BREAKING! Warga “Bagandang Nyiru” Cari Ibu Muda yang Hilang di Cukan Lipai HST Kades-BUMDes Saradang Tabalong Ancam Polisikan Warga Penyebar Berita Bohong Kalah 39 Ribu Suara, H2D Pinta MK Kesampingkan Ambang Batas Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas Polemik Dugaan Penyelewengan Dana Bumdes Saradang Tabalong Kembali Meruncing

Kasus Suami Bunuh Istri di Rantau Badauh Batola, Korban Dikenal Pekerja Keras

- Apahabar.com Senin, 7 Juni 2021 - 17:32 WIB

Kasus Suami Bunuh Istri di Rantau Badauh Batola, Korban Dikenal Pekerja Keras

Polisi melakukan identifikasi tempat kejadian istri yang ditenggelamkan suami hingga tewas di Rantau Badauh. Foto: Humas Polres Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Diduga selingkuh dan ditenggelamkan sang suami hingga tewas, Hn (45) dikenal sebagai pekerja keras di Desa Sungai Gampa RT 02, Kecamatan Rantau Badauh.

Hn tewas di tangan sang suami berinisial Sn (50)dengan cara ditenggelamkan ke sungai di belakang rumah, Sabtu (5/6), sekitar pukul 15.00 Wita.

Kejadian itu sontak menggegerkan warga sekitar, kendati situasi rumah tangga Sn dan Hn kerap diwarnai cekcok.

“Mendiang Hn merupakan teman ibu saya. Setahu kami beberapa kali terdengar ribut-ribut biasa, tapi kami tidak mengetahui masalah yang diributkan,” ungkap Iy, salah seorang tetangga korban.

Korban sendiri dikenal baik dan ramah oleh warga sekitar. Juga seorang pekerja keras, karena hampir setiap pagi berjualan ikan di pasar.

Sedangkan Sn diketahui bertani dan terkadang juga mencari ikan di sungai. Namun karakter Sn kurang diketahui, karena lebih banyak berada di rumah.

Sn dan Hn diketahui memiliki lima orang anak. Anak pertama sudah meninggal, sedangkan anak kedua dan ketiga telah berkeluarga.

“Ketika kejadian berlangsung, anak keempat mereka sedang tidak berada di rumah. Hanya si bungsu yang berusia sekitar 5 tahun,” beber Iy.

Tidak lama setelah kejadian, Sn diamankan Satreskrim Polres Barito Kuala dan Polsek Rantau Badauh.

“Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, motif kejadian disebabkan pertengkaran dalam rumah tangga,” jelas Kapolres Batola AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif melalui Kasat Reskrim Iptu Suparli, Senin (7/6).

Polisi juga menepis kabar yang beredar bahwa Sn dipengaruhi ‘bisikan gaib’, seperti kejadian memotong alat kelamin sendiri di Kecamatan Barambai, akhir Mei 2021 lalu.

“Pelaku mencurigai korban berselingkuh. Selebihnya kejiwaan korban tidak terganggu dan tidak ada indikasi mendapatkan bisikan-bisikan itu,” tandas Suparli.

SS dijerat tindak pidana kekerasan fisik yang mengakibatkan nyawa seseorang hilang, sebagaiama termuat dalam Pasal 338 KUHP.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Batola

Seleksi Pengganti Sekda Batola Dimulai, Lima Nama Bersaing

Batola

Nama Salah Dipanggil, Seorang Warga Semangat Dalam Batola Tusuk Tetangga
apahabar.com

Batola

Good Job! Lebih Separuh Pasien Covid-19 di Batola Sembuh
Jembatan Alalak Lama

Batola

Didorong Buka Jembatan Alalak Lama, Begini Jawaban BPJN Kalsel

Batola

Diterjang Arus Sungai, Jembatan di Terantang Batola Putus
Covid-19

Batola

Jangan Anggap Remeh Covid-19, Batola Tembus 1.000 Kasus Positif
Bakumpai

Batola

Tandai Milad 68 Tahun, Kerukunan Keluarga Bakumpai Pertegas Komitmen
Wabup Batola

Batola

Acungkan Jempol, Wabup Awali Vaksinasi Covid-19 di Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com