX 1997 Surat Nomor S-647/WKN/07/KNL/01/2021 tertanggal 5 Maret 2021, yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta I yang ditujukan kepada Konsorsium Swasta Mitra Penyelengara SEA Games XIX tahun 1997 di Jakarta, khususnya terhadap Sdr Bambang Trihatmodjo.

“Menyatakan dan menetapkan Sdr Bambang Trihadmodjo secara mutlak tidak memiliki kewajiban dan atau tanggung jawab secara pribadi kepada Tergugat II (Kemensetneg-red), atas apa yang menjadi kewajiban dan atau tanggung jawab Konsorsium Mitra Penyelenggara (KMP) SEA Games XIX Tahun 1997 di Jakarta,” demikian bunyi petitum Bambang Trihatmodjo.

Kasus ini bermula saat SEA Games di Jakarta pada 1997. Bambang saat itu menjadi Ketua Konsorsium Mitra Penyelenggara (KMP) SEA Games 1997. Teknis pelaksanaannya dilakukan oleh PT Tata Insani Mukti.

Ayah Bambang lalu menggelontorkan uang Rp 35 miliar untuk konsorsium tersebut lewat jalur Bantuan Presiden (Banpres). Setelah hajatan SEA Games selesai dan Soeharto tumbang, Bambang diminta mengembalikan dana tersebut ke negara ditambah bunga 5 persen per tahun. Bambang tidak mau mengembalikan karena merasa tidak pernah utang. Ia menggugat negara.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Buru Anak Buah Santoso, Ratusan Prajurit Tiba di Palu
apahabar.com

Nasional

Dalam Kasus Edhy Prabowo, KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Korporasi
apahabar.com

Nasional

MAKI Siapkan Gugatan Praperadilan ke KPK dalam Kasus Djoko Tjandra
apahabar.com

Nasional

Pesawat TNI AU yang Bawa 238 WNI dari Natuna Tiba di Lanud Halim
apahabar.com

Nasional

Terguncang Covid-19, Dokter Terkemuka di New York Bunuh Diri
apahabar.com

Nasional

Seorang Remaja Tewas Usai Dipatuk Ular King Kobra Peliharaannya
Sinovac

Nasional

Halal Haram Sinovac, Tunggu Hasil Pleno MUI
Sertifikat Vaksin

Nasional

Marak Cetak Sertifikat Vaksin, Pemerintah Ingatkan Keamanan Data Pribadi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com