Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

BPOM Beri Izin Uji Klinik Ivermectin untuk Obat Covid-19

- Apahabar.com     Senin, 28 Juni 2021 - 15:34 WITA

BPOM Beri Izin Uji Klinik Ivermectin untuk Obat Covid-19

BPOM memberikan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) untuk penggunaan Ivermectin sebagai obat covid-19. Uji klinis dilakukan di delapan rumah sakit Jakarta Foto-Dok/Kominfo RI

apahabar.com, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) Ivermectin untuk penggunaan sebagai obat Covid-19. Uji klinis akan dilakukan di delapan rumah sakit Jakarta.

“Badan POM sejalan dengan rekomendasi WHO memfasilitasi untuk segera pelaksanaan uji klinik yang diinisiasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan,” kata Kepala BPOM Penny Lukito melalui konferensi pers yang disiarkan di Youtube Badan POM RI, pada Senin (28/5).

Delapan rumah sakit yang akan melakukan uji klinis Ivermectin adalah RS Persahabatan Jakarta, RS Sulianti Saroso Jakarta, RS Sudarso Pontianak, RS Adam Malik Medan, RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, RS Angkatan Udara Jakarta, RS Umum Suyoto Jakarta dan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet.

Uji klinis dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan dengan pemberian obat kepada pasien selama 5 hari dan pemantauan dimulai 28 hari setelah pemberian obat.

Penny mengatakan persetujuan uji klinik tersebut diberikan BPOM dengan pertimbangan publikasi beberapa uji klinik yang sudah dilakukan sejumlah negara lain terkait pemakaian Ivermectin sebagai obat covid-19.

Dalam beberapa publikasi tersebut, kata dia, ditemukan bahwa obat yang merupakan obat cacing itu dapat digunakan untuk menanggulangi covid-19.

Ia mengatakan hal ini juga sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan Ivermectin bisa digunakan untuk covid-19 dalam lingkup uji klinis.

“Dengan demikian akses masyarakat untuk obat ini bisa juga dilakukan secara luas dalam pelaksanaan uji klinik,” tutur Penny.

Sebelumnya, BPOM memberikan izin edar untuk obat Ivermectin. Namun izin tersebut diberikan dalam konteks pemberian obat untuk pasien kecacingan.

BPOM mengatakan saat ini belum ada bukti yang cukup untuk membuktikan efektivitas Ivermectin dalam kasus covid-19. Untuk itu, dibutuhkan uji klinik sebagai pembukti.

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bansos

Nasional

Berikut Daftar 5 Bansos yang Masih Dilanjutkan
apahabar.com

Nasional

KPK: Selewengkan Anggaran Penanganan Covid-19 Diancam Hukuman Mati
Jalur KA

Nasional

Air Mulai Surut, Perbaikan Jalur KA Lintas Utara Jawa Dikebut
apahabar.com

Nasional

Komnas HAM: Tangan Para Pekerja Diikat Lalu Ditembak
ITE

Nasional

Ini Pasal Baru UU ITE, Begini Isinya!
Banjir

Nasional

Rencana Presiden ke HST, Walhi: Jokowi Harus Punya Solusi Soal Banjir

Nasional

Lembaga Kemanusiaan Internasional Serahkan Bantuan untuk Palestina
apahabar.com

Nasional

JMSI Aceh Minta Polda Aceh Bebaskan Dedi Iskandar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com