Warga Banjarmasin Terpesona Menikmati Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Duh! Anggaran Pembinaan Atlet Banjarmasin Tertunggak 6 Bulan Isu Lemahnya KPK Digaungkan, Mahasiswa Siap Geruduk DPRD Kalsel Kritik PSU Kalsel, Dosen Uniska Uhaib ‘Dihadiahi’ Somasi Tim BirinMu Heboh Dikira Disembunyikan Makhluk Gaib, Ibu Muda di HST Akhirnya Ditemukan

Dugaan Pelecehan Seks oleh Gofar Hilman, LPSK Terbuka Lindungi Korban

- Apahabar.com Kamis, 10 Juni 2021 - 11:40 WIB

Dugaan Pelecehan Seks oleh Gofar Hilman, LPSK Terbuka Lindungi Korban

Goffar Hilman. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendorong perempuan yang mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual pesohor Gofar Hilman untuk membuat laporan ke polisi.

LPSK juga terbuka untuk melindungi korban kekerasan seksual bagi perempuan dan anak.

“Kami menyarankan para korban dari kekerasan seksual untuk tidak segan-segan melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada pihak kepolisian, di kepolisian kan ada unit PPA, perlindungan perempuan dan anak yang biasa dan secara khusus dibentuk untuk menangani kejadian serupa,” kata Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu kepada wartawan, dilansir dari detik.com, Rabu (9/6/2021).

Edwin mengatakan kasus pelecehan dan kekerasan seksual merupakan tindak pidana yang sering diajukan ke LPSK. Dia prihatin jika dugaan pelecehan yang dilakukan Gofar Hilman itu benar terjadi.

“Kasus kekerasan seksual merupakan tindak pidana yang banyak mengajukan permohonan ke LPSK. Tentu apabila peristiwa kekerasan seksual ini benar terjadi kami benar prihatin,” kata dia.

Edwin mengatakan kekerasan seksual terdiri dari persetubuhan dan pencabulan. Korban bisa menyerahkan bukti ke polisi jika mengalami pelecehan dan kekerasan seksual.

“Kekerasan seksual ada dua tindak pidana, yaitu persetubuhan dan pencabulan. Nah dalam konteks kasus persetubuhan itu masih ada menyisakan jejak yang bisa diperoleh melalui visum, tetapi pada kasus pencabulan, artinya kan tidak ada jejaknya, itu adanya saksi, atau alat bukti lain termasuk misalnya rekaman CCTV bisa menjadi alat bantu untuk proses hukum lebih lanjut,” kata dia.

LPSK kata Edwin, adalah lembaga yang memiliki mandat untuk melindungi korban, salah satunya korban pelecehan dan kekerasan seksual. Edwin mengatakan pihaknya sangat terbuka untuk melindungi jika perempuan yang diduga menjadi korban dugaan pelecehan seksual Gofar Hilman membuat laporan.

“LPSK juga memiliki mandat salah satunya yaitu memberikan perlindungan kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak. LPSK bisa memberikan perlindungan fisik, perlindungan hukum kepada korban termasuk juga bisa memberikan rehabilitasi medis dan psikologis apabila memang kondisinya berdasarkan temuan dari ahli itu diperlukan tindakan-tindakan rehabilitasi. Kami sangat terbuka untuk melindungi korban kekerasan seksual perempuan dan anak,” kata dia.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Vaksinasi Covid-19 Sudah Dekat, Indonesia Wajib Siapkan Stok Jarum
Pria

Nasional

Nekat, Pria Ini Berenang Pakai Galon dari Balikpapan ke Malang
Jilbab

Nasional

Anggota DPR RI: Insiden ‘Jilbab’ di Sekolah Jangan Sampai Terulang!
apahabar.com

Nasional

Ibu Kota ke Kaltim, Ansharuddin Berharap Orang Kaya Berinvestasi di Balangan
apahabar.com

Nasional

Hadapi Karhutla, Kalsel Bentuk Satgas Doa hingga Salat Minta Hujan
Sriwijaya

Nasional

Lagi, 2 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ-182 Teridentifikasi
Gunung

Nasional

Status Terkini Gunung Semeru, Guguran Lava Pijar Masih Tinggi
apahabar.com

Nasional

Momen Jokowi Kunjungi Labuan Bajo, Nikmati Sunset
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com