Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif Skenario Kelolosan di Grup B dan C: Harapan Terakhir Denmark, Ukraina Cari Imbang Isi Tuntutan Lengkap Demo #SAVEKPK di Banjarmasin: Pecat Firli hingga Ketua BKN!

Kawal Wacana PPN 12%, DPR: Insyaallah Tak Terjadi

- Apahabar.com Jumat, 11 Juni 2021 - 17:41 WIB

Kawal Wacana PPN 12%, DPR: Insyaallah Tak Terjadi

Ilustrasi PPN. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Tak sedikit anggota DPR RI yang menolak rencana pemerintah menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12%.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan kebijakan pemulihan ekonomi tak boleh membebani masyarakat.

“Nah saat sekarang program yang paling penting dilakukan pemerintah adalah pemulihan ekonomi nasional. Saya pikir kebijakan-kebijakan dalam pemulihan ekonomi nasional ini justru tidak akan dijalankan dengan kebijakan yang membebani masyarakat tentunya,” kata Dasco di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Dasco kemudian memastikan DPR akan mengawal upaya pemerintah memulihkan perekonomian negara.

“Dan teman-teman DPR kemarin begitu mendengar isu itu sudah menyatakan bahwa hal seperti itu insyaallah tidak akan terjadi, dan mereka akan commit mengawal pemulihan ekonomi nasional dalam rangka pandemi Covid-19,” ucapnya, dilansir dari detik.com.

Lebih lanjut, Dasco mengungkapkan hingga kini pimpinan DPR belum menerima draf peraturan presiden (perpres) yang di dalamnya mengatut perihal kenaikan PPN menjadi 12%. Ketua Harian DPP Gerindra itu khawatir wacana kenaikan PPN ini membuat masyarakat bingung.

“Jadi begini, proses pengiriman draf itu berjenjang dan sampai hari ini belum sampai ke meja pimpinan,” terang Dasco.

“Kalau sampai meja pimpinan saja belum, apalagi nyampe ke komisi terkait, sehingga hal yang berkembang di masyarakat, di medsos itu, juga bisa membingungkan masyarakat karena itu belum ada bahannya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, pemerintah berencana mengubah tarif PPN dari 10% menjadi 12%. Upaya pemerintah mengerek tarif PPN tersebut tertuang dalam draf RUU Perubahan Kelima atas Undang-Undang No 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Dalam draf tersebut, Pasal 7 ayat 1 menyebutkan tarif PPN adalah 12%.

“Tarif pajak pertambahan nilai adalah 12%,” demikian bunyi Pasal 7 ayat 1.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dini Hari, KPK Obok-Obok Kaltim, Tujuh Orang Ditangkap!
Herman Lantang

Nasional

Pencinta Alam Berduka, Herman Lantang Sahabat Soe Hok Gie Wafat
apahabar.com

Nasional

UNBK Hapus Kecurangan Hingga 99 Persen
BNI

Nasional

WASPADA! Ahli Ungkap 113 Akun Bodong Customer Care BNI
Menpan-RB

Nasional

Menpan-RB: Formasi Kebutuhan ASN Diputuskan Akhir Maret 2021
apahabar.com

Nasional

Syarat Daerah Terapkan New Normal, Tiga Minggu Kasus Covid-19 Turun 50 Persen
apahabar.com

Nasional

Curah Hujan Tinggi, Kalsel Waspada DBD 
Gubernur Sulsel

Nasional

Jadi Tersangka Suap, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Diduga Terima Miliar Rupiah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com