Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Ditutup Mendadak, Ada Apa dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran?

- Apahabar.com     Senin, 21 Juni 2021 - 12:03 WITA

Ditutup Mendadak, Ada Apa dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran?

Ilustrasi, Pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran. Foto-AP Photo

apahabar.com, TEHERAN – Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Iran ditutup secara darurat untuk sementara. Belum ada penjelasan terkait penyebab pasti penutupan tersebut.

Seperti dilansir Detikcom yang mengutip Associated Press, Senin (21/06), seorang pejabat dari perusahaan energi listrik negara Tavanir, Gholamali Rakhshanimerh menuturkan dalam sebuah acara bincang-bincang bahwa pembangkit nuklir Bushehr mati mulai Sabtu (19/6) waktu setempat.

Situasi itu, sebut Rakhshanimehr akan berlangsung selama ‘tiga hingga empat hari’.

Tanpa menjelaskan situasinya lebih lanjut, Rakhshanimehr menyebut pemadaman listrik akan bisa menjadi dampaknya.

Ini merupakan pertama kalinya Iran melaporkan pembangkit nuklirnya yang berlokasi di kota pelabuhan Bushehr itu ditutup. Pembangkit listrik tenaga nuklir itu mulai beroperasi tahun 2011 dengan bantuan Rusia.

Iran diwajibkan untuk mengirimkan batang bahan bakar bekas dari reaktornya kembali ke Rusia sebagai langkah nonproliferasi nuklir.

Pada Minggu (20/6) waktu setempat, Tavanir merilis pernyataan yang menyebut pembangkit nuklir itu sedang diperbaiki, namun tanpa memberikan informasi lebih detail. Hanya disebutkan bahwa upaya perbaikan akan memakan waktu hingga Jumat (25/6) mendatang.

Pada Maret lalu, seorang pejabat nuklir Iran, Mahmoud Jafari, menuturkan bahwa pembangkit nuklir itu bisa berhenti beroperasi karena Iran tidak bisa mendapatkan suku cadang dan peralatan untuk pembangkit nuklir itu dari Rusia karena sanksi-sanksi perbankan yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) tahun 2018.

Pembangkit nuklir Bushehr menggunakan bahan bakar uranium yang diproduksi di Rusia, bukan Iran, dan dipantau oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Pihak IAEA belum memberikan komentarnya soal laporan matinya pembangkit nuklir Iran ini.

Pembangunan pembangkit nuklir Bushehr, yang terletak di pantai bagian utara Teluk Arab, dimulai di bawah Shah Iran pada pertengahan tahun 1970-an. Setelah Revolusi Islam tahun 1979, pembangkit nuklir itu berulang kali menjadi target serangan dalam perang Iran-Irak.

Rusia kemudian menyelesaikan pembangunan fasilitas tersebut.

Pembangkit nuklir yang terletak di dekat garis patahan aktif dan dibangun untuk menahan gempa kuat itu, telah diguncang gempa secara berkala. Tidak ada gempa bumi signifikan yang dilaporkan di daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Penuh Batu Permata, Bumi Super Baru Ditemukan Ilmuwan Eropa
apahabar.com

Global

Akibat Penggundulan Hutan Makin Marak, Tujuan Kesepakatan Paris Terancam Gagal
apahabar.com

Global

China Mulai Menggarap Proyek Menciptakan Hujan
apahabar.com

Global

Indonesia-Taiwan Kerjasama Perlindungan Pekerja Migran

Global

117 Kematian Per Hari, Krisis Covid-19 di India Makin Brutal
apahabar.com

Global

Trump Tinjau Kebakaran California: Manajemen Hutan yang Buruk
Seniman Penggambar Kartun Nabi Muhammad

Global

Seniman Penggambar Kartun Nabi Muhammad Tewas

Global

3 Warga Palestina Kembali Jadi Korban Serangan Israel, Total 136 Korban
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com