Cuaca Kalsel Hari Ini: Cerah Berawan, BMKG Minta Waspada Karhutla! Siap-Siap, Perpanjangan PPKM Level IV Banjarbaru Diputuskan Hari Ini POPULER SEPEKAN: Pilgub Kalsel Berakhir, ‘Musuh Harat’ LAPAN Ungkap Fenomena Matahari Memutih Sebab Suhu Dingin Indonesia PPKM Level IV, Sejumlah Cafe hingga Rumah Makan di Banjarmasin Didatangi Petugas

Dinkes DKI Waswas Laju Covid-19 Lebih Cepat dari Ruang Rawat

- Apahabar.com     Jumat, 18 Juni 2021 - 17:38 WITA

Dinkes DKI Waswas Laju Covid-19 Lebih Cepat dari Ruang Rawat

Petugas medis melakukan simulasi penanganan pasien terjangkit virus corona di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, menyampaikan kekhawatiran terkait peningkatan kasus Covid-19 di Ibu Kota yang dinilai lebih cepat dari ketersediaan ruang rawat.

Menurut dia, kendati pihaknya terus menambah kapasitas tempat perawatan dalam empat bulan terakhir, namun jumlahnya masih belum mencukupi karena penambahan kasus lebih cepat.

“Nah, ini yang tidak bisa saling ketemu nih. Karena kecepatannya (kasus) lebih tinggi daripada kecepatan tempat tidur,” kata Widya dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (18/6).

DKI Jakarta diketahui terus mencatat lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir imbas libur Lebaran pertengahan Mei lalu. Puncaknya pada Kamis (17/6), kasus positif harian mencatat angka tertinggi dalam empat bulan terakhir sejak Februari.

Sementara, merujuk situs resmi Corona DKI, tingkat keterisian tempat isolasi di DKI Jakarta per Jumat (18/6) mencatat lonjakan hingga 87 persen, atau bertambah empat persen dari sehari sebelumnya sebanyak 82,3 persen.

Lalu, untuk ruang ICU, tersisa 27 persen atau 28 kamar yang menggunakan ventilator. Sedangkan, ICU tanpa ventilator tersisa 20 persen atau hanya 10 kamar tersedia.

Persentase kamar isolasi maupun ICU tersebut telah melampaui batas minimal yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO) sebanyak 60 persen.

Widyastuti berharap pihaknya dapat memperkuat basis komunitas lewat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro untuk menekan laju kasus. Selain itu, cara lain yang akan terus dilakukan adalah dengan menambah jumlah vaksinasi per hari hingga 100 ribu, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

“Intervensinya kan harus komprehensif dari hulu ke hilir. Pada saat peningkatan kasus, bukan hanya menyediakan tempat tidur, tapi dari mulai mengingatkan, mengedukasi kembali masyarakat terhadap prokes,” kata dia.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hore! Mei 2019 THR PNS Cair
apahabar.com

Nasional

Said Aqil: Ustaz Arifin Ilham Orang yang Sangat Sederhana
apahabar.com

Nasional

Setelah 4 Jam, Kebakaran di Tomang Jakarta Padam, 250 Rumah Terbakar
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Tunjuk 5 Jubir Baru untuk Vaksin Covid-19, Siapa Saja?

Nasional

Menang Telak di Munas, Anindya Bakrie Kembali Pimpin PRSI
apahabar.com

Nasional

Besok, Jokowi Serahkan 73.670 Hektare SK Perhutanan Sosial di Riau
apahabar.com

Nasional

Merasa Tertipu, Pendemo di Papua Menyesal
apahabar.com

Nasional

Anggota Panja DPR Pastikan Tidak Ada Substansi UU Cipta Kerja yang Berubah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com