Update Pemakaman Istri Guru Ijai: Sekumpul Lengang, Polisi Berjaga di Puluhan Titik Banjarmasin PPKM Berjilid-jilid: Prokes Malah Jeblok, Kematian Pecah Rekor! Ditegur Saat Minum Miras, Dua Pemuda Banjar Bacok Pria di Banjarmasin Timur Hoaks Jenazah Covid-19 di Banjarbaru Diburu Polisi, Kadinkes Doakan Pelaku Insyaf “Kalsel Lagi Sakit”, Aktivis Lingkungan Beri Catatan Kritis ke BirinMU

Derek Chauvin Divonis 22,5 Tahun Penjara, Keluarga George Floyd Keberatan

- Apahabar.com     Sabtu, 26 Juni 2021 - 11:17 WITA

Derek Chauvin Divonis 22,5 Tahun Penjara, Keluarga George Floyd Keberatan

Chauvin terbukti menginjak leher warga kulit hitam, George Floyd, hingga meninggal dunia. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Hakim akhirnya menjatuhkan vonis kepada eks polisi Minneapolis Amerika Serikat, Derek Chauvin, yang melakukan penyiksaan terhadap warga kulit hitam, Sabtu (26/6).

Dalam fakta persidangan, Chauvin terbukti menginjak leher warga kulit hitam, George Floyd, hingga meninggal dunia.

Hakim Peter A Cahill memvonis hukuman penjara 270 bulan penjara atau 22,5 tahun, dipotong 199 hari masa tahanan.

“Saya tidak mendasarkan vonis saya pada opini publik atau pesan apapun di baliknya. Tugas hakim adalah menerapkan hukum sesuai fakta ketika menangani suatu kasus,” ucap Cahill.

Namun, putusan itu lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Di mana, jaksa menuntut agar terdakwa Chauvin dijatuhi hukuman penjara 360 bulan atau 30 tahun.

Tidak terima, Chauvin sempat mengajukan banding.

Meski demikan, si mantan polisi tetap mengungkap belasungkawa atas kepergian Floyd.

Bahkan dalam persidangan tersebut, ibu Chauvin masih mencoba membela putranya yang diklaim tidak rasis.

“Anak saya seorang pria yang baik,” tegas ibu Chauvin dilansir dari CGTN, Sabtu (26/6).

Namun tampaknya, keputusan tersebut tidak terlalu memuaskan pihak keluarga Floyd maupun masyarakat Minneapolis.

“Saya dan keluarga menuntut hukuman seumur hidup, kami tidak akan bisa mendapatkan kembali George,” ungkap saudara laki-laki George Floyd, Philonise Floyd.

Sedangkan DA Bullock, seorang aktivis di Minneapolis Utara, menilai putusan ini tidak mengubah banyak hal.

“Saya tidak yakin orang-orang di sini merasakan keadilan yang sepenuhnya karena mereka tahu Derek Chauvin tidak sendiiran. Mereka tahu ini masalah di seluruh Kepolisian Minneapolis,” ujar Bullock.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Warga Saudi

Internasional

Warga Saudi Sambut Gembira Rencana Kerajaan Gratiskan Vaksin Covid-19

Internasional

Kemlu RI Pulangkan Jamaah Tabligh Indonesia dari India
Joe Biden

Internasional

Jokowi hingga Joe Biden, Berikut Pemimpin Dunia Juga Bakal Disuntik Pertama Vaksin Covid-19

Internasional

Laporan UHRP: Tokoh Agama Uighur Jadi Sasaran Persekusi
apahabar.com

Internasional

Tambah 45.674, Covid-19 di India Capai 8,5 Juta Kasus
Fadil Jaidi

Internasional

Fadil Jaidi Galang Donasi untuk Palestina, Tembus Rp7 Miliar
apahabar.com

Internasional

WHO Wajibkan Anak 12 Tahun ke Atas Gunakan Masker Seperti Dewasa
apahabar.com

Internasional

Beda dengan Prancis, Rusia Tidak Akan Izinkan Media Anti-Islam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com