3 Profesor Bertarung di Pilrek UIN Antasari, DEMA-Senat Beri Sederet Catatan Kritis Arab Saudi Izinkan Wisatawan Asing Masuk Mulai 1 Agustus, Intip Syaratnya Siap-siap! Sejumlah Kawasan Banjarmasin Timur Bakal Alami Gangguan Air Bersih Jokowi: Lompatan Kasus Covid-19 Bisa Direm karena PPKM DITANGKAP! Pengeroyok-Penusuk Remaja di Warung Miras Banjarmasin

Heboh Foto Selfie KTP Dijual, Bareskrim Polri Turun Tangan

- Apahabar.com     Jumat, 25 Juni 2021 - 15:52 WITA

Heboh Foto Selfie KTP Dijual, Bareskrim Polri Turun Tangan

Foto selfie KTP diperjualbelikan oleh oknum tak bertanggung jawab. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Setelah kebocoran data peserta BPJS Kesehatan, sedang beredar dugaan foto selfie dengan KTP yang dijual di media sosial.

Dugaan jual beli foto selfie dengan KTP itu diapungkan akun Twitter @recehvasi, Kamis (25/6).

Akun ini mengunggah tangkapan layar dari postingan di sebuah platform media sosial yang diduga Facebook.

“Ready KTP selfie HD minat PM aja, bahan masih fress,” demikian tulisan dalam unggahan tangkapan layar tersebut.

Dalam tangkapan layar yang diunggah @recehvasi, tampak sejumlah foto selfie sejumlah orang sambil memegangi KTP.

“Data dan fotomu bisa dijual oleh orang-orang tidak bertanggungjawab. WASPADALAH!” tulis akun @recehvasi.

Unggahan @recehvasi pun mendapat banyak perhatian warganet. Mereka pun langsung khawatir, seandainya dugaan jual beli data kependudukan itu benar terjadi.

“Ya beginilah, beberapa oknum warga +62 (Indonesia). Kalau ada celah, pasti dimanfaatkan untuk tidak kejahatan,” cuit seorang warganet.

“Sekarang apa-apa pake foto KTP loh. Mau verifikasi aja supaya akunnya premium harus pake foto KTP. Bisa aja kapanpun ada kebobolan data. Gimana dong?” balas warganet yang lain.

“Kalo mau ngasih foto KTP, coba kasih watermark buat ke siapa ngirim foto itu. Biar nanti ketahuan siapa yang nyebarin,” usul seorang warganet.

Menanggapi dugaan jual beli foto selfie KTP tersebut, Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sedang melakukan penelusuran.

“Sedang dilakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut,” jelas Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (25/6).

Sebelumnya telah terjadi kasus jual beli identitas data penduduk yang terdaftar di BPJS Kesehatan di forum daring.

Polisi menduga keras bahwa data tersebut dibobol dari server BPJS Kesehatan. Namun sampai sekarang pelaku belum tertangkap dan terungkap.

Terdapat 279 juta data kependudukan yang bocor, lalu dijual ke forum daring melalui situs raid forum.

Situs ini merupakan tempat populer peretas untuk menyebarkan data-data kependudukan.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pandemi Covid-19, Cak Lontong Hibur Ketum Hipmi Se-Indonesia

Nasional

Rekam Pungli, Warga Dianiaya Polantas
apahabar.com

Nasional

Selandia Baru Berduka, Ardern: Kita Adalah Satu
apahabar.com

Nasional

Gempa di Sulteng; Dua Gempa Susulan

Nasional

Kalimantan Utara Masuk 10 Provinsi dengan UMP Tertinggi di Indonesia, Bagaimana Kalsel?
apahabar.com

Nasional

Resmi, BPN Prabowo-Sandi Daftarkan Gugatan Pilpres ke MK
apahabar.com

Nasional

Kaltim Jadi Ibu Kota RI, Intip Harapan Masyarakat Adat Dayak
apahabar.com

Nasional

Prabowo Ajak Pendukungnya Berjuang di Jalur Legislatif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com