3 Profesor Bertarung di Pilrek UIN Antasari, DEMA-Senat Beri Sederet Catatan Kritis Arab Saudi Izinkan Wisatawan Asing Masuk Mulai 1 Agustus, Intip Syaratnya Siap-siap! Sejumlah Kawasan Banjarmasin Timur Bakal Alami Gangguan Air Bersih Jokowi: Lompatan Kasus Covid-19 Bisa Direm karena PPKM DITANGKAP! Pengeroyok-Penusuk Remaja di Warung Miras Banjarmasin

Duh, Pernikahan Dini Penyebab Balita di Banjarmasin Stunting

- Apahabar.com     Selasa, 29 Juni 2021 - 12:37 WITA

Duh, Pernikahan Dini Penyebab Balita di Banjarmasin Stunting

Ilustrasi stunting. Foto: Media Indonesia

apahabar.com, BANJARMASIN – Calon pengantin yang akan menikah diwajibkan untuk memeriksakan kesehatan terlebih dulu untuk mencegah kelahiran bayi stunting atau gagal tumbuh.

Kepala BKKBN Banjarmasin, Madyan, mengatakan bahwa keharusan calon pengantin memeriksakan kesehatan sebagai upaya intervensi pencegahan stunting sejak dini.

“Seperti kesehatan reproduksi dan kesehatan lainnya dalam bentuk pencegahan stunting ini,” ujarnya pada Selasa (29/6).

Dengan upaya ini, pihaknya mencatat angka presentasi stunting sekitar 6,44 persen atau 2.909 balita di 2020. Jumlah ini dari 47.622 balita yang didata oleh BKKBN Banjarmasin.

Ia menjelaskan bahwa orang tua dominan kurang informasi sejak melangsungkan perkawinan. Dampak dari pernikahan dini tersebut membuat buah hatinya gagal tumbuh.

Harusnya, kata dia bahwa usia perkawinan tersebut harus ideal dan sesuai kriteria. Laki-laki berusia 25 tahun hingga perempuan 21 tahun.

“Artinya kalau usia anak mereka melangsungkan perkawinan dari 15-16 tahun. Alat sistem reproduksi belum siap dan melahirkan,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya melakukan edukasi kepada pasangan yang merencanakan perkawinan.

Program ini untuk kehidupan keluarga untuk remaja sehingga saat hamil, mereka menyiapkan nutrisi yang cukup.

“Karena 1.000 hari kehidupan itu kan bukan sejak lahir tapi dari awal kehamilan hingga 2 tahun setelah melahirkan harus terjamin gizi dan nutrisi,” pungkasnya.

Selain itu, pihaknya melakukan edukasi dengan menyasar kawasan kumuh padat penduduk. Seperti rumah susun hingga lainnya.

Menurutnya dominan masyarakat di sana tidak memperhatikan gizi dan nutrisi suatu makanan.

“Setiap minggu lewat kader kita melakukan edukasi untuk tumbuh seimbang,” tuturnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Kalsel

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Dahan Pohon Besar di Sutoyo S Banjarmasin Patah
Rumah di HST

Kalsel

Duh, Ratusan Rumah di HST Kalsel Hilang Disapu Banjir
apahabar.com

Kalsel

Rumah Terbakar di Sarang Halang Pelaihari, 1 Pikap dan 2 Motor Jadi Arang
apahabar.com

Kalsel

Monumen Perang Banjar yang Kini Hilang
apahabar.com

Kalsel

Polsek Satui Rutin Amankan Kegiatan Ibadah Minggu
apahabar.com

Kalsel

Penampakan ‘Ranjau’ di Jalan Lintas Provinsi di Kelumpang Hulu Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Alalak Membara, Warga Kesulitan Padamkan Api
apahabar.com

Kalsel

Sidang PHPU MK, KPU Kalsel Tidak Dipanggil Lagi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com