Lebarkan Sayap, bjb Sekuritas Rambah Investasi Pasar Modal Jabar Siswa Tenggelam di Siring Banjarmasin Akhirnya Ditemukan Gugatan Jilid II Denny Indrayana Rontok, MK Kuatkan Kemenangan BirinMu Coffee Shop Banjarmasin Dibobol Maling, Terekam CCTV Pelaku Telanjang Bulat PPKM Level IV, Covid-19 di Banjarmasin-Banjarbaru Malah Naik….

Kasus Surat Pernyataan KPU Banjar, Polda Kalsel Berencana Minta Keterangan Hakim MK

- Apahabar.com     Senin, 21 Juni 2021 - 17:28 WITA

Kasus Surat Pernyataan KPU Banjar, Polda Kalsel Berencana Minta Keterangan Hakim MK

Komisioner KPU Banjar Abdul Mutalib alias Aziz, saat memenuhi panggilan Ditreskrimum Polda Kalsel. Foto-apahabar.com/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Proses penyidikan kasus laporan Komisioner KPU Banjar, Abdul Mutalib alias Aziz, terkait dugaan pemalsuan surat pernyataan terus bergulir di Polda Kalsel.

Terbaru, tersiar kabar bahwa penyidik Ditreskrimum Polda Kalsel yang menangani kasus tersebut bakal meminta keterangan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rifa’i, mengatakan ada kemungkinan penyidik bakal meminta keterangan Hakim MK. Hal itu dilakukan guna keperluan penyidikan.

“Tergantung pengembangan dari penyidik ini, kalau memang diperlukan ya kita akan minta untuk diambil keterangannya,” ujar Rifa’i saat dikonfirmasi, Senin (21/6).

Rifa’i memastikan, bahwa proses penyidikan atas kasus laporan Aziz tetap berjalan dan menjadi atensi Polda Kalsel.

“Semua masih dalam proses penyidikan. Penyidik masih perlu waktu untuk pengembangan, pemeriksaan termasuk bukti-bukti terkait kasus yang dilaporkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Aziz melapor ke Polda Kalsel karena menduga surat pernyataan yang dijadikan alat bukti penggugat dalam hal ini Denny Indrayana-Difriadi Darjat (H2D) di persidangan sengketa Pilgub Kalsel di MK adalah palsu.

Aziz menuding, bahwa namanya dicatut dan tandatangannya dipalsukan dalam surat pernyataan soal penggelembungan 5 ribu suara di Kabupaten Banjar saat Pilkada Kalsel 9 Desember 2020 silam.

Sebelumnya, penyidik juga telah melakukan konfrontasi atas keterangan Aziz dengan Mahdianor yang disebut-sebut sebagai Mr X di sidang MK oleh tim hukum H2D.

Mahdianor mengaku, bahwa dia bertemu dengan Aziz di kamar hotel Dafam Q Mall Banjarbaru nomor 519 pada 17 Februari 2021 silam untuk mengambil surat penyataan tersebut.

Meski mengakui telah bertamu Mahdianor di kamar hotel, namun Aziz membantah telah menyerahkan surat pernyataan itu ke Mahdianor.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Banyak Tiang Listrik Miring, Warga Batola Khawatir
apahabar.com

Kalsel

Lama ‘Puasa’, Dewan Kalsel Kunker Berjemaah Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Respon Kemenag Tala, Jika Larangan Cadar dan Cingkrang Diterapkan
apahabar.com

Kalsel

AP1 Ungkap Peresmian Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor
apahabar.com

Kalsel

Diduga Niat Bunuh Diri, Udin Terjun Bebas di Sungai Daha Utara hingga Tenggelam
BPJN Kalsel

Kalsel

Jembatan Sungai Alalak I Dibongkar, BPJN Kalsel Targetkan Rampung September 2021

Kalsel

Persit dan Keluarga TNI di HST Divaksin AstraZeneca
yayasan haji maming

Kalsel

Yayasan Haji Maming Peduli Banjir Kalsel, Tiga Truk Sembako Siap Dikirim dari Batulicin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com