Cuaca Kalsel Hari Ini: Cerah Berawan, BMKG Minta Waspada Karhutla! Siap-Siap, Perpanjangan PPKM Level IV Banjarbaru Diputuskan Hari Ini POPULER SEPEKAN: Pilgub Kalsel Berakhir, ‘Musuh Harat’ LAPAN Ungkap Fenomena Matahari Memutih Sebab Suhu Dingin Indonesia PPKM Level IV, Sejumlah Cafe hingga Rumah Makan di Banjarmasin Didatangi Petugas

Covid-19 ‘Meledak’ Lagi, IHSG Diprediksi Anjlok

- Apahabar.com     Senin, 21 Juni 2021 - 10:09 WITA

Covid-19 ‘Meledak’ Lagi, IHSG Diprediksi Anjlok

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah seiring kenaikan kasus Covid-19 di dalam negeri. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah seiring kenaikan kasus Covid-19 di dalam negeri.

Melansir dari CNBC Indonesia, akhir pekan lalu, Jumat (18/6/2021), iHSG ditutup ambruk 1.01% ke level 6.007,12 dan dipengaruhi oleh sentimen yang sama.

Untuk perdagangan awal pekan ini, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan sentimen datang dari pernyataan Gubernur bank sentral AS, Federal Reserve, Jerome Powell yang menyampaikan potensi adanya kenaikan tingkat suku bunga yang akan diawali dengan pengurangan pembelian obligasi di pasar karena perekonomian Amerika yang terus membaik.

Pernyataan ini ditindaklanjuti oleh Presiden Fed dari St. Louis, James Bullard yang menyebutkan rencana kenaikan tingkat suku bunga dapat terjadi pada akhir tahun 2022 mendatang.

Inflasi Amerika Serikat diperkirakan berada di kisaran 3% pada tahun 2021, dan 2.5% – 3% pada tahun 2022.

Reliance Sekuritas Indonesia menambahkan, Bullard juga mengatakan bahwa bank sentral AS telah mulai membahas penskalaan kembali laju pembelian obligasi selama pandemi. Ini berdampak pada imbal hasil US treasury atau surat utang AS yang jatuh tempo lebih pendek melonjak.

Sementara itu, Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG tutup gap 5.950, dan kini membentuk pola double top. Gap menjadi support (level batas bawah) yang menahan kejatuhan IHSG. Namun tetap waspada market belum stabil.

Sementara itu, dari dalam negeri Artha Sekuritas memprediksi indeks bergerak melemah. Pergerakan akan masih akan dipengaruhi kenaikan kasus Covid-19 dari dalam negeri serta adanya potensi pembatasan yang lebih ketat sehingga diperkirakan pemulihan ekonomi akan kembali melambat.

Artha memperkirakan indeks akan bergerak di kisaran support 5.944 dan 5.881 serta resisten di 6.070 dan 6.133.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dampak Pandemi, Produsen Batu Bara Sepakat Pangkas Produksi
apahabar.com

Ekbis

Incar Sektor Perikanan Indonesia, Bank Dunia Kucurkan Rp14,7 Miliar
2 juta ton

Ekbis

Stok Beras Kalsel Surplus Hingga 2 Juta Ton
apahabar.com

Ekbis

Senin Pagi Rupiah Kembali Melemah
apahabar.com

Ekbis

Aset Berisiko Dapat Sentimen Positif, Rupiah Menguat
apahabar.com

Ekbis

Selasa Pagi, Rupiah Bergerak Seperti Yoyo
apahabar.com

Ekbis

Stabilkan Harga Cabai dan Bawang Putih, Begini Trik Kementan
apahabar.com

Ekbis

Triwulan Ketiga 2019, Waskita Karya Raih Kontrak Baru Rp15,12 Triliun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com