Prostitusi Online di Banjarmasin Seret Anak-Anak, Sudah Puluhan Remaja Terjaring! 8 Tuntutan Mahasiswa Kalsel Saat Aksi #SaveKPK Sampai ke Sekretariat Presiden Belasan Terduga Pelaku Prostitusi Online Diamankan Polres Banjarbaru, 6 Masih di Bawah Umur Cuaca Kalsel Hari Ini, 11 Wilayah Waspada Hujan Disertai Petir Respons BirinMu, Eks KPK dan HW Cs Jadi Panglima Gugatan II H2D di MK

ESDM Siapkan Dua Skenario Genjot Produksi Energi Hijau

- Apahabar.com Sabtu, 5 Juni 2021 - 12:56 WIB

ESDM Siapkan Dua Skenario Genjot Produksi Energi Hijau

Gedung Kementerian ESDM. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian ESDM menyiapkan dua skenario untuk menggenjot produksi energi hijau pada 2021-2060.

Skenario ini dibuat agar kebutuhan atau permintaan energi masyarakat bisa terpenuhi dengan sumber energi yang lebih bersih.

“Ini skenario bagaimana kita men-generated untuk memenuhi demand di depan dengan energi yang lebih bersih,” ujar Rida dalam konferensi pers virtual, dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (4/6).

Skenario pertama, pemerintah akan pensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) sesuai usai produktivitasnya. Asumsinya, penggunaan PLTU akan pensiun pada 2058 dan PLTGU pada 2054.

“Artinya sesuai berakhirnya masa kontraknya,” imbuhnya.

Dengan skenario ini, nantinya tidak ada lagi tambahan PLTU, kecuali telah memasuki masa kontrak atau terlanjur konstruksi. Sementara untuk tambahan pembangkit tenaga listrik berbahan fosil atau batu bara, rencananya tidak ada lagi setelah 2030.

Bersamaan dengan rencana ini, pemerintah mencanangkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) mulai 2040.

Skenario kedua, skemanya tidak berbeda jauh, yaitu PLTU pensiun pada 2058 dan PLTGU pada 2054. Begitu juga dengan kebijakan tidak ada lagi tambahan PLTU baru kecuali telah kontrak atau konstruksi.

Tapi, untuk pembangkit listrik tenaga fosil masih diperbolehkan melakukan penambahan. Hanya saja, harus menggunakan teknologi Carbon Capture Storage (CCS), sehingga bisa mengurangi emisi.

“PLTGU dengan CCS mulai 2031 dan IGCC CCS mulai 2038,” terangnya.

Skenario ini juga menyertakan pembangunan PLTN pada 2040. Lalu, ditambahkan lagi pembangunan pada 2051.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi: Persoalan Banjir Harus Diselesaikan Bersama
Kanker

Nasional

Awas, Penggunaan Berulang Minyak Jelantah Dapat Memicu Kanker
apahabar.com

Nasional

143 Ribu Paspor Calon Jamaah Haji Siap Diproses Visa
apahabar.com

Nasional

Penumpang Wings Air Tujuan Banjarmasin-Balikpapan Kepergok Merokok
apahabar.com

Nasional

SBY Setia Temani Sang Istri yang ‘Melawan’ Kanker Darah
apahabar.com

Nasional

Ahok Ditarget Sebulan ‘Bongkar’ 142 Anak Usaha Pertamina
Magnitudo

Nasional

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami
apahabar,com

Nasional

Ketua GP Al Washliyah Sorot Video Mesum Mahasiswi Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com