Siap-Siap, Perpanjangan PPKM Level IV Banjarbaru Diputuskan Hari Ini POPULER SEPEKAN: Pilgub Kalsel Berakhir, ‘Musuh Harat’ LAPAN Ungkap Fenomena Matahari Memutih Sebab Suhu Dingin Indonesia PPKM Level IV, Sejumlah Cafe hingga Rumah Makan di Banjarmasin Didatangi Petugas Salut! Bukan Sarjana, Pria Banjarmasin Ciptakan Alat Deteksi Vaksinasi

Covid-19 Mengganas, Eks Ketua IDI: Kalau Mau Tarik Rem Darurat, Sekarang Saatnya

- Apahabar.com     Senin, 21 Juni 2021 - 01:00 WITA

Covid-19 Mengganas, Eks Ketua IDI: Kalau Mau Tarik Rem Darurat, Sekarang Saatnya

Illustrasi. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Mantan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zaenal Abidin mengusulkan kepada pemerintah untuk segera menarik rem darurat atau memberlakukan lockdown di daerah zona merah.

Hal itu diusulkan Zaenal karena ia tak ingin melihat pemerintah terlambat menarik rem darurat hingga mengakibatkan hal yang fatal.

“Mungkin kalau mau rem darurat sekaranglah saatnya. Takutnya, suatu waktu nanti, ketika baru mau injak rem namun upaya injak rem tak lagi banyak gunanya,” ungkap Zaenal, kutip apahabar.com dari Okezone.

Anggota Dewan Pertimbangan Pengurus Besar IDI tersebut mengaku khawatir dengan kondisi Indonesia dalam beberapa hari belakangan ini, khususnya pulau Jawa. Zaenal menilai kondisi penyebaran virus corona dengan varian barunya di pulau Jawa sudah sangat berbahaya.

Oleh karenanya, Zarnal meminta agar pemerintah menarik rem darurat di daerah zona merah dalam waktu dekat. Ia mengingatkan bahwa tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia tidak cukup banyak untuk menghadapi ‘tsunami’ Covid-19 seperti yang terjadi di India.

“Saya juga lihat seperti itu. Dan kita tidak mungkin menunggu RS penuh baru mau melakukan upaya yang sangat ketat. Mungkin kita bisa tambah ruangan perawatan, tapi alat dan tenaga kesehatan tidak gampang mencetaknya. Tidak seperti kalau orang rekrut relawan bela negara saat situasi perang,” tegasnya.

Zaenal mengaku selalu memperhatikan saran dan masukan dari para epidemiolog terkait penanganan kasus Covid-19 di Indonesia. Di mana, kata dia, hanya ada dua opsi yang diberikan epidemiolog dalam menghadapi situasi Covid-19 di Indonesia saat ini.

“Pertama, vaksin sekian persen sesuai kriteria WHO atau bila tidak bisa dipenuhi, dalam waktu singkat maka lockdown,” imbuhnya.

Sekadar informasi, angka konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia dalam beberapa hari belakangan ini terus mengalami lonjakan yang drastis. Bahkan, varian baru dari virus corona yang mematikan dan lebih mudah menular sudah terdeteksi ada di Indonesia.

Indonesia juga mengalami masalah serius lainnya yakni, keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang sudah melebihi batas standar organisasi kesehatan dunia (WHO). Bahkan, beberapa pejabat pemerintah sudah menyerukan bahwa Jakarta sedang darurat Corona atau tidak baik-baik saja.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com/pengendali

Nasional

Bappenas Pastikan Pemindahan Ibu Kota Masuk RPJMN 2020-2024
apahabar.com

Nasional

Penyerahan KIA Terbanyak, Harganas Kalsel Catatkan Rekor MURI Baru
apahabar.com

Nasional

Moeldoko: Ada Kelompok Pendompleng Ingin Perkeruh Situasi
apahabar.com

Nasional

Mensos Tersangka Bansos, Berikut Hitungan Anggaran Penanganan Covid-19
apahabar.com

Nasional

Bahas Ratifikasi IA-CEPA, Jokowi Akan Berkunjung ke Australia
apahabar.com

Nasional

Jarang Disebut, Kalsel Setia Tunggu Pengumuman Resmi Jokowi
apahabar.com

Nasional

Jokowi hingga Sandiaga Uno Hadiri Pelantikan Pengurus Hipmi
Status Pegawai KPK

Nasional

KPK Tahan Mantan Direktur Keuangan dan Investasi Asuransi Jasindo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com