Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Demonstrasi di Disdikbud Balikpapan, Wali Murid Kritik PPDB dan Sistem Zonasi

- Apahabar.com     Senin, 21 Juni 2021 - 13:13 WITA

Demonstrasi di Disdikbud Balikpapan, Wali Murid Kritik PPDB dan Sistem Zonasi

Para orang tua siswa ngeluruk ke kantor Disdikbud Balikpapan menyampaikan keluhannya terkait sistem PPDB. Foto-apahabar.com /Riyadi

apahabar.com, BALIKPAPAN – Ratusan orang tua siswa menggelar aksi demonstrasi di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Senin (21/6).

Mereka memprotes soal Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dan sistem zonasi sekolah.

“Saya ini tinggal di Gunung Kawi, Balikpapan Tengah. Nah di wilayah Balikpapan Tengah ini, SMP cuma ada satu aja yaitu SMP Negeri 22. Kuota di situ sudah penuh zonasinya. Jadi anak saya nggak bisa masuk lagi. Sementara mau daftar ke sekolah lain juga susah karena bukan zonasi kita,” ungkap Dewi, orang tua calon siswa.

Keluhan lainnya terkait PPDB secara online. Saat memasukkan peta zonasi, banyak orang tua calon siswa yang tidak termasuk dalam zonasi sekolah lingkungan sekitarnya.

“Sekolah dan rumah saya itu dekat, tapi pas saya masukkan di map kok berada di luar zonasi. Ini kan aneh. Masa kita harus daftar reguler di luar. Kami mengharapkan zonasi karena merasa dekat rumah,” ujar Nur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Muhaimin, menyebut kuota zonasi dibatasi hanya 50 persen dari kuota keseluruhan.

“Sehingga memang ada yang tidak puas kalau misalnya sistem zonasi berdasarkan jarak. Ada yang nilainya tinggi itu tersingkir. Padahal kalau nilainya tinggi sudah disediakan jalur prestasi 30 persen. Cuma pasti tetap tidak bisa memuaskan semua orang,” ungkapnya.

Muhaimin juga mengakui jumlah sekolah yang ada di Balikpapan sangat minim dan tak sebanding dengan jumlah siswa yang mendaftar.

“Intinya antara kelulusan siswa dengan jumlah sekolah belum balance, terutama di masing-masing zonasi. Balikpapan Tengah kurang 1 sekolah (SMP), Balikpapan Barat kurang 1 sekolah (SMP). Seperti itu,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jargas

Kaltim

Balikpapan Jadi Pilot Project Pembangunan 4 Juta Jargas
Tenggelam

Kaltim

Lompat dari Jembatan Mahkota Dua Samarinda, Isral Ditemukan Tewas
apahabar.com

Kaltim

Tiba di Tarakan, 19 Mahasiswa dari Natuna Teriakan Yel-yel
Curi Besi Aset Perusahaan

Kaltim

Curi Besi Aset Perusahaan, Pemuda di Balikpapan Masuk Bui
Balikpapan

Kaltim

Dikira Habis Kampas Kopling, Mobil di Balikpapan Tiba-Tiba Terbakar

Kaltim

Bobol Konter Hp, Maling di Balikpapan Cuma Curi Parfum Murahan
Liga 2

Kaltim

Putaran Kedua Grup D Liga 2 di Stadion Batakan Tanpa Penonton
Curi Kabel

Kaltim

Diduga Mau Curi Kabel, Pria Misterius Tewas Terjatuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com