BREAKING! Warga “Bagandang Nyiru” Cari Ibu Muda yang Hilang di Cukan Lipai HST Kades-BUMDes Saradang Tabalong Ancam Polisikan Warga Penyebar Berita Bohong Kalah 39 Ribu Suara, H2D Pinta MK Kesampingkan Ambang Batas Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas Polemik Dugaan Penyelewengan Dana Bumdes Saradang Tabalong Kembali Meruncing

Istri Wakil Wali Kota Banjarbaru Soroti Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

- Apahabar.com Jumat, 11 Juni 2021 - 15:06 WIB

Istri Wakil Wali Kota Banjarbaru Soroti Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Ermina Fujianti Wartono saat memberikan arahan dalam rapat Tim PPA Banjarbaru. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Ermina Fujianti Wartono memberikan arahan pada rapat Tim PPA penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Banjarbaru.

Tak sendiri, Ermina didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan perlindungan Anak Kota Banjarbaru, Mahrina Noor.

“Sebagai manusia, perempuan dan anak juga memiliki hak yang sama dengan manusia lainnya dimuka bumi ini, yakni hak yang dipahami sebagai hak-hak yang melekat (inherent) secara alamiah sejak ia dilahirkan,” ujar Ermina dalam rapat di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan perlindungan Anak Kota Banjarbaru, Jumat (11/6).

Dia mengatakan anak juga punya hak untuk mendapatkan kebebasan dari segala bentuk kekerasan, penindasan, penganiyayaan, atau perlakuan buruk lainnya yang menyebabkan manusia itu tak dapat hidup secara layak sebagai manusia.

“Karena itu, kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan salah satu rintangan terhadap keberhasilan pembangunan,” terangnya.

Karena tindak kekerasan akan berdampak terhadap korban seperti kurangnya rasa percaya diri, menghambat kemampuan perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, mengganggu kesehatan, mengurangi otonomi, baik di bidang ekonomi, politik, sosial budaya serta fisik.

“Demikian juga dengan anak, kepercayaan pada diri sendiri dalam pertumbuhan jiwanya akan terganggu dan dapat menghambat proses perkembangan jiwa dan masa depannya,” ungkapnya.

Disampaikannya, perlindungan anak juga tertuang dalam Undang-Undang tepatnya No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak memberikan kewajiban bagi semua pihak termasuk negara untuk melindunginya.

“Fenomena kekerasan terhadap perempuan dan anak tentunya merupakan bentuk kekejaman yang harus bersama kita hentikan. Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, sampai dengan prostitusi online anak, merupakan kasus yang harus kita tangani bersama sama,” tegasnya.

Terakhir ia berharap seluruh stakeholder Kota Banjarbaru dapat saling bersinergi dan bersama-sama menangani masalah kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Karena hal itu akan berdampak pada kesejahteraannya dikemudian hari. Sebelumnya saya berterimakasih kepada seluruh SKPD terkait serta seluruh pihak yang terlibat dalam penangan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kota Banjarbaru,” tutupnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pemko Banjarbaru

Cegah Stunting Sejak Dini, Simak Pesan Istri Pjs Wali Kota Banjarbaru
Banjarbaru

Pemko Banjarbaru

Beda Hasil Swab-PCR di Banjarbaru, Dinas Kesehatan Beber Sederet Kemungkinannya
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Parenting Nasional di Banjarbaru Resmi Dibuka
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Armada Dishub Banjarbaru Disemprot Disinfektan
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Positif Covid-19 di Banjarbaru Meningkat, Gugus Tugas Terapkan Sistem Ring
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Cegah Covid-19, Lingkungan Balai Kota Banjarbaru Disemprot Disinfektan
Pascabanjir

Pemko Banjarbaru

Pascabanjir, Pemkot Banjarbaru Segera Normalisasi Sungai dan Embung

Pemko Banjarbaru

Pjs Wali Kota Banjarbaru Tinjau Langsung Penerapan Prokes Pelayanan Pembuatan e-KTP
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com