Lebarkan Sayap, bjb Sekuritas Rambah Investasi Pasar Modal Jabar Siswa Tenggelam di Siring Banjarmasin Akhirnya Ditemukan Gugatan Jilid II Denny Indrayana Rontok, MK Kuatkan Kemenangan BirinMu Coffee Shop Banjarmasin Dibobol Maling, Terekam CCTV Pelaku Telanjang Bulat PPKM Level IV, Covid-19 di Banjarmasin-Banjarbaru Malah Naik….

Harga Minyak Terdongkrak Ramalan Kenaikan Permintaan

- Apahabar.com     Rabu, 16 Juni 2021 - 10:10 WITA

Harga Minyak Terdongkrak Ramalan Kenaikan Permintaan

Ilustrasi produksi minyak mentah. Foto-Thinkstockphotos via Kompas.com

apahabar.com, JAKARTA – Harga minyak melonjak hampir dua persen ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir pada perdagangan Selasa waktu Amerika Serikat (AS).

Kenaikan tajam itu didukung oleh ekspektasi permintaan yang diprediksi pulih dengan cepat pada paruh kedua 2021.

Mengutip Antara, Rabu (16/6), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik US$1,13 atau 1,6 persen, menjadi US$73,99 per barel.

Bahkan sepanjang sesi perdagangan, Brent juga sempat mencapai US$74,07 per barel yang merupakan level harga tertinggi sejak April 2019.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli naik US$1,24 atau 1,8 persen, menjadi US$72,12 per barel. WTI sempat mencapai level US$72,19 per barel yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2018.

Pedagang minyak terbesar dunia mengatakan pada Selasa (15/6) kemarin bahwa mereka memperkirakan harga minyak tetap di atas US$70 per barel karena permintaan diperkirakan akan kembali ke tingkat pra-pandemi pada paruh kedua 2022.

Kepala Eksekutif Vitol, Russell Hardy memperkirakan harga minyak akan bergerak antara US$70 dan US$80 per barel untuk sisa tahun ini. Itu dibuat dengan harapan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) disiplin menjaga pasokan, bahkan ketika ekspor Iran dapat dilanjutkan usai AS bergabung kembali dengan perjanjian nuklir dengan Teheran.

“Kami telah mengalami pengurangan stok tersebut selama beberapa bulan. Pasar menuju ke arah yang benar,” kata Hardy kepada FT Commodities Global Summit.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Trafigura Jeremy Weir mengatakan ada peluang harga mencapai US$100 per barel karena penurunan cadangan sebelum dunia mencapai puncak permintaan minyak.

Produsen OPEC+ secara bertahap melonggarkan pembatasan produksi dalam beberapa bulan terakhir.

“Keputusan OPEC+ untuk terlalu berhati-hati dalam mengembalikan pasokan ke pasar, apakah ini benar-benar hati-hati atau mereka sengaja menaikkan harga minyak, telah menjadi penghela utama dalam melihat Brent US$73 per barel,” kata Louise Dickson, analis pasar minyak di Rystad Energy.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Prostitusi Online, Polisi Tetapkan Finalis Parawisata Asal Kaltim Tersangka

Nasional

Komponen Vaksin Nusantara dr. Terawan Ternyata Impor dari AS

Nasional

@KetumProdem Terkejut Deklarator KAMI Syahganda Nainggolan Ditangkap Polisi Pukul 04.00 Subuh
apahabar.com

Nasional

Adik Ipar Megawati Tutup Usia, PDIP Merasa Kehilangan

Nasional

Wow! BMKG Benarkan Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto
apahabar.com

Ekbis

Perekonomian Kalsel Tumbuh 4,01 Persen
apahabar.com

Ekbis

Wagub: Jumlah Investor di Kalsel Mencapai 14.263 Investor
apahabar.com

Nasional

37 Tahun Tinggal di Aceh, Pendeta: Aceh Toleran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com